
.
.
.
. selanjutnya...
.
.
.
Keesokan harinya Iris bangun dari tidur nya yang mana di kamar nya sudah terdapat para pelayan yang siap untuk menjaga Iris.
"hoamm, apakah ini sudah pagi?"
"benar, tuan putri sekarang sudah pagi"
Iris pun bangun dari tidur nya dan langsung turun dari ranjang tidur nya.
"apa yang akan saya lakukan nanti ya" ucap iris dengan perlahan tapi sayangnya hal itu masih terdengar oleh olivia.
"hari ini anda tidak di perbolehkan keluar dari kamar kecuali untuk makan dan mandi untuk sisanya anda akan tinggal di Kamar"
"apa!!!, kenapa saya tidak di perbolehkan keluar dari kamar bukankah kemarin kata ibunda saya hanya harus di jaga ketat oleh penjaga?"
"anda tidak di perbolehkan keluar dari kamar karena ini merupakan perintah dari yang mulia ratu yang mana hal ini merupakan hukuman tambahan untuk anda karena kabur dari istana"
"benarkah…,tapi apakah saya tidak di perbolehkan keluar dari kemar sedikit saja seperti pergi ke perpustakaan atau pergi ke taman?"
"tidak boleh!" bentak Olivia
"anda tidak di perbolehkan keluar dari kamar meski hanya sebentar apalagi jika anda pergi perpustakaan anda akan membaca buku dengan sangat lama dan jika anda pergi ke taman maka anda bisa saja kabur lagi ketika para penjaga lengah, jika anda mau membaca buku anda bisa menyuruh pelayan untuk mengambilkan buku dari perpustakaan"
"baiklah" kata Iris dengan lemas
Setelah itu Iris pergi ke kamar mandi sambil di ikuti oleh pelayan dan penjaganya.
(Skip setelah mandi)
Habis mandi Iris langsung kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya ke gaun.
Setelah mengganti bajunya Iris langsung turun ke ruangan makan karena keluarganya sudah menunggu.
Sesampainya di ruang makan Iris masuk ke ruang makan seperti biasa yaitu pintunya di bukan oleh penjaga dan di sebutkan namanya.
Ketika Iris masuk di dalam ruang makan hawanya terasa mencekam.
'Ada apa dengan suasana makan hari ini udara di sini terasa sangat mencekam'
Tiba-tiba Iris di panggil oleh Freya.
"Iris cepat duduk di sini"
"ba~baiklah" jawab Iris dengan ketakutan
Iris langsung duduk di tempat yang ditunjukkan oleh Freya.
"Iris…, kenapa kemarin kamu kabur dari istana?" kata Ryan sambil mengeluarkan tekanan pada suaranya.
__ADS_1
"eh!, i~itu karena di istana ini sungguh membosankan aku hanya ingin melihat bagaimana keindahan dari dunia luar" jawab Iris dengan percaya diri.
"apakah karena bosan kau bisa kabur dari istana seperti itu, kamu adalah seorang putri yang mana perilaku mu harus lemah lembut bukan nya kabur lewat jendela dan lari-lari jika sifat mu seperti ini bagaimana bisa kamu menjadi seorang putri dari kerajaan ini" ucap Ryan sambil marah.
"ta~tapi kan ayah di istana ini memang membosankan tidak seperti di kota yang mana sangat menyenangkan" ucap Iris sambil ketakutan.
"kamu bisa keluar dari istana ini jika sudah dewasa, jadi sampai kamu belum dewasa kamu harus tetap di istana, mengerti!"
"baiklah…"
"karena Iris sudah di nasehati sekarang adalah waktunya makan, jadi tidak ada yang boleh marah-marah sambil mengeluarkan tekanan yang menakutkan, YA kan…" ucap Freya sambil tersenyum menyeramkan.
"YA" kata semua orang yang berada di meja makan sambil berkeringat.
Mereka pun akhirnya makan dengan tenang sampai tidak ada suara satu pun.
(Skip setelah makan)
Setelah makan Iris langsung pergi ke kamar nya tapi ketika di jalan di bertemu dengan anak yang dia berikan makanan di kota.
