
HUTAN KEMATIAN:
Ditengah hutan yang begitu lebat dan kurang pencahayaan lantaran banyak pepohonan yang menjulang tinggi menghalangi sinar matahari,ada seorang gadis cantik yang tak lain tak bukan Zilla arabella sedang tergeletak tak berdaya dibebatuan yang cukup besar serta penuh lelumutan , "Eunghh.. gua dimana nih?"ucap Zilla sembari nengok ke sekelilingnya.
PENJELASAN:
Hutan Kematian termasuk hutan yang tidak pernah dikunjungi para kultivator" tingkat menengah maupun tinggi sebab banyak hewan" spirit tingkat suci, abadi maupun ilahi yang menempati hutan tersebut , serta banyak tanaman" racun mematikan tapi ada juga tanaman obat yang begitu langkah .
"Nih surga apa neraka sih , gua kan dah m*ti jatuh dari tebing ,atau gua masih hidup nggak yah? hiksss ibunda Napa ibunda dorong Zilla sih" gerutu Zilla sembari menyeret kakinya yang terkilir . sembari berjalan kesana kesini tengah hutan yang begitu lebat ,Zilla mendengar samar" aliran sungai yang begitu dekat dengan dirinya berada .
"Hmmm... mumpung gua haus sama badan gua udah bau mending kesana aja dah siapa tahu tuh beneran sungai dah" ucapnya sembari berjalan kearah suara aliran sungai. tak butuh waktu lama akhirnya Zilla sampai ke sungai yang begitu sejuk dan nyaman.
"Erhhh disini sejuk banget mana sungai jernih banget dah , uhhhh nggak sabar ngisi kerongkongan gua" ucap Zilla sembari meminum air sungai . setelah mengisi kerongkongannya yang begitu kering, Zilla langsung saja melepaskan pakaian yang melekat dibadannya .
*KRUKK ..
KRUKK*.. (suara perut Zilla)
"Hmmm. mending benerin dulu nih kaki yang terkilir dah baru cari ikan buat ngeganjal perut gua" ucapnya sembari duduk dipinggir sungai , "tahan Zilla tahan loh pasti bisa nahan sakit kek gini , biasanya loh selalu nahan walau kena tembak sekalipun, loh kan Queen Mafia" ucapnya memegang kakinya yang kebiruan.
*KRAKK...
AKHHH*
"Fyuhhh... dah nggak sakit lagi dah nih kaki " ucapnya sambil memutar kakinya yang terkilir kekanan kekiri. "Hmmm waktunya nyari makan , ehhh tapi males ahh nyari" makanan disekitar hutan mending gua nyari ikan aja, tapi pakai apa yah? mending make batu aja"lanjutnya, 15 menit berlalu , kini Zilla menemukan dua tigar ekor ikan yang cukup besar dan langsun saja menyalakan api dan membakar hasil tangkapannya.
PEMBERITAHUAN:
Zilla sebenarnya memiliki kemampuan yang hanya dirinya serta keluarganya dan para anggota mafianya lah yang tahu , yaitu bisa mengeluarkan api yang berwarna biru, putih, hitam pekat serta ungu ditelapak tangannya bukan hanya itu dirinya kebal terhadap racun apapun , makanya dirinya termasuk mafia yang paling ditakuti dan disegani diseluruh dunia , karena tak tangguh" dirinya menghancurkan para musuh"nya.
Setelah selesai mengisi perutnya , Zilla berkeliling sembari mencari gua yang untuk dirinya huni karena tak mungkin dirinya tinggal di tengah" hutan lebat nan menyeramkan seperti hutan ini, yang ada dirinya dijadikan santapan sama hewan" buas disekitar sini. sembari mencari, Zilla tak sengaja mendengar suara erangan dibalik semak" yang cukup tinggi , "ehh suara apaantuh mending gua kesana aja lah"ucapnya menuju ke semak" tersebut, setelah sampai , Zilla melihat seekor rubah kecil berekor sembilan yang sedang kesakitan dibagian kakinya.
merasakan adanya hawa manusia , rubah tersebut langsung saja memasang kewaspadaannya dan tak butuh waktu lama dirinya melihat seorang gadis yang sedang menuju kedirinya.
