Saat Kau Pergi

Saat Kau Pergi
Kenapa Harus Nada


__ADS_3

Sudah hampir satu tahun mereka bersama, tak disangka dalam waktu yang sebentar Nada dan Shaka sudah sangat dekat sekali, mereka di ibaratkan seperti Lem. Karena dimana ada Nada disitu juga ada Shaka.


Namun sepertinya penyakit Nada sudah tampak menggerogoti tubuhnya, dilihat dari rambutnya yang dulu terurai panjang sekarang menipis karena rontok akibat kemoterapi, dan tubuhnya kurus tidak berisi seperti dulu lagi.


Disekolah tidak ada yang mengetahui tentang penyakitnya kecuali Naya dan Acha beserta para guru, Yang Shaka tau rambut Nada rontok karena pengaruh Shampo


"Dorrr" Ucap Shaka mengagetkan Nada Yang sedang menulis ditaman


"Hahaha aku nggak kaget lagi wleek" Ledek Nada sambil memeletkan lidah ke arah Shaka


"Oh ya" Ucap Shaka sambil menggelitiki pinggang Nada


"Haha udah dong Ka, geli tau" Ucap Nada kegelian


Tiba-tiba darah segar mengalir dari hidung Nada


"Nad kok hidung kamu berdarah" Panik Shaka sambil menghapus darah dihidung Nada


"Aku gapapa kok, ini cuma mimisan aja" Ucap Nada seraya menjauhkan tangan Shaka dari hidungnya.


"Ya allah aku mohon jangan sekarang" Batin Nada dalam hati. Wajah Nada berubah pucat, Tangan dan kaki nya dingin, dan keringat dingin mengalir deras ditubuhnya.

__ADS_1


"Nad kamu kenapa sih, jujur dong" Ujar Shaka panik


"Aku gapapa Ka" Ucap Nada sambil berdiri dan ingin meninggalkan Shaka, Namun karena sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya akhirnya Nada pun pingsan


"Nada!!" Teriak Shaka sambil menahan tubuh Nada yang akan jatuh



Dengan sekuat tenaga Shaka berlari menggendong Nada untuk membawa ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit Nada langsung dilarikan keruang UGD, Shaka pun segera menelpon orang tua dan sahabat-sahabat Nada, Mereka segera menyusul Shaka ke rumah sakit.


"Nak Shaka bagaimana keadaan Nada ?" Tanya Mama Nada panik


Semuanya hanya bisa menunggu akan kondisi Nada sekarang, Mama Nada tidak berhenti-henti nya menangis dipelukan suaminya. Termasuk Acha dan Naya yang hanya terdiam dan menangis tanpa berbicara apapun. Sedangkan Shaka hanya terdiam terpaku dengan menundukkan kepalanya.


1 jam kemudian dokter pun keluar dari ruang rawat Nada dengan ekspresi yang tak menentu.


"Dok, bagaimana keadaan putri saya" Tanya Papa Nada khawatir dan berusaha terlihat kuat untuk tidak menangis


"Maaf pak, sepertinya harapan yang kita tunggu selama ini sulit untuk terwujud, dimana keadaan Nada sudah sangat lemah. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin" Ujar dokter menerangkan

__ADS_1


"Sabar ya pak," Ucap dokter lagi sambil menepuk pelan pundak Papa Nada dan berlalu pergi.


"Nggak mungkin, pasti dokter bohong. Nada itu sehat dok" bentak Shaka sambil mencengkram kerah baju dokter


"Hentikan Shaka" Bentak Papa Nada.


"Nada memang sudah lama sakit, dan Nada sudah cukup kuat menghadapi penyakitnya selama ini, mungkin sekarang waktunya kita untuk melepas Nada" Ucap Papa Nada melemah sambil memeluk istrinya yang masih menangis, Seketika Shaka pun melepaskan kerah baju dokter.


"Nggak Om, Om pasti bohong kan. Tadi saja Nada masih sehat Om, itu cuma mimisan biasa aja Om" Bantah Shaka tidak percaya


"Shaka, Nada itu menderita penyakit Leukimia atau sering disebut Kanker Sel darah putih, Waktu pertama kali kalian bertemu waktu itu. Penyakit Nada sudah memasuki Stadium 3" Jelas Naya seraya menyentuh pundak Shaka untuk menguatkannya


"Iya Ka, Nada yang minta kita semua buat merahasiakannya dari kamu, dia nggak mau kamu sedih dan tidak bisa menerima kalau dia sakit" Sambung Acha terseduh-seduh


"Ya Tuhan kenapa harus Nada" Teriak Shaka seraya memukulkan tangannya ke tembok rumah sakit


"Shaka hentikan, sekarang lebih baik kita masuk ke ruang rawat Nada" Ajak Acha sambil menuntun Shaka masuk keruang rawat Nada menyusul orang tua Nada yang terlebih dahulu sudah masuk, dan disusul Naya


-------


Terima kasih semua, sudah membaca

__ADS_1


besok chapter terakhir nya.. emang cerita nya rada pendek ya teman-teman dimaklumin ya


__ADS_2