
"Sahabat bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun."
~Rasyani Putri~
————————————————————
"Uhuk uhuk" batuk seorang wanita.
'Gara-gara kejebur gua jadi batuk, mana puyeng banget ni kepala'.
Wanita itu turun dari ranjang dengan selimut yang melilit di tubuhnya.
"BI Roh tolong buatin bubur ya, Rasya lagi gak enak badan" ya wanita yang sakit itu Rasya.
"Non Rasya sakit apa" tanya bi Roh perhatian.
"Cuman demam biasa kok bi. Nanti buburnya anter ke kamar aja ya bi, Rasya mau istirahat lagi" kata Rasya.
Sedangkan di sekolahan tempat Rasya bersekolah. Para sahabat nya kebingungan karena dia tidak masuk sekolah.
"Si Rasya ke mana ya, kagak nampak batang hidungnya" ucap Vinda sambil memperhatikan pintu kelas.
"Entah tu, di grup juga gak ngabarin" saut Helsya.
"Mungkin ada urusan keluarga" timpal Nasya yang sedang membaca novel.
__ADS_1
"Em iya paling. Ku baca apa Nas" tanya Helsya.
"Baca novel" jawab Nasya cepat.
"Kantin yok, kayaknya buk Tuti gak datang deh. Laper banget gua tadi lupa sarapan" ajak Vinda.
"Perhatian hari ini Bu Tuti tidak datang karena sakit. Jadi kita di kasih tugas untuk meringkas buku bab 2" ucap ketua kelas saat masuk ke kelas.
"Tuh kan betul kata gua. Bu Tuti tu gak masuk" seru Vinda.
"Lu ikut gak Nas" tanya Helsya.
"Let's go" ajak Nasya sambil memegang pundak sahabatnya.
Di rumahnya Rasya sedang memakan bubur buatan BI Roh, dia makan dengan lahap karena dari semalam dia belum makan.
"Laper bi. Tadi malem Rasya gak makan" saut Nasya dengan mulut yang penuh dengan bubur.
"Haha non ada aja. Kalau kurang boleh nambah kok, bibi tadi buatnya banyak. Spesial untuk non Rasya seorang" ucap bibi dengan tertawa kecil.
"Ah bibi ini bikin hati Rasya melayang-layang di awan" jawab Rasya sambil tertawa keras.
"Non udah izin gak masuk sekolah kan" tanya bibi.
"Astaghfirullah. Rasya lupa bi" Rasya segera mengambil hp nya dan mencoba menghubungi nomor sahabatnya. "Ah sial gak ada yang jawab. Bisa-bisa di Alfa sama Bu fajar" ucap Rasya frustasi.
__ADS_1
"Gimana non bisa di hubungi gak temen-temen nya" tanya bi Roh.
Rasya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gak ada yang jawab BI. Bibi jangan kasih tau mama sama papa ya. Nanti uang jajan Rasya di potong" ucap Rasya memohon.
"Tenang aja non. Rahasia non bakal aman sama bibi" ucap bibi sambil menutup mulutnya.
"Ah bibi pahlawan ku. Makasih ya bi, makin sayang sama bibi" kata Airin sambil memeluk manja pada BI Roh.
BI Roh tersenyum melihat tingkah anak majikannya yang sangat manja. Dia sudah menganggap Rasya sebagai anaknya. Karena Rasya adalah anak yang baik di matanya.
"Bibi juga sayang sama non Rasya" kata bi Roh sambil membalaskan pelukan Rasya.
Kembali ke sekolah. Terlihat tiga gadis masih setia duduk di kantin sekolahnya, tanpa memperdulikan bel yang berbunyi.
"Bolos yok. Gua ada feeling gak enak tentang Rasya" ucap Helsya sambil menatap ke arah langit.
"Boleh juga, mumpung sekarang pelajaran penjas. Jadi kita bisa bolos tanpa ketahuan" usul Vinda.
Nasya berdiri dari duduknya.
"Buruan biar gak kelamaan sampai di rumah Rasya" ucap Nasya cepat.
Mereka bertiga memutuskan untuk bolos sekolah agar bisa memastikan keadaan Rasya.
__ADS_1
Maaf kan author ya ceritanya gak nyambungggggggg..... Perilaku mereka bertiga jangan di tiru ya, ini cuman khayalan author aja..