
Setelah melewati perjalanan yang penuh tantangan di Dunia Bayangan, Sebastian, Werel, dan Victoria kembali ke kota mereka dengan hati lega. Kemenangan mereka atas kegelapan memberi harapan baru bagi dunia yang pernah dilanda kehancuran. Namun, di dalam hati masing-masing dari mereka, masih ada luka-luka yang perlu diatasi.
Pulang ke kota, mereka mendapati kota tersebut dalam keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Penduduknya yang dulunya takut dan terjebak dalam ketakutan, kini berani keluar dan beraktivitas seperti biasa. Semangat baru dan harapan menyelimuti kota, berkat upaya Sebastian, Werel, dan Victoria dalam menyelamatkan dunia.
Namun, walau luaran mereka terlihat kuat dan tegar, mereka merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam diri masing-masing. Perjuangan melawan kegelapan meninggalkan bekas-bekas yang sulit dihilangkan. Mereka membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka-luka itu.
Di rumah Werel, suasana menjadi lebih tenang ketika ibunya datang untuk mengunjunginya. Meskipun Werel selalu mengunjungi ibunya setiap kesempatan, kali ini suasana berbeda. Werel masih merasa bersalah karena meninggalkan ibunya demi tugasnya sebagai penjaga antar dimensi.
"Demi tugas mulia itu, sayang. Aku mengerti, Werel," kata ibunya, memberikan kecupan di dahi Werel. "Tapi jangan lupakan, kamu juga punya hak untuk bahagia dan hidupmu sendiri."
Werel tersenyum, merasa lega mendengar kata-kata ibunya. Mereka berdua berbicara hingga larut malam, mengobrol tentang perjalanan Werel dan apa yang telah terjadi di Dunia Bayangan. Semakin lama, Werel merasa beban di hatinya semakin ringan.
Di tempat lain, Victoria juga menghadapi perasaan yang rumit. Ketika dia memasuki kembali ruang sihirnya, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Semua buku dan peralatan sihirnya berada dalam keadaan berantakan, mencerminkan perasaan kekacauan di dalam dirinya.
__ADS_1
Victoria menyadari bahwa dia masih memiliki ketakutan terpendam dari peristiwa di Dunia Bayangan. Perjuangannya melawan kegelapan membuatnya menyaksikan sisi gelap yang mengerikan, baik di dalam dirinya maupun di dunia di luar. Dia tahu dia harus menghadapinya dan menyembuhkan diri.
Dia memutuskan untuk mengunjungi seorang guru sihir yang bijaksana, Master Elowen. Master Elowen adalah seorang penyihir yang telah hidup selama berabad-abad, dan kebijaksanaannya dikenal di seluruh dimensi. Victoria berharap Master Elowen bisa membantu menyembuhkan luka-luka di dalam dirinya.
"Saudari Victoria, aku tahu kamu akan datang," kata Master Elowen, menyambut kedatangan Victoria dengan senyuman hangat.
Victoria membagikan pengalamannya di Dunia Bayangan dan bagaimana perasaan ketakutan itu masih menghantuinya. Master Elowen mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan nasihat yang bijaksana.
"Ketakutan adalah bagian dari kehidupan, Saudari Victoria. Namun, kamu harus belajar bagaimana menghadapinya dengan bijaksana. Jangan biarkan kegelapan menguasai pikiran dan hatimu. Cari cahaya di dalam dirimu dan biarkan itu membimbingmu melewati masa-masa gelap," kata Master Elowen dengan lembut.
Sementara itu, Sebastian merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya setelah kembali dari Dunia Bayangan. Meskipun dia merasa bangga dengan perjuangannya dan kekuatannya sebagai Sang Penjaga, dia juga merasa terbebani oleh tanggung jawab besar yang dipikulnya.
Ia memutuskan untuk kembali ke Gunung Kenawa, tempat dia mendapat pelatihan dan pengetahuan tentang tugasnya sebagai penjaga antar dimensi. Di sana, dia bertemu dengan Raja Surya, seorang guru bijaksana yang pernah menjadi penjaga antar dimensi sebelumnya.
__ADS_1
"Sebastian, kamu telah berkembang menjadi penjaga yang tangguh. Namun, kamu juga harus menjaga keseimbangan dalam hidupmu. Jangan biarkan kegelapan yang kamu hadapi menghapus cahaya di dalam dirimu," kata Raja Surya, memberikan nasihat yang bijaksana.
Sebastian merenungkan kata-kata Raja Surya dan menyadari bahwa dia benar. Dia harus belajar bagaimana menyeimbangkan kekuatannya dengan kebijaksanaan dan kasih sayang. Dia harus merangkul cahaya di dalam dirinya dan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan.
Setelah beberapa waktu, Sebastian, Werel, dan Victoria berkumpul kembali di taman kota. Mereka berbagi pengalaman mereka selama waktu mereka sendiri dan bagaimana mereka berusaha untuk menyembuhkan luka-luka di dalam diri masing-masing.
"Mungkin kita adalah penjaga antar dimensi yang tangguh, tetapi kita juga manusia dengan perasaan dan emosi. Kita perlu belajar bagaimana menghadapi ketakutan dan kegelapan di dalam diri kita sendiri," kata Werel dengan tulus.
"Benar sekali, Werel. Dan yang terpenting, kita memiliki satu sama lain. Kita adalah teman-teman sejati yang saling mendukung dan melengkapi. Bersama, kita bisa menghadapi segala rintangan yang muncul di depan kita," tambah Victoria.
Sebastian mengangguk setuju, senyuman hangat terukir di wajahnya. Mereka menyadari bahwa perjalanan mereka sebagai penjaga antar dimensi tidak akan pernah mudah, tetapi dengan persahabatan dan cinta yang mereka miliki satu sama lain, mereka siap untuk menghadapi apa pun.
Episode 16 menghadirkan momen penyembuhan jiwa bagi Sebastian, Werel, dan Victoria. Perjuangan melawan kegelapan meninggalkan bekas-bekas yang sulit dihilangkan, tetapi dengan bantuan dan dukungan satu sama lain, mereka menemukan cara untuk menyembuhkan diri dan tetap teguh menghadapi tugas mereka sebagai penjaga antar dimensi.
__ADS_1
Tentu saja, perjalanan mereka belum berakhir. Di depan mereka masih menanti petualangan dan tantangan baru yang lebih besar lagi. Episode 17 akan mengungkapkan lebih banyak tentang nasib dunia dan kekuatan gelap yang belum sepenuhnya dikalahkan. Bersiaplah untuk melanjutkan kisah epik Sang Penjaga Antar Dimensi!