Sahabat Sejati Dipisahkan Oleh Maut

Sahabat Sejati Dipisahkan Oleh Maut
BAB 16 kambuh lagi


__ADS_3

rizky selalu memberi perhatian lebih padaku karna aku tau rizky menyukaiku sejak aku baru pertama masuk kuliah tapi aku selalu mengabaikan dia karna aku takut dia meninggalkan ku dan menyakitiku seperti apa yang dilakukan ayah pada ibu.aku tak akan membuka hati dan berurusan hati dengan yang namanya cowok ,aku akanr membalas kebaikan rizky dengan menjadi sahabatnya tidak lebih dari seorang sahabat.


" mirr pulang yu ,gue lelah " ,ajak fatma karna hari ini dosen tidak masuk .


" ya udah yu ", sahutku .sebelum pulang


seperti biasa fatma menghampiri david terlebih dahulu .

__ADS_1


" yang aku pulang yah ,lelah banget nih ", ucap fatma pada david


" ya udah kamu hati hati ya muka kamu udah pucat tuh ,kamu langsung istirahat yah ", sahut david penuh kekhawatiran karna emang benar muka fatma sangat pucat seperti nya fatma sakit gara gara bermain hujan kemaren .


fatma dan aku pulang menaiki taxi ,di sepanjang perjalanan fatma diam tidak berbicara yang ada mukanya makin pucat. " loe gak papa kan ,muka loe pucat banget ", ucapku fatma. hanya menggeleng gelengkan kepala dan tersenyum dengan muka pucat nya itu .


" mir gue kepala gue sakit banget ", ucap fatma .aku langsung menoleh ke arah fatma dan emang benar muka fatma pucat ,terlihat lemas dan seperti kejadian itu fatma mimisan lagi .

__ADS_1


sampailah di rumah sakit suster langsung membawa fatma ke ruang UGD lagi ,aku tak tega melihat sahabatku seperti ini kedua kalinya aku mencoba menghubungi kedua orangtuanya fatma.


" halloo tanteu fatma masuk rumah sakit penyakitnya kambuh , tanteu cepet kesini ya ", ucapku panik


" Astagfirullah ,baik mira kamu tunggu disana jangan kemana mana ", sahut tanteu tika langsung menutup telponnya. aku duduk dengan lemas melihat fatma sakit yang ke dua kalinya aku berjalan menuju mushola untuk bersholat dzuhur dan mendoakan supaya fatma di beri kekuataan menjalani cobaan ini.aku mengambil air wudhu dan mengenakan mukena yang sudah di sediakan pihak rumah sakit .setelah sholat aku berdoa dan berdzikir " ya alloh kuatkan lah fatma dalam menjalani cobaan ini ,sembuhkan lah dia angkatlah penyakit yang ada pada tubuhnya .hamba ingin melihat sahabatku tersenyum kembali tanpa harus merasakan rasa sakit seperti ini ,kau lah maha menyembuhkan segala macam penyakit kau lah maha mendengar ,robbanna atina fiidunya khasanah wafilakhurotin hasannah wakinah ada bannar amin ", ucapku langsung melipat kembali mukena yang barusan aku kenakan.aku kembali ke ruang UGD ternya tanteu tika dan om ridwan sudah ada disana .


" miraaa,kamu dari mana aja tanteu nyari kamu ", tanya tanteu tika .

__ADS_1


" mira habis dari mushola tanteu ,gimana dokter udah ngasih tau kondisi fatma ", sahutku .tanteu tika tidak menjawab ,karna aku tau apa yang di rasakan tanteu tika sungguh menyakitkan menerima kenyataan bahwa anaknya mempunyai penyakit leukemia .aku mencoba menenangkan tanteu tika sedangkan om ridwan mundar mandir kesana kemari menunggu dr keluar dari ruang UGD . setelah lama kita menunggu akhirnya dr keluar dan menyampaikan berita duka " dokter bagaimana keadaan anak saya " ucap tante tika .


" maaf ya bu saya harus menyampaikan berita duka ,kalau fatma mengalami koma .fatma terlalu cape dan banyaknya pikiran membuat dia drop ", sahut dokter .mendengar pernyataan dari dokter tanteu tika pingsan tak sadarkan diri ,suster membawa tanteu tika ke ruangan untuk di periksa .mungkin tanteu tika shok mendengar bahwa anak satu satunya sedang koma dan berjuang sendirian melawan penyakit begitupun dengan om ridwan dia sangat terpukul karna dia merasa gagal menjadi seorang ayah ,yang selalu sibuk dengan urusan kantor tanpa memberi perhatian lebih kepada putrinya .aku tak bisa berkata kata karna aku juga tidak menyangka apa yang dialami sahabatku saat ini ,berhari hari aku terus menangis memikirkan kondisi sahabatku yang masih koma dan semua alat sudah terpasang pada tubuhnya ,begitu malang nasib sahabatku dia harus merasakan sakit yang luar biasa .


__ADS_2