
Ke esokan harinya....
Nadira bertemu dilham di gerbang dan biasanya dilham menyapa Nadira tetapi saat it dilham justru malah melihat Nadira lalu pergi seakan akan tidak mengenal Nadira.
Sesampainya Nadira di kelas Nadira melamun, memikirkan mengapa dilham sikapnya aneh, Nadira tidak merasa melakukan kesalahan, malahan kemaren sore ketemu dan ngasih hadiah ko sekaradng sikapnya aneh, saat itu sahabat nadira pun bertanya.
" NAD kenapa?''. Ucap sahabat Nadira
" Gapapa''. Ucap Nadira
"dilham tdi ko ga senyum yah, padahal aku ga salah apa apa''. ucap nadira
" NAD gue ga terima sahabat gue diginiin''. Ucap sifa
"Udahlah gapapa". Ucap Nadira
Setelah belajar selesai, bel istirahat pun berbunyi semua kelas kekantin, termasuk Nadira, kebetulan dilham lewat kelas Nadira, sahabat Nadira pun menghampiri dilham.
" Hey fakboy, berani banget lu nyakitin Nadira. Ucap sahabat nadira
Dilham hanya melihat ke arah Nadira lalu pergi
"Hey dilham, jawab dong, malah pergi lu gatau malu banget''. Ucap sahabat Nadira
" Udah udah biarin,ayo ke kantin''. Ucap Nadira
'' NAD Lo ko biasa aja si, harusnya Lo nanya ke si dilham, malah diem''. Ucap sifa
"Ayo ah ke kantin''. Ucap Nadira
__ADS_1
" Yauda iyh dehh, ayo". Ucap sifa
Setelah mereka pergi ke kantin Nadira bertemu lagi dengan dilham, dilham hanya melirik Nadira saja, tidak menyapa dan tidak tersenyum kepada Nadira
Setelah selesai ke kantin Nadira dan sahabatnya pun pergi ke kelas, terus makan siang, lalu guru masuk menyuruh kelas 9 pulang, semuanya pun siap siap untuk pulang.
Saat di depan gerbang sekolah, Nadira melihat dilham bersama perempuan lain sambil tertawa, dilham seketika melirik Nadira, tidak tersenyum dan tidak menyapa, hanya melirik saja, saat itu Nadira semakin sakit hati dan kecewa, lalu Nadira pergi dengan wajah tersenyum.
Sahabat dilham melihat Nadira dan bertanya.
"Dilham, Lo apa apaan si sepupu gue Lo sakitin, gue bilang kalo lu ga beneran suka, sayang sama sepupu gue, jangan deketin dia''. Ucap Dani sahabat dilham
"Iyhh maaf dan".ucap dilham
Dani pun pergi dengan muka yang kesal.
"Urusan gue itu mh''. Ucap dilham
Randi pun pergi tanpa berpamitan kepada dilham. Dilham pun merasa dijauhi sahabat Sahabatnya.
Saat Nadira sampai dirumah Nadira melihat handphone, Nadira kira dilham mengirim kan pesan, eh ternyata tidak. Dani pun datang kerumahnya Nadira.
"NAD, maafin gue, gue merasa gagal jdi sepupu Lo, gue bakal bantuin Lo NAD buat dapetin dilham''. Ucap Nadira
"Gapapa dan, jangan dibantuinlah, udah biarin, makasi dan sebelumnya". Ucap Nadira
''maafin geue NAD, jujur tmn tmn sahabatnya dilham termasuk gue lagi pada ingin jauhin dilham karena udh nyakitin Lo nad''. Ucap Dani
"Gue harap jangan pernah jauhin dilham, gapapaa jangan karna gue kalian semua jadi berantem''. Ucap Nadira
__ADS_1
"Udah nad, biar dia mikir, NAD gue pulang dulu". Ucap Dani
"Please jangan jauhin dilham''. Ucap Nadira
'' iyh nad''. Ucap Dani
Dani pun pergi pergi dan mengirim pesan kepada dilham.
"Ham, gue harap apa yg Lo lakuin sekarang, gabakal Li sesali''. Ucap Dani
"Cinta ga bisa dipaksakan, gue cinta sama Nadira cuman sebentar, itu hak gue dan, gue gabakal nyesel dengan apa yg gue lakuin''. Ucap dilham
'' kita liat aja nanti''. Ucap Dani
Dilham pun hanya membaca pesan dari Dani saja. Lalu dilham mengirim pesan kepada Nadira
''hi NAD". Ucap dilham
"Iya? ada apa?''. Ucap Nadira
Dilham tidak membalasnya lagi, dilham sepertinya hanya ingin memainkan perasaan Nadira. Nadira pun semakin merasa dipermainkan, Nadira mencoba untuk tidak menyimpan perasaan nya kepada dilham, tapi perasaan itu tidak mudah hilang.
Nadira teringat pesan dari ayahnya dan berpikir.
"Pantas saja ayah melarang aku untuk jatuh cinta''. Ucap Nadira
"Ayah maafkan aku, aku terlanjur mencintai dia''.ucap Nadira
hemm sudahlah biarkan saja, nanti klo dia jodoh ku pasti dia kembali kepadaku.
__ADS_1