
...Dear Diary...
Hari ini begitu menyakitkan bagiku, mengapa aku divonis menderita penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan, Aku Benci itu...
...Dear Diary...
Kenapa penyakit ini membuat aku menjadi cengeng dan penakut, takut tidak akan bisa berkumpul bersama dengan mereka lagi...
...Dear Diary...
Aku sudah tidak sanggup lagi, penyakit ini sudah memasuki stadium akhir. Aku hanya bisa pasrah menunggu kapan waktunya sang pencipta memanggilku
...*Dear Diary...
Mama, Papa, Acha, Naya Aku sangat menyayangi kalian. Aku takut, takut pada saat aku tidur, aku pergi begitu saja sendirian tanpa seorang pun di sampingku. Tuhan terima kasih karena engkau masih memberikan ku waktu yang cukup lama untuk bisa bersama orang-orang yang begitu menyayangiku*...
...----------------...
__ADS_1
Menangis serta menulis semua rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya, hanya itu yang bisa dilakukan gadis cantik yang rapuh tanpa harapan. Dulu sewaktu dia belum divonis penyakit Leukimia, dia adalah gadis yang sangat ceria dan sangat jarang bersedih. Karena dia dilahirkan di keluarga yang penuh kasih sayang, namun semenjak dia mengetahui tentang penyakitnya, dia pun menjadi gadis yang pemurung dan seringkali menangis.
Dikamar yang dihiasi dengan warna serba biru, terlihat gadis cantik bernama Nada Clarissa Putri yang memiliki paras wajah yang cantik dengan mata hazel, rambut pendek lurus tergurai indah dan berkulit putih, namun berwajah pucat sedang tiduran diatas tempat tidurnya dengan selang infus yang setia menempel dipergelangan kirinya.
"Please mah! Izinkan Nada sekolah, Nada capek harus tiduran terus!" Ucap Nada lemah tampak dari wajah dan bibirnya yang pucat, sambil meneteskan air mata.
"Nada, kamu taukan Nak mama sama papa melakukan ini semua untuk kesembuhan kamu, kamu lagi sakit sayang, Mama nggak mau kamu kecapekan" Ucap mama seraya menghapus air mata Nada.
"Tapi Mah, Nada mau kembali sekolah dan mau belajar lagi bersama teman-teman" Jawab Nada masih dengan tangisannya
"Serius pa? Nada janji Pa, akan selalu ingat pesan Papa" Senyum Nada
"Tapi Pa, apa tidak membahayakan kondisi Nada? Mama tidak setuju!!" Bantah Mama sambil menatap tajam ke arah Papa
"Ma, Mama tenang saja. Jika ini bisa membuat Nada bahagia, kenapa tidak kita wujudkan? Papa yakin Nada tidak akan kenapa-napa" Jawab Papa sambil meyakinkan Mama
"Ma Please, Nada mohon izinkan Nada sekolah" Bujuk Nada memelas sambil menggenggam tangan Mama
__ADS_1
"Ya sudah, tapi Nada harus ingat pesan Papa ya sayang, ingat jangan kecapekan ya" Jawab Mama seraya mencium puncak kepala Nada
"Makasih Ma, makasih Pa" Ucap Nada senang seraya merentangkan tangannya untuk dipeluk kedua orang tuanya. Dan langsung disambut oleh pelukan hangat kedua orang tuanya
Inilah keluarga Nada mereka tidak pernah bisa melihat putri semata wayangnya bersedih, karena permintaan apapun jika mereka bisa mewujudkan nya, pasti akan mereka wujudkan. Nada adalah harta yang paling berharga bagi kedua orang tuanya, karena tanpa adanya Nada disisi mereka mungkin kehidupan mereka tidak akan sesempurna sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca, semoga suka ya 🙏. jangan lupa like dan comentnya selesai membaca ya Gomawo, saranghae