
Sudah terhitung 1 bulan semenjak Elea dan Fany pindah ke Jakarta.
Elea akhirnya diterima kerja di sebuah cafe,
dia sangat bersyukur karena setelah perjuangan yang dia lakukan akhirnya ada juga yang mau menerima dia bekerja.
begitu juga dengan Fany dia mengikuti Elea untuk bekerja dulu, padahal dia bisa saja meminta uang biaya kuliah Dari orangtuanya, tetapi dia tidak mau membuat sahabat nya itu bersedih, padahal Elea sudah membujuk dia untuk kuliah duluan ,tentu saja Fany tidak mau dia mau mereka bareng bareng terus.
setia kawan katanya.
mereka merencanakan untuk kuliah tahun depan saja.
sejak 1 bulan itu juga kedua orang tua Elea tidak menghubungi nya, Elea sudah bolak balik chat orang tua dan kakak nya namun tidak pernah mendapatkan balasan.
pagi ini seperti biasa Elea dan Fany akan berangkat bekerja, Elea terkenal baik dan rajin ditempat kerjanya, sebisa mungkin dia menghindari segala masalah tapi tidak tau kedepanya.
Seperti biasa Elea akan bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 11 malam.
Elea tidak merasa keberatan karena dia belum masuk kuliah, jadi sebisa mungkin dia menghabiskan waktunya untuk bekerja.
" Elea tolong anterin ini ke meja 3 ya , ucap seorang partner kerja Elea .
oke kak " Elea berjalan dan mengantarkan pesanan yang dikatakan tadi.
" permisi kak ini pesanan nya, ucap Elea pada dua remaja yang sedang nongkrong disana .
" makasih kak .." sama sama selamat menikmati.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam saat Elea dan Fany pulang,
__ADS_1
El yok gue udah siap ucap Fany" bentar fan gue ambil tas dulu, " Elea berjalan dan mengambil tas nya lalu bersiap pulang .
karena lokasi cafe ke tempat kos mereka tidak terlalu jauh, jadi mereka bisa jalan kaki.
dan seperti biasa saat dijalan mereka akan banyak bercerita dan berceloteh ria,
banyak hal hal random yang mereka berdua bicarakan.
Setelah sampai di kost an Elea langsung bersih bersih, karena badan nya sudah sangat terasa lengket seharian bekerja.
siap bersih bersih mereka berdua merebahkan tubuhnya. untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.
Drttttt drttttt bunyi telepon dari hape Fany.
tertulis nama orang tua nya.
' papa sudah transfer uang untuk keperluan mu , ucapnya diseberang sana.
" Fany yang mendengar itu menarik nafas dalam-dalam, aku ngak butuh uang kalian, ucap ya ketus.
" papa tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu Fany,,. jangan jadi pembangkang .
' iya kalian memang tidak pernah mengajarkan aku apa apa , bahkan kalian tidak tau apa apa tentang aku
kalian hanya memikirkan diri kalian dan pekerjaan kalian.
Tuttt .. Fany langsung mematikan sambungan telepon nya.
Huh...gini banget hidup ucapnya.
__ADS_1
" sabar fan , sabar itu susah ucap Elea sambil nyengir.
" kek gue dong, ngak diperduliin, ngak ditanyai masih hidup atau ngak.
Hidup emang sebercanda itu broo ,, sanss aja ucap elea meratapi nasibnya.
sebenarnya tersirat luka yang cukup dalam dihatinya.
Mereka berdua tertawa, menertawakan kehidupan yang sedang mereka jalani saat ini.
menertawakan luka hati yang dialami.
mereka terdiam dan sibuk dengan aktivitas masing masing sebelum menjemput mimpi indah.
Elea mengirimkan pesan di grup keluarga nya,
sekedar menanyakan kabar, tetapi dihati kecilnya sebenarnya dia sangat merindukan kedua orangtuanya.
walaupun orang tua nya kadang tidak menganggap dia ada, tapi Elea begitu menyayangi papa dan mama nya.
dia rindu pelukan hangat sang mama, dia rindu nasehat nasehat sang papa.
dia rindu masakan mamanya. dia merindukan semua tentang rumah nya.
Saat dia perhatikan lagi ternyata pesan nya hanya di baca oleh semua anggota keluarga nya tanpa berniat untuk membalas.
sabar el ... lirihh nya tapi tanpa diundang airmata nya jatuh.
....
__ADS_1