
.
.
.
. selanjutnya…
.
.
.
Sekarang adalah hari Getsuyoubi dan ini adalah hari dimana aku harus belajar kembali seperti biasa.
'hahh, apakah hari ini aku harus belajar lagi bagaimana jika aku kabur dari istana'
Ketika Iris sedang melamun datang Olivia untuk memandikan Iris.
"tuan putri saya datang untuk memandikan anda"
Iris pun bangkit dari kasurnya dan berjalan ke arah pintu dan diikuti oleh Olivia.
"tuan putri apa yang terjadi dengan tuan putri biasanya anda sangat susah untuk dimandikan"
"aku tidak kenapa-kenapa Olivia, aku hanya merasa semangat hari ini"
"apakah tuan putri sangat semangat untuk belajar hari ini"
'tentu saja tidak karena nanti aku akan kabur dari istana dan jalan-jalan di kerajaan ini'
Akhirnya mereka sampai di kamar mandi.
(SKIP)
Iris dan Olivia sudah kembali ke kamar setelah selesai mandi, dan Iris sedang memikirkan rencana untuk kabur.
'bagaimana ya cara kabur dari istana apakah aku harus kabur lewat jendela atau pintu, jika lewat pintu pasti banyak penjaga pilihan terbaik adalah lewat jendela tapi bagaimana cara turun sampai kebawah, hmmm…'
"tuan putri apakah ada yang bisa saya bantu?"
"ah! tidak ada tidak ada"
"apakah benar tuan putri dari saya lihat anda terlihat sedang memikirkan sesuatu"
"mungkin kau bisa mengambil kan ku teh"
"baiklah tuan putri saya akan mengambilkan teh"
"dan juga tidak usah cepat-cepat membawanya ke sini"
"baiklah, kalau begitu saya pergi"
Olivia pergi dari kamar Iris dan terlihat Iris yang sedang berpikir keras untuk kabur dari istana.
'bagaimana cara turun dari sini jika menggunakan sihir aku belum bisa mungkin bisa menggunakan kain'
Iris pergi ke lemarinya untuk mencari kain dan menyambungkan nya agar menjadi panjang.
'nah selesai juga sekarang aku harus cepat sebelum Olivia datang kesini'
Iris turun dari kamarnya menggunakan kain yang sudah dibuat nya dan sampai lah dia di tanah.
'sekarang apa yang harus ku lakukan…, apakah itu kereta barang mungkin aku bisa keluar menggunakan itu'
Iris langsung berlari ke kereta barang dan langsung naik ke kereta barang tersebut.
'di mana aku harus sembunyi…, mungkin aku bisa sembunyi di dalam kotak itu'
Olivia masuk kedalam kotak tersebut dan tidak sengaja menemukan jubah yang dapat menutupi dirinya.
'mungkin jubah ini berguna agar aku tidak ketahuan orang lain'
Tiba-Tiba keretanya bergerak dan terdengar suara seseorang yang mengemudikan kereta tersebut.
'apakah kereta ini telah jalan dan di depan juga ada suara seseorang apakah itu kusirnya'
Keretanya pun sudah mulai meninggalkan istana dan masuk kawasan pertokoan.
'apa yang akan ku lakukan di sana mungkin membeli makanan akan sangat berguna'
Tiba-tiba keretanya pun berhenti.
'apakah sudah sampai kok kayaknya dekat sekali tapi tidak apa-apa yang penting sudah keluar dari istana'
Iris keluar dari kotak secara perlahan dan turun dari kereta dengan tenang agar tidak ketahuan.
'huhh…, untung selamat kalau tidak mungkin aku akan di bawa kembali ke istana'
Iris langsung lari dari kereta barang dan pergi ke tempat yang ramai orang.
'jadi ini seperti pemandangan yang terlihat dari bawah berbeda sekali dengan pemandangan dari kamar ku'
'sekarang aku akan pergi kemana dulu ya tapi aku tidak mengetahui jalan-jalan yang ada disini mungkin kalau saya mengikuti jalan utama ini saya akan sampai di tempat yang keren'
Iris berjalan mengikuti jalan utama tapi dia di lihat banyak orang sebagai orang aneh dan mencurigakan karena dia berjalan dengan menggunakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya.
'apa yang kulakukan sampai semua orang melihat ku dengan mencurigakan'
Iris tidak menyadari bahwa dia sudah sampai di alun-alun kota.
'tempat apa ini aku tidak memperhatikan jalan karena banyak orang yang melihat ku tapi apakah ini alun-alun kota'
Iris berkeliling alun-alun karena penasaran dan menemukan sebuah tempat mirip pasar.
'apakah itu pasar mungkin aku bisa menemukan makanan enak disana'
(POV OLIVIA)
setelah Olivia pergi dari kamar Iris dia berpikir bahwa Iris agak aneh hari ini karena menyuruhnya untuk tidak terburu-buru mengambil teh.
