
Sore hari Dayat yang sudah rapi dan wangi plus ganteng, duduk di bangku teras depan.
Dia berharap tuh tetangga baru bakalan keluar dari kamar kost-nya.
Akhirnya seperti yang diharapkan oleh Dayat, Prita yang menjadi tetangga barunya dan baru kenal siang tadi akhirnya keluar dari kamar kost-nya.
"Tecc... teccc..."
Dayat memanggilnya dengan mengkodei pakai decakan.
"Apaan sih Mas? kaya manggil burung aja"
Ucah Prita yang langsung menoleh ketika mendengar kode decakan dari Dayat.
"Mau kemana cantik? butuh bantuan gak?"
Tanya Dayat pelan, karena tak ingin Dimas tahu kalau mereka punya tetangga baru yang cantik.
"Biasa cari makan mas bro, siap jadi ojek gak nih?"
Tanya Prita sambil mengunci pintu kamar kost-nya.
"Untuk adik manis yang cantik apasih yang gak, kuylah kita jalan."
Ucap Dayat yang sudah siap dengan kunci motornya, lalu mengenakan helmnya dan tak lupa memberikan satu helm untuk dikenakan oleh Prita.
"Dronnn... dron... dronnnn..."
Suara motor Dayat yang siap melaju mengatarkan sang gadis Idola barunya Dayat.
Dimas yang mendengar suara motor Dayat pun keluar untuk mengintip, kira kira mau kemana tuh kembarannya yang satu ini.
"Itu yang di boncengin si kupret siapa ya? apa si Tante? mau kemana dia kok gak ada bilang apa apa sih?"
Gumam Dimas sambil melihat kepergian Dayat yang sedang memboncengkan Prita.
Kembali ke Dayat
"Neng cantik mau cari makan kemana nih?"
Tanya Dayat agak teriak agar gadis yang dibelakangnya mendengarnya.
"Kehati mu aja mas uhukkk..., becanda he... he...."
Ucap Prita yang bikin Dayat jadi ikutan ngakak, ternyata gadis ini beneran produk halu olengnya kwekekekk.
"Yang enak makan apa ya mas? yang bikin kenyang tapi, dari pulang tadi laper sebab kita cuma makan pasta doang sih tadi siang."
Tanya Prita yang ternyata tipe cewek smart supel mudah akrab sama orang.
__ADS_1
"Makan nasi aja kalo gitu, mau nasi padang, nasi gudeg, nasi warteg, nasi bakar, atau nasi goreng, atau nasi apa nih?"
Tanya Dayat sudah seperti salesman yang sedang promo product he... he...
"Pingin nasi rames aja mas, lauknya bisa milih sesuai selera jadinya."
Ucap Prita dan langsung memeluk pinggang Dayat karena tiba-tiba saja menarik gasnya dan mengagetkan prita yang duduk di belakangnya.
"Kamu sengaja ya mas, cari kesempatan dalam kesempatan."
Teriak Prita sambil mencubil pinggang Dayat.
"Aduh... sakit neng, jangan cubit cubitan gini nanti ada yang bangun."
Ucap Dayat sambil tertawa geli.
"Is... kamu ya jago ngegembel ternyata."
Kata Prita sambil tangannya kembali mencubit pinggang Dayat.
"Maaf sengaja, biar kamu pegangan, kalo gak gitu kamu gak bakal peluk peluk gue kayak gini kan he... he..."
Kata Dayat yang memang kang modusa sambil tertawa.
"Hemm... jangan ngegembelin gue mulu mas, buruan sudah laper nih, cari yang deket aja gak usah jauh jauh."
"Iya.. iya... sabar, orang sabar disayang mas Dayat loh kwekekekk."
Dayat masih aja ngegombalin si Prita yang akhirnya mendapatkan cubitan fi pinggang yang kesekian kalinya.
Akhirnya setelah cukup lama dibawa muter-muter oleh Dayat, sampai juga mereka di Warung makan nasi rames Bu Cipto (nama warung makan Random ya gaes).
