
silvia pun pergi ke tempat tidurnya dan mulai memakai selimutnya untuk segera tidur ,tiba tiba suara HP silvia pun berdering sontak mengagetkannya dan kembali bangung untuk mengambil HP nya.
ternyata setelah di lihat itu telfon dari Rendi dan silvia pun mengangkat telfonnya.
"hy sil kamu lagi apa??, blom tidur kan". terdengar suara Rendi dari dalam handphone yang menyapanya.
"blom nih baru mau istirahat, ada apa ren malam malam gini kamu telfon".
"oh gtu maaf ya klo aku mengganggu istirahat kmu, cuma mau tanya besok kmu ada waktu gak??".
"emang kenapa ren?? ".
" enggak, maksud aku besok kan aku lg gak ada kerjaan niatnya sih mau ngajak kamu jalan".
"kamu mau gak??" rendipun mengajak silvia untuk jalan jalan bersamanya.
"yah maaf ren aku gak bisa" silvia pun menolaknya.
"loh kenapa sil??,kok tumben kamu ga bisa?? rendipun penasaran karna ajakannya di tolak oleh silvia.
"aku abis kecelakaan kaki aku terkilir ren, jadi klo buat jalan kaki aku masih sakit" silvia pun menjelaskan alasannya kenapa ia menolak ajakan Rendi.
"loh kok aku gatau sil??, kenapa kmu gak ngabarin aku" rendipun panik dan merasa hawatir atas musibah yang di alami oleh silvia.
"iya td sore kecelakaan nya juga".
"ini aja aku baru pulang dari rumah sakit!!".
"trus keadaan kmu gimana?? gpp kan"
"enggak sih hanya kaki aku aja yang terkilir sama luka luka dikitlah" silvia pun berusaha menenangkan Rendi dengan menjelaskan keadaan ia untuk saat ini.
"oh gtu yaudah besok klo gtu aku ke rumah kmu aja deh, boleh kan??".
"boleh kok" silvia pun dengan senang hati mendengar mau di jenguk oleh Rendi.
"okeh klo gtu besok pagi aku ke rumah kamu".
"okeh aku tunggu ya".
silvia pun merasa senang setelah mengangkat telfon dari Rendi dan di sela sela dalam tidurnya dia senyum senyum sendiri membayangkan hal hal indah yang akan terjadi besok pagi setelah kedatangan rendi.
"Yaudah klo gtu aku tidur dlu ya ren, besok aku tunggu Di rumah loh beneran".
"iya iya yaudah slamat malam sil semoga mimpi indah".
"iya makasih, bye ren".
__ADS_1
"bye" silvia pun menutup telfonnya.
"tok.. tok.. tok.." suara ketukan pintu yang ternyata suara itu dari orang tua silvia yang membangunkannya.
"hoam... brisik banget sih ganggu tidur aja" silvia pun bangun sambil menggerutu karna tidurnya yang terganggu.
"sil bangun" terdengar suara ibu silvia yang berteriak membangunkannya.
"iya mah aku udah bangun".
"yaudah klo kmu udah bangun, oiya kamu mau ikut gak sil??" ajak mamahnya.
ikut kemana mah?? silvia pun bertanya tanya.
"arisan keluarga Di rumah bu kokom".
"oh arisan keluarga, enggak deh mah".
"aku di rumah aja mau istirahat klo aku ikut takutnya penyembuhanku pun akan semakin lama" silvia pun menjelaskan alasannya untuk tidak ikut arisan keluarga.
"oh klo gtu mamah berangkat dulu ya kamu hati hati di rumah, jangan lupa sarapan lalu minum obat semuanya sudah mamah siapkan ya di meja makan".
"iya mah makasih".
orang tua silvia pun berlalu pergi meninggalkan silvia sendirian di rumah.
silvia pun melihat ke arah jam dinding dan waktu menunjukan pukul 07:30 wib.
dan ternyata itu telfon dari Rendi, silvia pun lalu mengangkat telfonnya.
"pagi sil, udah bangun kamu??".
"udah nih ren" silvia pun menjawab telfon dengan hati yang gembira.
"oiya aku mandi dulu ya, setelah itu aku beres beres dan langsung otw ke rumah kamu".
"okeh aku tunggu" silvia pun menutup telfonnya.
setelah hampir menunggu 2 jam akhirnya rendipun sampai dirumah silvia.
"tok... tok... tok.... permisi" terdengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.
"iya, siapa??" silvia pun berteriak sambil bertanya siapa yang datang ke rumahnya
"ini aku Rendi!!" rendipun menjawab.
"oh kmu ren, silahkan masuk ren buka aja pintunya gak di kunci kok" silvia pun kembali berteriak kepada Rendi.
__ADS_1
rendipun membuka pintu dan masuk kedalam rumah silvia.
"hy sil" sapa Rendi yang mendatanginya dan berdiri di hadapannya.
gimana keadaan kamu??rendipun lalu duduk di sampingnya.
"bukan luka yang serius kok ren, lagian lukanya gak parah parah banget hanya terkilir aja" jawab silvia sambil memegangi kaki yang penuh dengan perban.
"oh bagus deh klo gitu".
"oiya aku bawakan kamu buah buahan nih sil biar kamu cepet sembuh, kamu sukanya buah apa biar aku bukain??" sambil memilih milih buah mana yang akan silvia pilih.
"aku mau buah apel aja deh ren!!" sambil menunjuk buah apel.
rendipun mengambil buah apel lalu pergi ke dapur untuk mengambil pisau.
"pisaunya di mana sil??".
"tuh ren pisaunya di dapur cari aja di atas tumpukan sendok".
rendipun datang dengan membawakan pisau lalu mengupas kulit serta memotong motong buah apel tersebut.
"nih sil" rendipun menyodorkan buah apel yang telah ia potong potong kepada silvia.
silviapun mengambil lalu memakannya.
"hemp manis banget ren buah apelnya".
"manis seperti orang yang memakannya" sambil memuji kecantikan silvia.
"hemp bisa aja kamu gombalnya, dasar buaya" silvia pun meledeknya karna sudah menggombalinya.
"aku bukan buaya tapi kadal".rendipun mencubit pipi silvia seraya bercanda karna telah meledeknya.
"aw sakit tau ren".
wajah silvia pun memerah lalu menunduk pura pura kesakitan.
rendipun panik karna erangan silvia yang merasa kesakitan.
"sil... sil... kamu kenapa??"
"jangan bikin aku panik donk".
melihat tingkah rendi yang panik akibat ia prank, silvia pun tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.
"kamu ngeprank aku sil" rendipun merasa kesal karna telah di kerjainya.
__ADS_1
"hahaha" mendengar gelak tawa silvia yang menertawakannya rendipun kesal dan memasukan apel yang ada di tangannya ke dalam mulut silvia yang saat itu sedang tertawa terbahak bahak.
"rasakan ini kamu ya udah berani ngeprank dan menertawakan aku".