
berbalik sekaranglah rendi yang tertawa terbahak bahak melihat silvia yang tersendak akibat apel yang ada di mulutnya.
silvia pun mencabut buah apel yang ada di mulutnya, sambil marah marah silvia memukul dada rendi yang saat ini ada di hadapannya.
"sialan kamu ren" silvia berdiri dan memukul rendi.
Tiba tiba kakinya pun terpeleset membuat silvia hilang keseimbangan dan jatuh di pelukan Rendi.
Rendi yang kaget setelah di tubruk oleh silvia berusaha menenangkan badaannya agar tak ikut jatuh.
sesaat kemudian keadaan menjadi hening.
"ehem... ehem... kamu mau seperti ini terus sil"
silvia pun melepaskan pelukannya dan menjauhkan badannya dari dada Rendi.
sesaat raut wajah silvia pun memerah karna menahan malu.
"eh eh maaf ren aku gak sengaja"
"iya gpp sil" rendipun tersenyum menjawab pertanyaan silvia.
"oiya orang tua kamu kemana sil??" "perasaan dari tadi sepi sepi aja aku gak melihatnya bahkan warung kmu pun tutup".
"oh ibuku lagi pergi arisan ren kemungkinan pulangnya sore".
"oh pantes aja rumah kamu sepi".
"bete donk kamu sendirian di rumah" rendipun kembali meledek silvia.
"ya enggaklah kan sekarang ada kamu yang nemenin aku" silvia pun tersenyum kepada Rendi.
"iya iya selagi aku ada waktu dan aku bisa aku siap kok nemenin kamu disaat kamu sedang kesepian dan butuh teman untuk menghiburmu".
" hemp sosweet banget sih kamu" sambil tangan silvia mencubit pipi Rendi.
"em sakit tau sil" sambil memegangi pipinya.
"uluh bisa sakit juga toh jagoannya aku" sambil tersenyum memegang pipi Rendi yang merah.
"krukkkk..." terdengar suara perut silvia yang keroncongan.
"kayanya cacing cacing di perut aku minta makan nih ren, makan bareng yuk??" silvia pun mengajak Rendi ke dapur untuk makan bareng.
"oh ayo kebetulan aku juga blom sempet sarapan kok tadi pagi"
"sebentar ya aku ambilin piringnya dlu sil"
"nih sil piringnya"
"sekalian donk ambilin nasinya" sahut silvia.
"deh manja banget mentang mentang lagi sakit juga"
"gpp donk gak stiap hari juga aku kaya gini"
"iya iya"
"nasinya segimana nih"
"jangan banyak banyak udah cukup segitu aja"
mereka pun makan bersama.
"kira kira silvia lagi apa ya?? bosen juga di rumah sendirian mending aku langsung ke rumah silvia aja deh" nanapun bergegas menuju rumah silvia tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
"bu aku pamit mau main dulu ya bu" nana pun berpamitan kepada ibunya.
"eh kamu mau kemana na siang siang gini??".
"aku mau ke rumah silvia dulu bu, pasti dia bete sendirian dirumah nya".
"oh gtu trus keadaan silvia gimana na??".
__ADS_1
"silvia baik baik aja bu, gak ada luka yang serius cuma terkilir aja kakinya".
"untung aja kemarin cepat cepat langsung di bawa ke rumah sakit untuk perawatan jadinya lukanya gak begitu serius".
"oh sukur deh klo gtu yaudah na salamin ya buat silvia semoga cepat sembuh dan maaf ibu belum bisa menjenguknya".
"iya bu nanti nana sampaikan".
"nana pergi dulu ya bu".
" iya na hati hati di jalan ya jangan kencang kencang bawa motornya.
iya bu.
nanapun berpamitan dan langsung memacu sepeda motornya menuju rumah silvia. Sesampainya di rumah silvia.
"Tok... tok... tok..."
"Permisi, silvia, silvia, permisi silvia tok..." "tok ... tok..."
"kok ga ada jawaban ya??"
"tapi ini motor siapa ya kok ada di rumah silvia??" nana pun sempat heran karna rumah silvia sepi tetapi ada motor yang terparkir di rumahnya dan itu bukan motor silvia.