Setelah memarkir motornya, Dayat mengikuti Prita masuk ke warung makan dan mulai memilih menu.
"Mas mau makan disini atau bawa pulang?"
Tanya Prita sambil melihat lihat menu lauk yang ada di etalase.
"Kalo kamu sudah laper banget ya makan disini aja."
Kata Dayat yang ikutan melihat lihat menu lauk di etalase.
"Ok makan sini ya Bu dua, saya pesen nasi rames komplit lauknya pake cumi sambel sama telor dadar, kalo kamu apa mas."
Ucap Prita mulai memesan menu yang di pilihnya.
"Samain aja Bu dengan dia, sama tolong yang di bungkus 2 ya Bu."
Ucap Dayat yang ikutan memesan menu yang sama dengan Prita.
__ADS_1
"Baiklah silahkan di tunggu sebentar ya mas e mbak e."
Jawab si Ibu si penjual nasi rames yang mulai menyiapkan pesanan Dayat dan Prita.
"Sambelnya banyakin ya Bu."
Pesen Prita lagi sambil mencari bangku kosong untuk duduk.
Ternyata di meja juga tersedia gorengan seperti mendoan, bakwan, dan tahu susur, ada juga kerupuk udang dan kerupuk rambak.
Sambil menunggu nasi pesanan mereka datang, prita yang sudah tidak tahan laparpun lebih dulu memakan gorengan yang tersedia diatas meja itu.
Tak lama kemudian si Ibu mengantarkan pesanan mereka berdua, dan membawakan dua gelas air mineral kemasan.
Setelah menghabiskan makanannya, Dayat kembali melajukan motornya dengan Prita yang duduk dibelakangnya.
"Pegangan yang kuat peluknya ya, ini mau langsung pulang atau gimana?"
Ucap Dayat yang kembali mendapatkan cubitan di pinggang saat memperingatkan Prita agar memeluknya.
"Mampir ke warung martabak mas, mau beli martabak super buat jaga-jaga kalo malem laper."
Ucap Prita yang membuat Dayat geleng-geleng kepala mengetahui ternyata lambung gadis yang diboncengnya ini lumayan besar juga.
"Ternyata kamu doyan makan juga ya, gak takut gemuk kamu beb?"
Tanya Dayat yang heran dengan porsi makannya Prita.
"Gue cuma menikmati hidup, selagi masih bisa menikmati makanan ya makan aja yang di mau mas."
Sahut Prita yang kembali dijawab gelengan kepala oleh Dayat.
Akhirnya mampir juga mereka di warung martabak, dan gak tanggung-tanggung Prita memesan martabak super special yang lapis empat yang telornya aja pake dua belas telor bebek tiap lapis pake tiga telor nah ini empat lapis tebelnya mantap gak tuh.
Kalo menurut %AKG penghitungan nilai gizi yang layak di konsumsi gak tau tuh berapa kalori, lemak, juga protein yang dikandungnya.
Tapi jelas gak baik kalo di konsumsi seorang diri apalagi belum lama tadi Prita baru saja makan nasi.
Tapi tampaknya gadis ini tidak terlalu memikirkan bentuk tubuh apalagi berat badannya, terbukti dia tidak dapat mengontrol nafsu makannya.
Itu mungkin karena tubuhnya yang memang susah untuk gemuk, walau makan banyak juga berat badannya tetap stabil segitu-gitu aja sehingga dia tidak perlu khawatir menjaga berat badan dan bentuk tubuhnya.
Setelah dari warung martabak, mereka langsung pulang menuju kost-an mereka, Dayat melajukan motornya dengan kecepatan sedang agar bisa lebih lama berduaan dengan Prita gadis yang baru dikenalnya ini.
*Akhirnya bisa selesai juga author up 1 bab setelah beberapa hari absen gak up, walau semalam ketiduran saat ngetiknya dan baru selesai pagi ini.Dan kebetulan juga othor sedang gak sehat.
Semoga para readers suka dengan cerita yang author tulis kali ini ya dan tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1