Renggi

Renggi
3. Mabuk


__ADS_3

"Makasih pangeran esnya anggi"


"Pangeran es?"


"Iya itu panggilan kesayangan dari gua buat lu"


"Sinting"


"Lu ngomongnya sinting mulu, enggak ada yang lain apa?"


"KAK!"anggi berteriak dengan sangat kencang saat mobil rendi sudah melaju dengan cepat meninggalkan anggi yang masih setia mengoceh tidak jelas.


"Laknat tuh kakak kelas giliran gua lagi ngomong malah ninggalin begitu aja"


"Udahlah gw masuk aja, besok baru gua beraksi"


saat anggi baru menginjakkan kaki diruang tamu, tiba-tiba ia mendengar kegaduhan yang berasal dari lantai atas. Anggi langsunh berlari menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa dan melemparkan tas selempangnya yang berwarna hitam itu begitu saja disofa.


"Mana anggi!"


"Mau ngapain kamu cari anggi hah? bukannya kamu lagi senang dengan pernikahan kedua mu?"sinisnya sambil sesekali melirik suaminya.


"Dia mau saya jodohkan dengan rekan kerja saya"tegasnya


"Apa-apaan kamu! Anggi masih kecil, dia harus mikirin masa depan"


"Anak rekan kerja saya sangat kaya raya, jadi hidup dia akan terjamin bila saya jodohkan. Lagipula anggi sudah besar dia sudah kelas 1 SMA"


"Anggi enggak mau dijodohin!"tegasnya.


"A-anggi"


"Anggi baru tau papih kasar sama mamih, ternyata ini sifat asli papih"sinisnya melirik papihnya sekilas. Ia tidak menyangka selama ini ia kira papihnya baik dan tidak pernah kasar tapi nyatanya itu semua bukan realitanya.


"Papih bisa jelasin, anggi masih sayang kan sama papih"ucapnya mengelus tangan puteri kecilnya itu yang kini sudah beranjak dewasa, anggi menepis tangan papihnya.

__ADS_1


"Anggi benci sama papih"anggi berlari menuruni tangga meninggalkan kedua orang tuanya.


"Mas kejar anggi,"dengan sigap, ardan langsung mengejar anggi. Anggi menaiki mobilnya dengan kecepatan tinggi, tujuan utamannya ia adalah ke bar meminum alkohol membuatnya sedikit melupakan kejadian tadi.


Girls cute


**Anggiani Windara**


P


bar yu


Fiah Lacerta


Tumben


Pramita ajeng agwenta


Bokap lu?


Hmmm


Belva amaria


otw


Pramita ajeng agwenta


Jan ngebut-ngebut! Umur lu masih muda, nanti malah mati muda:v


Read


***


"Lu kenapa sih? Bokap lu kenapa lagi?"ajeng mengusap lembut rambut temannya itu yang masih terus menangis.

__ADS_1


"Papih gua mau jodohin gua sama om-om"


"Hah!"sontak mereka bertiga terkejut bukan main,anggi yang masih bersetatus siswa SMA harus dijodohkan dengan om-om!


"Kok bisa?"


"Enggak tau, gua juga enggak tau apa yang dipikirin bokap gua! Gua cape ngadepin dia"


"Kak alex sama kak alic tau?"


anggi menggeleng


"Kak al lagi dikampus dia pulang agak telat lagi seminar katanya. Habis itu ka alic juga lagi sibuk banyak pasien"


"Gua enggak tau gua harus apa, kak al kalau tau pasti marah banget. Gua takut kak al kenapa-napa soalnya dia kan punya penyakit jantung"


"Lu masih punya kita gi, kita disini siap dengerin semua keluh kesah lu"


"Makasih ya kalian selalu ada buat gua"anggi membalas pelukan mereka dan tersenyum tipis.


"Gi lu enggak cocok ditempat kek gini"


"Sans elah gua juga udah lama enggak ke bar"balasnya.


mata fiah membelalak, ia kaget melihat anggi sudah menghabiskan 3 minuman berakohol itu.


"Gi muka lu pucet"ucap fiah


"Iya gua belum makan"balasnya meneguk satu botol minuman berakohol itu hingga habis.


"Makan dulu yu"


"Enggak! Biarin gua mati"balasnya. Sepertinya minuman itu sudah bereaksi, lihatlah sekarang anggi sudah seperti orang mabok.


"ajeng,belva mending kita bawa anggi balik kerumah gua aja"

__ADS_1


"Yaudah yu"akhirnya belva, ajeng dan fiah merangkul anggi untuk masuk ke dalam mobil dan mengantarkannya kerumah fiah.


__ADS_2