Romantic Vampire

Romantic Vampire
Romantisme makhluk penghisap darah


__ADS_3

BAB VI


Romantisme makhluk penghisap darah


"Malam ini aku harus menemui dia, aku harus mendapatkan penjelasan yang lebih detail tentang masalah ini." Ucap Grace dalam hati.


Malam hari Grace bersiap menuju hutan untuk menemui Lucas, saat memastikan kakek dan nenek nya sudah tertidur Grace segera menyelinap keluar. Saat membuka pintu rumah betapa terkejutnya dia mendapati Lucas sudah berdiri di depan pintu dengan tatapan dinginnya.


Lucas : "bukankah sudah kubilang untuk tetap tinggal di sini saja?"


Grace : "heh bagaimana kamu tau aku akan pergi ? Apa kau berjaga sepanjang waktu di rumahku??".


Lucas : "


lucas : "hmm.. kau tau sejak ku hisap darah mu aku selalu tau apa yang kau lakukan dan pikirkan."


Grace : "hah?? Ini benar benar tidak masuk akal. Ini nyata kah?"


Grace : "Oke masuklah ada banyak yang ingin aku tanyakan."


(Berjalan masuk menuju kamar Grace)


Grace : Huh terlihat sekali kamu sudah hafal rumah ini, hey apa kamu juga menghisap darah kakek dan nenek ku?"


Lucas : "Ha haha tentu saja tidak, bisa kehabisan darah kalo kami meminum darah para manula."

__ADS_1


Mereka berdua berbincang hingga tengah malam. Tiba tiba tenggorokan Lucas terasa terbakar.


Lucas : " Argggggggg . ".


Grace : " Hey hey ini kenapa ini kenapa?".


Lucas : "Argggggggg aku melewatkan malam makan beberapa malam kemarin, sepertinya tubuhku kelaparan."


Grace : " aduh... Gimana ini... Apa kamu mau daging mentah?"


Lucas : " Hey kau kira aku zombie hah?


" Arrggggh suara erangan Lucas semakin keras."


Tanpa menunggu lama Lucas langsung menghisap leher Grace dengan taringnya.


"Aaaahhhh" seru Grace sambil menggigit bibir nya karena merasakan sakit yang luar biasa.


Beberapa menit Lucas segera menjauhkan taringnya dari kulit Grace.


Lucas : "ohhh thanks ... Ini akan jadi yang terbaik aku menghisapnya darah mu."


Grace : "hhhmmm ohh iyaaa.. "


Seketika Grace ambruk pingsan di pangkuan Lucas. Mata Lucas menatap wajah wanita dipangkuannya. "Kau pasti lemas, okee aku akan biarkan kau istirahat."

__ADS_1


Lucas membopong tubuh Grace ke ranjang. Di pandangi nya lagi, begitu seterusnya sampai hari hampir pagi. Segera Lucas pergi dari kediaman Grace. Tak lupa dia meninggalkan setangkai mawar merah di sebelah tubuh Grace yang tertidur lemas.


suara kicau burung membangunkan Grace. ahhh sepertinya aku tertidur semalam. saat membereskan ranjangnya dia menemukan setangkai mawar dari Lucas. "hmmmm beginikah rasanya di kasih bunga, rasanya ada yang mengembang di dada yah" ucap Grace sambil tersenyum.


pagi ini Grace terasa sangat lapar. mungkin karena energi nya habis semalam. "kapan dia pulang yah semalam, huhh pergi tanpa bilang terima kasih kek... padahal aku udah bagus kasih darah berharga ni". gumam Grace


" kamu bilang apa Ce? " tanya nenek Grace. yah Cece adalah panggilan kecil Grace. "eh gak nek... cuma ngelantur aja.. oia nek dulu nenek ketemu kakek langsung jatuh cinta gitu?" ucap Grace


"hahhaha ... apa kamu sedang naksir seseorang?? dulu Kakek mu yang ngotot ngejar-ngejar nenek loh." jawab nenek Grace sambil membuat Nasi goreng untuk sarapan.


"duh.. apaan ini pagi pagi ngomongin kakek?". datang kakek Grace tiba tiba


"ini kek kata nenek kakek dulu ngejar ngejar nenek pas muda ..heee" ucap Grace


"ha ha ha..itu si emang Ce.. tapi lama lama juga nenekmu yang klepek klepek sama kakek.". jawab kakek Grace sambil menyeruput kopinya.


"sudah sudah ayok kita sarapan dulu" sela nenek Grace.


"ting nong Ting nong*


suara bel berbunyi...


siapa yang bertamu sepagi ini yah... semua bertanya tanya.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2