'apa yang terjadi dengan tuan putri ya tidak biasa di menyuruh ku untuk tidak terburu-buru dalam mengambil teh'
Setelah Olivia mengambil teh dia kembali ke kamar Iris dengan perlahan-lahan.
'aku harus pelan-pelan agar tidak mengecewakan tuan putri'
__ADS_1
Olivia pun sampai di pintu kamar Iris dan mengetuk pintunya.
"tuan putri saya membawakan tehnya"
Tidak ada balasan dari dalam yang membuat Olivia semakin curiga.
"tuan putri apakah anda ada di dalam"
Tapi sama saja tidak ada jawaban dari dalam, Olivia yang khawatir langsung membuka pintunya dan tidak menemukan Iris di dalam.
"kemana perginya tuan putri, apakah dia sedang jalan-jalan di istana"
"mungkin aku harus bertanya kepada yang lain"
Olivia langsung pergi mencari pekerjaan yang berada dekat kamar Iris.
"permisi, apakah kamu melihat tuan putri lewat sini"
"tidak saya tidak melihat tuan putri lewat sini"
Olivia semakin khawatir, dia langsung pergi untuk menanyakan kepada seluruh pekerjaan yang ada di sekitar Kamar Iris.
Tapi dia menemukan jawaban yang sama yaitu tidak melihat tuan putri bahkan ada yang bilang bahwa tuan putri tidak keluar dari kamar sama sekali.
Hal itu langsung membuat Olivia sangat khawatir dan langsung pergi ke kamar Iris untuk menyelidiki ke mana Iris pergi.
Setelah sampai di kamar Iris Olivia langsung melihat ke jendela yang terbuka dan menemukan kain panjang yang cocok untuk dibuat turun dari atas.
'kenapa kain panjang ini ada di sini? apakah tuan putri kabur dari istana menggunakan ini untuk turun dari kamarnya ke bawah'
'mungkin saja perkiraan ku benar dan hal ini harus di bicarakan kepada yang mulia ratu'
Olivia langsung pergi ke tempat Freya, setelah sampai di tempat Freya dia langsung memberitahu kepada Freya.
"Permisi yang mulia ratu"
"ada apa Olivia, dimana Iris"
"tuan Putri kabur dari kamarnya"
"apa!"
"tuan putri kabur lewat jendela kamar nya"
"kenapa kau tidak bilang dari tadi…, cepat kalian semua cari Iris"
"baik yang mulia"
Para pelayan dan penjaga langsung pergi mencari Iris di seluruh istana tapi hasilnya nihil Iris tidak bisa di temukan di seluruh istana.
"mohon maaf yang mulia tuan putri tidak ada di istana"
"apa! terus kemana anak itu pergi?"
"mungkin saja tuan putri pergi ke kota karena kemarin dia sangat ingin jalan-jalan di kota" kata Olivia
"benar juga cepat kalian kerahkan pasukan untuk mencari Iris"
"baiklah yang mulia"
Atas keributan yang terjadi di istana mengundang Ryan/raja, Arthur/pangeran, Aneisha/putri untuk mengetahui kenapa istana menjadi berisik.
"istriku apa yang sedang terjadi di sini?"
"Iris dia… dia kabur dari istana"
"apa!!!"
Hal itu membuat ketiga orang tersebut terkejut.
"bagaimana mana bisa Aris kabur dari istana, istana ini sudah di jaga ketat seharusnya tidak ada yang bisa keluar masuk seenaknya"kata Ryan.
"benar kata ayah dan juga apa yang membuat Iris kabur?"kata Aneisha.
"tidak tau tapi mungkin dia kabur kerena ingin jalan-jalan keluar dari istana"kata Freya.
"apa yang sekarang harus kita lakukan?"kata Arthur.
"sekarang kita harus mencari Iris juga karena tadi ibunda sudah mengerahkan pasukan untuk mencari Iris"
"tapi yang bisa pergi hanya Arthur dan Aneisha, ayah dan ibunda masih punya banyak kerjaan" kata Ryan.
"baiklah serahkan saja tugas ini kepada kami" kata Arthur dan Aneisha.
(POV IRIS)
Aku sekarang sedang berada di kios makanan dan sedang membeli sate daging yang mana harganya sangat murah yaitu 5 tembaga kecil.
Jika kalian bertanya bagaimana sistem keuangan disini keuangan disini sama seperti cerita fantasi lain yaitu:
- tembaga kecil
- tembaga besar
- perak kecil
- perak besar
- emas kecil
- emas besar
- platinum
Biasanya untuk kehidupan 1 bulan keluarga biasa hanya memerlukan perak besar dan jika berkerja menjadi petualang maka yang bisa didapatkan sekitar perak kecil.
Setelah membeli makanan aku langsung jalan-jalan kembali dan tidak sengaja menemukan seorang anak kecil yang sedang duduk dipinggir jalan, aku pun menghampiri anak tersebut.
