
Mona cucu Ibrahim ia mempunyai anak 2 semuanya laki laki, dari Gunawan mempunyai anak 2 juga yang satu Mona sedang kan yang laki laki masih di bangku kelas 1 sma anaknya yang pertama nya mempunyai sahabat bernama Bahar gustofa anak dari Alfin gustofa
bersama Alfin gustofa memang sudah berniat menjodohkan cucu mereka jika sudah besar nanti saat mengetahui cucu Alfin laki laki, cuma sayang pernikahan anak dari miliarder Alfin gustofa tidak direstui oleh Alfin karna beliau tahu bahwa menantunya seorang buruh pabrik yang dikelola oleh anaknya Bahar gustofa dari sini lah permasalahan antara Alfin dan istrinya mama dari Bahar yang tidak menyetujui pernikahan anak mereka
Bahar dan Ningsih pergi dari kehidupan yang serba gemerlap nya kota metropolitan dan mengungsi di pedesaan yang serba asing bagi keduanya dan anak semata wayang mereka yang bernama Aris Setiawan dan tidak menyematkan nama gustofa di belakang nama Aris
kakek Alfin tak sengaja ingin pergi jalan jalan ke taman kota diwaktu sore hari dan dihantarkan sopir dan minta ditinggalkan sendirian, Aris tak sengaja melihat ada seorang kakek yang sedang merenung di taman dan memegang perutnya karna lapar, kakek Alfin pun menyadari bahwa ia belum makan siang dan sore ini baru merasakan lapar karna kesibukannya yang padat
kakek lapar, tanya Aris
iya nak kakek sangat lapar karna kakek belum makan siang dari tadi cuma kakek tidak punya apa apa dan kakek lupa membawa hp untuk menghubungi supir dan ajudan kakek
kakek mau pinjam uang mu boleh tidak, boleh kek kebetulan saya lagi punya uang dan kakek mau kemana kebetulan saya mau ke tukang bakso yang di ujung sana kakek mau ke sana juga atau tidak
mari kita makan bakso yang disana ucap kakek Alfin padahal kakek Alfin tidak suka makan bakso, cuma ia merasa ada keterikatan dengan pemuda yang baru saja menolongnya, kakek Alfin pun mau makan juga itu bakso hingga ludes
oh iya siapa namamu nak tanya kakek Alfin
__ADS_1
nama saya Aris kek, ucap Aris
kamu dari mana nak
baru pulang dari kampus kek
oh mahasiswa to
tuan kami cari cari dari tidak keliatan ternyata lagi makan bakso disini kata sopir dan ajudan kakek Alfin
oh iya saya pamit dulu ya kek, buru buru amat nak Aris
makasih ya baksonya nak Aris
iya kek sama sama
lalu Aris pun meninggalkan kakek Alfin dan juga ajudan nya karna akan memasuki waktu kerja Aris di restoran sudah hampir tiba takut telat sehingga kakek Alfin pun memandangi kepergian Aris
__ADS_1
mari kita ke restoran dulu untuk mengecek ariskeuangan disana ucap kakek Alfin
mari tuan kita ke sana dulu bentar lagi mau magrib ntar nyonya besar marah marah lagi kalo tuan telat pulang nya
Aris enak banget jadi kamu tu ya baru juga tiga bulan kerja disini udah telat yang ke berapa kali kamu manager Handoko memarahi Aris karna telat setengah jam yang lalu
maaf pak saya gak akan telat lagi pak saya janji
janji janji melulu kamu yang ke berapa kamu janji, kamu telat yang terakhir kali nya ya Aris emang restoran ini punya nenek moyang kamu apa suka suka kamu datang telat kalo punya kakek kamu gak masalah datang telat
sudah pergi dari sini, sambil melambaikan tangan kerja sana kata manager
baik pak saya janji gak akan telat lagi
Aris pun melanjutkan pekerjaan nya sedang kan kakek Alfin pun memasuki kantor manager Handoko dan melihat seorang pemuda keluar dari kantor manager dengan wajah yang menunduk kayaknya kenal pemuda ini batin kakek Alfin
Joko selidiki anak muda yang menolong ku tadi ya
__ADS_1
baik tuan akan kami selidiki siapa pemuda itu sebenarnya