Sahabat Jahanam

Sahabat Jahanam
kocak


__ADS_3

"Non sama temennya nonton apa" tanya bi Roh dari belakang. Keempat gadis itu langsung melihat ke belakang sambil membelalakkan matanya.


"Hmm anu BI kami nonton film hantu kok" ucap Rasya gugup. "Cepet matiin" bisik nya pada Helsya.


"Kok nggak ngajak bibi" tanya bi Roh


"Tadi kan bibi lagi sibuk di dapur. Jadi gak di ajak deh" ucap Nasya santai.


"Oh gitu ya non. Ya udah sekarang pada makan dulu, bibi udah masak makanan enak" ajak bi Roh.


"Deg-degan gua. Dah kayak mau copot jantung gua" kata Helsya sambil memegangi dadanya.


"Lu sih ngasih film yang begituan. Untung aja tadi dah selesai" ucap Rasya sambil berjalan mendahului sahabatnya.


"Ayo non ngapain pada berdiri di situ. Mau pada main diam-diaman ya" ucap bi Roh.


"Enggak kok bi" ucap mereka kompak.


Mereka makan dengan sangat lahap, serasa dunia ini milik mereka.


"Enak banget masakan bibi" puji Helsya.


"Hehe si non bisa aja" ucap bi Roh malu.


"BI bisa di bungkus gak. Mau Vin Bawak pulang buat makan malam" celetuk Vinda sambil memakan ayam goreng.


"Bungkus semua Bawak pulang" cibir Nasya.


"Di rumah lu kan juga banyak makanan Vin. Ngapain juga bungkus makanan rumah gua" ucap Rasya ketus.


"Ye sewot aja lu Ras. BI Roh aja gak protes, yakan BI" kata Vinda.

__ADS_1


"Apa ya non, bibi gak mudeng" ucap bi Roh sembari menggaruk kepalanya.


"Gak ada bi. Tadi ada nyamuk makan cicak" ucap Vinda asal.


"Lah ke balik non. Biasanya kan cicak yang makan nyamuk" kata bi Roh bingung.


"Gak usah di tanggapin bi. Si Vinda memang agak kurang" saut Helsya.


"Bisa ae lu mang".


"Setel musik napa. Sunyi betul kayak di kuburan" kata Nasya.


"Bentar girls, gua ambil dulu alatnya di kamar".


*Bang Jali, bang Jali, orang terlanjur kaya


Bang Jali, bang Jali, terkenal sedunia


Bang Jali, bang Jali, bagi dong sawerannya


Bang Jali banyak uang, orangnya yang dermawan


Bang Jali, ayo goyang sampai pagi asal tahan


Bang Jali memang tampan, wajahnya yang rupawan


Bang Jali, ayo goyang sampai pagi asal tahan*


"Goyang mang" teriak Rasya.


Mereka bertiga melongo melihat Rasya yang membawa soundsystem besar. Kayak tukang dangdut keliling gitu, bawa soundsystem besar.

__ADS_1


"Mau ke mana lu bawa soundsystem sebesar itu" tanya Helsya tak percaya.


"Mau keliling komplek, mana tau ada yang nyawe. Lumayan uangnya buat shopping" ucap Rasya cekikikan.


Para sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Rasya yang ada kekurangan nya.


"Ada apa ini ribut-ribut" tanya bi Roh yang baru sampai.


"Gak ada bi. Tadi cuman nyetel lagu aja" ucap Rasya.


"Ya ampun non. Bibi pikir tadi ada hajatan di komplek, makanya bibi lari mau ikut joget" kata bi Roh.


"Hehehe, emang suaranya gede ya bi" tanya Vinda polos.


"Bukan gede lagi non, tapi udah nenek moyangnya gede" ucap bi Roh mengundang tawa.


"Huahahahha bibi bisa aja kalau bercanda. Uh sakit nya perutku" ucap Helsya masih di selingi tawanya.


"Bibi Lo kocak Ras. Baru tau kalau bi Roh kocak kayak gini" saut Nasya.


"Mending bi Roh ikut stand up komedi aja" kata Vinda sambil cekikikan.


'Temennya non Rasya kenapa ya, dari tadi ketawa terus. Emangnya ada yang lucu ya'


Batin BI Roh.


Jangan lupa vote ya gaes, kagak maksa kok tapi cuman nyuruh wkwk Bercanda kok:):):):).


Kira-kira cerainya masih bnyak yang typo gak?, kalau ada tolong kasih sarannya ya, biar author bisa memperbaiki.


Salam manis dari author 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2