'bukan kah itu anak yang aku berikan makanan kemarin, apa yang dilakukan disini apa mungkin dia bekerja di sini sebagai pelayan'
Iris langsung menghampiri anak tersebut.
"halo" ucap Iris sambil tersenyum.
"tu-tuan putri" ucap anak tersebut sambil terbata-bata.
"Apakah kamu sekarang berkerja di sini?"
"I-Iya, sa-saya se-sekarang be-bekerja di si-sini se-sebagai pe-pelayan"
"I-Iya, na-nama saya adalah Caitlin callista anda bisa memanggil saya dengan Cait saja"
"hmm, nama yang bagus baiklah sekarang silahkan lanjutkan pekerjaan mu"
"baiklah tuan putri"
Caitlin langsung pergi meninggalkan Iris untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pelayan.
'jadi anak itu bernama Caitlin tapi apakah istana ini boleh memperkerjakan anak sekecil dia' pikir Iris
Mereka pun akhirnya sampai di kamar Iris.
"hahh, Di sini sangat membosankan hal yang bisa aku lakukan hanyalah membaca buku yang di ambil kan oleh pelayan walaupun aku bisa membaca buku tapi aku tidak bisa memilih buku sendiri" kata Iris.
'mungkin jika aku menyuruh Olivia untuk bicara kepada ibunda agar aku di perbolehkan pergi ke perpustakaan dan ke taman tidak apa-apa'
Iris pun memanggil Olivia untuk mendekati nya.
"Olivia bisakah kau beritahu ke ibunda agar meringankan hukumanku seperti di perbolehkan pergi ke perpustakaan dan taman?"
"mengapa anda ingin hukuman anda di ringankan apakah anda sudah bosan tinggal di kamar dalam waktu lama"
"ya, di sini sungguh sangat membosankan tidak ada hal yang menarik di sini"
"tidak seperti di perpustakaan di mana saya bisa memilih buku sendiri"
"tapi bukankah Anda bisa menyuruh pelayan untuk mengambilkan buku yang ingin di baca oleh anda"
"walaupun aku bisa menyuruh pelayan tapi aku tidak tau ada buku apa saja di perpustakaan"
__ADS_1
"hmm…, kalau begitu kenapa anda tidak meminta maaf kepada yang mulia ratu dan meminta untuk memaafkan anda tuan putri"
"benar juga tapi bagaimana caranya aku menemui ibunda sedangkan aku tidak boleh keluar dari kamar"
"kalau begitu saya akan meminta izin ke pada yang mulia ratu agar anda di izinkan untuk menemui yang mulia"
"baiklah kalau begitu, kamu cari ibunda dan beritahu kepada ibunda bahwa saya ingin bertemu dengan ibunda untuk meminta maaf"
"siap! tuan putri kalau begitu saya pamit untuk menemui yang mulia ratu"
(POV OLIVIA )
Saat ini saya sedang pergi untuk mencari yang mulia ratu untuk memberi tau kepadanya bahwa tuan putri ingin bertemu dengan yang mulia ratu.
Ketika di tengah jalan saya bertemu dengan anak yang di selamat kan oleh tuan putri.
"halo, nama anda Caitlin kan?"
"i~iya"
"kau mau pergi kemana?"
"sa~saya mau pergi ke perpustakaan untuk membersihkan tempat tersebut"
"ohhh baiklah dan apakah kamu tau dimana yang mulia ratu berada?"
"yang mulia ratu saat ini sedang berada di ruang kerjanya memangnya kenapa anda mencari yang mulia ratu"
"saya mencari yang mulia kerena ingin menyampaikan pesan dari tuan putri dan terimakasih sudah memberitahu"
"sama-sama"
Olivia pergi dengan cepat menuju ruang kerja Freya.
'memangnya apa yang ingin di sampaikan olehnya sampai harus pergi secepat itu'
.
.
.
. BERSAMBUNG...
.
.
.
...*mohon maaf*...
...jika cerita nya gak dapat dimengerti karena...
...ini adalah novel pertama saya...
......dan......
...selamat menjalani ibadah puasa...
...*bagi yang melaksanakannya*...
__ADS_1