
Sekarang Hanzjoe dan Radesh berada di sebuah ruangan yang bertulis kan corak - corak yang sulit untuk di jelaskan, tapi mereka menyadari bahwa ini adalah Gido. Tempat para dewa berunding, jika mereka berada di terpisah jauh. Jiwa mereka akan menuju ke Gido untuk berkumpul, gido juga bisa di masuki oleh iblis iblis bawahan mereka.
Tapi kali ini hanya ada 3 dewa, dia memakai sebuah tulang hewan di kepalanya, rambutnya panjang sampai ke perutnya, bertelanjang dada, tidak memakai alas kaki, memegang 1 tongkat yang di ujungnya terdapat tengkorak kecil, dari ujung lengannya terdapat corak hitam yang terus menyambung ke punggung belakangnya.
" Bisa hentikan pertarungan kecil kalian itu." Ujarnya
" Jelmaan dewa kebohongan, kau menarik kami hingga kesini." Ujar Hanzjoe
" Ya aku tau pasti banyak hal.yang terjadi pada kalian tapi kalian harus mengerti situasi yang terjadi sekarang." Ucap Juryko, dewa kebohongan
" Kami hanya saling beradu kekuatan." Ucap Radehs
" Beradu..., tapi jika di lanjutkan sepertinya akan berbeda." Ucap Juryko
" Sekarang apa maumu." Tanya Hanzjoe
" Satukan kekuatan kalian, dunia Jinxjoquan akan mendapat serangan gempuran besar." Ucap Juryko
" Kau berada di dekat kami? " Tanya Radehs
" Aku di dunia shudoff, kemarilah. Ini adalah dunia kelahiranku, hanya perlu melewati 5 jarak dunia. Akan lu jelaskan detail nanti saat kalian sampai kesini."
" Hanzjoe kau memancing musuh?"
Tanya radehs
" Aku kurang tau, tapi aku curiga. Aku hanya menganggap ini hanya istingku saja." Jawab Hanzjoe
" Mari kita lanjutkan pesta kita nanti."
Pinta Radehs
" Aku terpaksa setuju dengan mantan musuh." Hina Hanzjoe
" Heuh terserahmu saja." Jawab Radehs
Mereka berdua kembali ke dunia dimensi yang mereka ciptakan, lalu menuju ke para pasukan
" Aku mendengar sesuatu yang sepertinya menarik, yaitu adalah perang!!" Ucap Radehs
Seluruh pasukan terheran heran akan perkataan Radehs
" Perang yang seperti apa dewaku yang agung" tanya salah satu iblis
" Malaikat akan datang ke sini, tujuan kita adalah dunia sudhoff, Nezeb tunjukkan kekuatan kita" peeintah Radehs
" Siap tuan, pasukan pengemudi, aktifkan kekuatan naga Jinxjoquan" ujar nezeb pada prajurit iblis
" Baik."
" Kita juga, Migregial, kita akan berangkat gunakan pasukan naga kaum Bontrokson. Akan ku buat kalian bisa bernafas di angkasa."
Tiba tiba tanah bergetar, tanah yang berada di bwah pun naik ke atas. Saat mereka semua sampai di atas, kabut kabut hilang menjadi sebuah angkasa
"Apa yang sedang terjadi apa mereka melakukan sesuatu"
" Sepertnya iya"
"Graahhhhhhh"
Terdengar suara naga dari bawah tanah.
__ADS_1
" Naga Jinxjoquan telah bergerak."
Ucap prajurit iblis Radehs
Kepakan sayap naga nya seperti ledakan gunung meletus, sangat besar.
Warnanya merah seperti lava.
" Pasukan malaikat telah tampak dari depan, hantaman ratusan meteor zora akan mengenai kita"
Ucap salah satu iblis
Tak sampai disitu naga Jinxjoquan pun mengeluarkan sebuah serangan yang berasal dari mulutnya, dan saat mengenai bintang zora pun meledak
Bintang zora yang lolos dari serangan naga Jinxjoquan pun di tahan oleh tameng pelindung gabungan pasukan iblis
" Kuat sekali, tameng tidak akan bertahan lama"
" Jarak kita dengan pasukan malaikat sudah dekat sekitar delapan ratus meter "
Ucap pasukan iblis,
" Bersiap untuk bertempur "
Ucap Hanzjoe dan pasukan iblis pun bersiaga
" Itu burtan " ucap Radehs
" Ya rasanya seperti mengingat masa lalu " jawab Hanzjoe
" Dulu aku terkejut setengah mati melihatnya, tapi sekarang tidak lagi " curhat Radehs
********
Di pasukan malaikat tak kalah gentingnya situasi ini
" Hebat juga mereka, mereka menggunakan tameng yang begitu kuat tapi tidak akan bertahan lama"
" Seluruh pasukan malaikat ayo kita perangin musuh kita, jangan gentar, matilah dengan cara tehormat"
Ucap salah satu malaikat
" Katakan pada pusat kita speetinya membutuhkan bantuan yang sangat besar, " ucap Abarest
******
Saat jarak keduanya pun semakin dekat, kedua pasukan pun saling maju, berteriak semangat tanpa rasa takut dan hawa membunuh yang sangat besar.
Peperangan pun di mulai.
Pasukan malaikat dan iblis saling mengadukan senjata masing-masing. Ada malaikat yang berhasil memenggal kepala iblis, namun tubuhnya terkoyak koyak oleh cakaran iblis lainnya. Ada iblis raksasa sepanjang 40 meter melompat ke tengah tengah pasukan malaikat. Dia mengayunkan palu besarnya. Meremukkan dan menghancurkan 20 pasukan malaikat.