"halo…, apa ada yang bisa aku bantu?"
"hmm…, kakak apa kah kakak memiliki makanan aku lapar?"
"makanan… apakah ini tidak apa-apa?"
"tentu saja tidak apa-apa"
Aku langsung memberi makanan yang tadi ke anak tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada suara berisik dari alun-alun kota, aku yang penasaran langsung pergi kesana dengan mengajak anak tersebut terbuka agar aku bisa membelikannya makanan.
"permisi-permisi bisa kah aku lewat" aku yang kesusahan untuk menuju ke depan dari kerumunan ini.
Setelah sampai di depan aku di kejutkan oleh pasukan kerajaan dan kak Aneisha yang sedang memberi tau untuk menemukan seorang.
'apa yang di lakukan oleh kak Aneisha dan pasukan kerajaan disini?'
"para warga sekali mohon bantuannya jika kalian bisa menemukan seseorang dengan ciri ciri seperti ini maka beritahukan kepada kami dan kalian akan mendapatkan hadiah" kata Aneisha sambil mengangkat foto seseorang.
'jika di lihat lebih dekat foto itu bukannya aku…, apa mereka ada disini untuk membawa ku pulang'
Ketika aku mau pergi dari tempat ini aku dan anak yang aku bawa terdorong kedepan.
"awas tuan putri!"kata seorang kesatria kerajaan dan langsung berdiri di depan Aneisha.
"apa yang kau lakukan sampai terjatuh kesini?"
"ma… maafkan kami ka! ehem maafkan kami tuan putri"
"baiklah saya maafkan tapi bisa kah kamu membuka jubahmu?"
"maafkan saya tuan putri tapi saya tidak bisa memperlihatkan wajah saya di depan umum"
"baiklah……, tangkap mereka!"
"apa!!!"
Sebelum Iris bisa bergerak untuk lari mereka sudah ditangkap oleh pasukan kerajaan.
"apa yang sudah kami lakukan sehingga kamu bisa menangkap kami?"
"kamu terlihat mencurigakan dan juga kau seperti sedang menculik seorang anak kecil"
"mana mungkin aku menculik anak kecil aku hanya membantu anak ini"
"tapi kau terlihat mencurigakan ketika mengenakan jubah tersebut jadi kau harus memperlihatkan wajah mu agar kami percaya kau bukan orang jahat"
'bagaimana ini jika mereka membuka jubah ku maka aku pasti akan ketahuan tapi jika aku tidak membuka jubah ku pasti urusannya lebih panjang'
"baiklah silahkan buka jubahku"
"kalian buka jubahnya!"perintah Aneisha.
"baik tuan putri"
Mereka langsung menghampiri Iris untuk membuka jubahnya, ketika mereka membuka seluruh jubah yang menutupi kepala nya mereka di kejutkan oleh orang yang memakai jubah tersebut.
"apa! tuan putri Iris" kata penjaga yang terkejut.
"wah wah, siapa yang yang kita temukan disini"kata Aneisha.
"kak Aneisha bagaimana cara kamu bisa tau kalau orang yang memakai jubah adalah aku?"
"tentu saja ketika kau hampir mengucapkan KAK dan cara berbicara mu mirip dengan Iris"
"hanya itu saja"
"ya, baiklah bawa Iris dan anak itu ke istana" perintah Aneisha kepada pasukan.
"baiklah tuan putri"
Mereka langsung menaiki kereta kuda menuju istana.
(SKIP)
Setelah sampai di istana Iris langsung di bawa ke kamar nya dan di jaga ketat oleh penjaga.
"sekarang kau tunggu disini aku akan panggil ibunda dan ayah" kata Aneisha.
Setelah Aneisha pergi Iris langsung pergi untuk tidur karena dia sedang mencari alasan agar tidak dimarahi oleh ibunda.
'apa yang harus aku katakan agar ibunda tidak marah'
Tiba-tiba saja pintu nya di buka dengan cepat oleh seseorang yaitu Freya.
"ibunda!!"
"sayang…, apa yang membuatmu kabur dari istana?"
"hmm… aku hanya bosan di Istana terus"
"jadi hanya karena Iris bosan di istana Sampai kabur"
"iya ibunda"
"baiklah karena Iris sudah ada disini sekarang saatnya hukuman dan hukumannya adalah Iris akan di jaga ketat oleh penjaga"
"apa!! tapi jika ada penjaga yang menjaga ku maka kebebasan ku akan berkurang"
"itulah niat ibunda dan juga agar Iris tidak kabur lagi, mengerti"
"ya aku mengerti"
"karena sudah mengerti ibunda pergi dulu"
Freya keluar dari kamar Iris dan meninggalkan Iris di kamarnya sambil menangis.
.
.
.
. BERSAMBUNG…
.
.
.
...*mohon maaf*...
...jika cerita nya gak dapat dimengerti karena...
...ini adalah novel pertama saya**....
__ADS_1