"dan ini ada sepatu cowo di rumah silvia??, kita kira sepatu siapa ya".
"lebih baik aku telfon silvia dulu deh buat memastikan dia ada di rumah atau tidak"
nanapun mengambil hanpon dari dalam aakunya dan langsung menelpon silvia.
bip.. bip.. bip..
"eh sil kayanya itu suara hanpon kamu deh"
tanya Rendi
"oh iya itu suara handphone aku, sebentar ya aku ambil dulu"
"kaki kamu kan ga boleh banyak gerak dulu".
"makasih ya ren"
Rendipun bergegas menuju kamar silvia untuk mengambil handphone nya yang tertinggal di dalam kamarnya.
"ini sil handphone kmu"
handphone pun kembali berdering.
"halo na ada apa??" silvia pun menjawab telfon dari nana.
"kamu di mana sih sil rumah kamu sepi tetapi kok ada motor terparkir di rumah kamu??" nana pun bertanya dengan penasaran.
"oh maaf na aku ga dengar kamu mengetuk pintu"
"sekarang kamu di mana na??.
"aku di depan rumah kmu nih, dari tadi gak ada yg bukain pintu"
"masuk aja na pintunya gak di kunci kok".
setelah mendapatkan ijin dari silvia nanapun bergegas membuka pintu dan segera masuk untuk bertemu dengan silvia.
"sil.. kamu di mana??" nana pun memanggil manggil silvia karna saat itu silvia tak ada di ruang tamu.
"kesini na aku di dapur" jawab silvia.
nanapun menuju menuju ke dapur untuk menemui silvia yang sudah menunggunya di sana.
namun nana kaget setelah melihat ada seorang laki laki yang sedang makan bareng bersama nana.
"eh kok..." saat itu nanapun kaget dan gugup merasa bersalah karna telah mengganggu silvia.
"eh sil maaf ya aku sudah mengganggu kalian". silvia pun berbalik dan ingin pergi.
__ADS_1
"eh na mau ke mana kamu".
"aku mau pulang saja sil takut mengganggu diner kalian.
"udah na kesini aja sekalian mau aku kenalin temen aku sama kamu".
"oiya ren ini nana"
"dan na kenalin dia Rendi temen aku"
"oh, hy na salam kenal"
"salam kenal juga, aku nana"
"yaudah sini na duduk, kita makan bareng!!".
silvia pun menawarkan untuk ikut makan bersamanya.
"oh enggak sil aku udah makan tadi di rumah"
"oh gtu yaudah"
"oiya kamu dari mana na??" silvia pun kembali bertanya.
"aku dari rumah sil emang sengaja mau ke sini abisnya di rumah bosen sil jadinya aku ke sini aja deh".
"oh gtu".
tiba tiba perut silvia pun melilit dan ingin buang air besar.
"sebentar ya aku mau ke kamar mandi dulu tiba tiba perut aku sakit".
"oiya na tolong temani ngobrol temen aku dulu ya aku ke wc dulu".
setelah itupun silvia bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.
"oiya perasaan aku baru liat kamu deh"
"oh itu sebenarnya aku juga baru kenal silvia belum lama"
"oh pantas aja aku baru melihat kamu soalnya"
"btw kmu kenal silvia di mana"
"oh itu ake kenal silvia waktu liburan kemarin"
"kmu udah lama kenal silvia" rendipun berbalik bertanya.
"oh aku dari kecil kenal silvia, bisa di bilang kita ini sahabatan udah lama"
"oh enak ya silvia punya sahabat kaya kmu"
"enak gimana maksud kamu??".
"ya enak lah punya sahabat yang sampai saat ini masih sering main bareng"
"oh iya"
"btw kmu tinggal di mana ren?? ".
" aku tinggal di jakarta na"
"oh orang jakarta"
"iya na"
"kerja di mana"
"aku kerja di metindo jaya di daerah jakarta juga" rendipun menjelaskan.
"trus kok bisa kamu hari ini ada di sini?? emangnya kmu gak kerja!!".
" oh hari ini di kantor sedang ga ada kerjaan makanya aku bisa main ke sini".
__ADS_1