Saat hendak melakukannya lagi, tubuhnya telah penuh oleh ribuan panah yang lantas mengoyak daging-dagingnya.
18 malaikat pun membentuk garis melintang mereka menyatukan kekuatan mereka, sehingga tercipta sebuah gelombang yang mencairkan tubuh - tubuh pasukan iblis tersebut.
"Mehindarlah, mereka menyerang dari bawah!!" Ucap salah satu malaikat. Tiba seekor ular raksasa berkepala kerbau menanduk mereka dari bawah dan 200 malaikat menjadi korban. Ular berkepala kerbau itu meliuk membuat garis lingkarang dan membuat barisan depan pasukan malaikat gusar.
" Ayo!! Maju kita hancurkan seluruh pasukan malaikat," ucap pasukan iblis dan mereka semua berteriak semangat. Keadaan menjadi keuntungan bagi pasukan iblis. Mereka semua langsung maju mengiringi ular berkepala kerbau tersebut.
******
__ADS_1
" Shenk, kenapa kau mengikuti ku sampai kesini," tanya Abarest kepada salah satu tangan kanan pasukannya tersebut.
" Meninggalkanmu dalam medan perang merupakan suatu hal yang buruk," jawab Shenk seolah - olah dia tidak bisa mempercayai kemampuan Abarest
" Shenk kau tau kan rencanaku apa walau aku tak memberi tahumu,"
" Apa kau yakin, tadinya aku yakin kita bisa menang. Karena kita mampu memojokkan dewa iblis kebencian, tapi yang kita hadapin sekarang ada dua dewa iblis. Aku ragu ini akan berakhir dengan lama,"
" Hai ayolah, apa kau meragukan kekuatan kita. Liatlah pasukan kita, mereka tau kita akan kalah. Tapi kiya tetap harus berperang melawan mereka agar pasukan sepuluh malaikat terkuat sampai kesini,"
" Kenapa tidak pakai teleportasi,"
" Tidak bisa, aku terkejut, ternyata mereka bukan hanya kuat. Tapi juga cerdik, aku tidak tau pasti kekuatan apa yang mereka gunakan. Yang jelas untuk meteleportasikan sepuluh malaikat terkuat ke sini adalah hal yang mustahil sekarang, dan pilihan kita ada dua. Mundur dari medan perang dan sesuatu kekacauan yang maha luar biasa dahsyat tidak terelakkan atau berperang dini dengan mereka dan mati secara tehormat untuk sepuluh malaikat terkuat yang sedang menuju kesini."
" Apapun keputusan jenderal malaikat Abarest. Aku akan tetap berada di sampingmu walaupun nyawaku terancam."
" Terima kasih sahabatku."
Mereka terus memandang yang mereka sebut teman mereka mati satu persatu, entah apa yang terjadi sehingga pasukan mereka yang begitu kuat bisa di pukul mundur dengan mudahnya. Bahkan bintang zora yang tadinya terus menghujam, malah tertahan karena karena hantaman balik dari meteor dewa kemarahan.
Tiba - tiba Hanzjoe mengeluarkan empat tenkatelnya dan terus bercabang ke atas dan melengkung membentuk sebuah bulatan yang mengepung medan perang.
" Sial... Dia pasti akan merencanakan sesuatu, pasukan malaikat tembak tenkatelnya hingga berhentik bergerak." Ucap salah satu penembak dari pasukan malaikat.
" Aku punya firasat buruk akan hal ini." Guman Abarest,
*******
Keadaan bagi pasukan malaikat pun memburuk terlebih mereka berada dalam bulatnya tenkatel Hanzjoe yang telah menutup rapat jangkauan medan perang.
" Radesh liatlah hal yang di luar, aku akan mengurus mereka," ucap Hanzjoe
" Aku harap kau melakukannya dengan cepat," jawab Radehs
Tiba tiba dari seluruh tenkatel Hanzjoe yang telah menyatu membentuk sebuah bentuk bola. Dari tenkatel - tenkatel tersebut mengeluarkan cerobong meriang, yang sangat besar dan muncul di segala sisi tenkatelnya, dan tentu mengarah ke arah pasukan malaikat.
" Tidak mungkin bagaimana kita menghindarinya," tanya shenk.
Dari segala arah peluru meriam tertuju pada barisan tengah dan belakang pasukan malaikat. Dari segala sisi pula, Abarest hanya bisa memandang kilatan cahaya putih.
" Seharusnya tidak secepat ini," guman Abarest
" Duaaammmmmmmmmmmm,"
Pasukan malaikat ter ombang ambing hingga tidak ter arah lagi bahkan burtang yang hampir mati setelah bertarung dengan naga Jinxjoquan pun hancur lebur.
Hingga akhirnya Hanzjoe berada di depan Abarest. Abarest tidak melihat lagi semua teman temannya. Dia sempat terhuyung huyung, segala energinya terkuras untuk pemulihan tubuhnya yang hancur lebur beberapa detik.
" Rencana yang bagus," ucap Hanzjoe
Hanzjoe hanya sedikit melebarkan matanya, lalu terjadi sebuah ledakan dahsyat yang menghancurkan pasukan malaikat.
*****
" Berapa lama lagi," tanya malaikat itu, dengan pedang panjangnya dan seekor kuda terbang. Serta ikat kepala yang mensimbolkan dia pekerja keras. Pria itu bernama Martis dan di temani oleh satu malaikat dari sepuluh malaikat terkuat bernama Lorn.
" Tiga puluh menit lagi tuan,"
" Apa masih selama itu perjalanan kita," tanya Martis
" Bersabarlah kita harus yakin, dia akan baik baik saja,"
__ADS_1