*GRRHHHH
GRRHHHH*
"Mau apa kau manusia? dan mengapa kau berada di hutan Kematian? bukankah nggak ada satupun para kultivator yang berani masuk kehutan ini?" tanya sang rubah waspada ke arah gadis yang sedang mendekat kearahnya.
"Terkecuali diriku ,buktinya gua bisa masuk tuh kehutan ini dan apa kau bilang?Hutan kematian?"jawab Zilla dingin
"Sombong juga kau gadis kecil, iya hutan Kematian karena dulu hutan ini pernah ditempati sang Dewi Kematian dan yang bisa masuk hutan ini hanya seseorang yang memiliki kekuatan sang Dewi tersebut"jelas sang rubah sambil memperhatikan dari bawah keatas kearah Zilla ,"Hmmm kalau dirinya bisa masuk kehutan ini apakah dirinya memiliki kekuatan Dewi Kematian dan kenapa aku nggak bisa memperkirakan tingkat kultivasinya yah"batin sang rubah menatap lekat ke arah Zilla .
"Hey rubah sialan ngapain natap kegua kek gitu mau kucongkel mata Luh yah? mentang " tubuh gua indah nan seksi kek gini" ucap Zilla risih dengan tatapan sang rubah . "Hey gadis kecil narsismu ketinggian tahu , tubuh rata gitu dibilang seksi , gua cuma pikir kalo kau sebenarnya memiliki kekuatan Dewi Kematian"kesal sang rubah atas tuduhan yang dilontarkan Zilla.
"s*Al*n nih rubah" gerutu Zilla pelan agar tak didengar oleh sang rubah , namun sayangnya sang rubah tetap mendengarkan ucapan Zilla, "APA KAU BILANG?"marah sang rubah , "gua bilang si*lan mau apa kau hah?"balasnya
"Huhhh. sabar" ucap sang rubah sembari ngusap" ke dadanya , "tunggu" kok Luh bisa bicara yah? LOH SILUMAN YAH" teriak Zilla , "heyy sembarangan aku ini makhluk ilahi yang paling banyak diincar para kultivator buat dijadikan hewan kontrak mereka tahu" sombong sang rubah sembari menaikan kepalanya tinggi".
"Dihh sombong nih rubah busuk bau tanah" kesal Zilla sembari menatap malas ke arah sang rubah, "sudahlah gadis kecil, bilang saja kalo kamu sebenarnya tertarik kepadaku kan buat dijadikan hewan kontrak? iyakan" sombong sang rubah sembari menatap ke arah Zilla ,sedangkan yang ditatap hanya memutar mata dengan malasnya .
"jadi sebenarnya gua udah terdampar ke dunia kultivator yah hmmm sekarang gua tahu mengapa ibunda mendorong gua ke arah jurang ,bisa disimpulkan kalo jurang tersebut pintu masuk kedunia ini" ucap Zilla pelang sembari menimang kejadi tersebut tapi sayangnya sang rubah mendengar apa yang diucapkan Zilla .
"Jadi kalo bukan dari dunia kultivator ,gadis kecil kamu berasal dari dunia mana? dan dari dilihat pakaianmu yang agak berbeda kamu bukan berasal dari anggota kekerajaan" ucap sang rubah sembari memperhatikan pakaian yang dikenakan Zilla
"Yang bilang gua anggota kekerajaan siapa? gua sebenarnya memang berasal dari dunia ini tapi tempat tinggal gua sedari bayi Ampe besar tuh dari bumi tempat tinggal manusia yang banyak alat" canggih dan moderen" jelas Zilla , "ohhh dari bumi yah hmmm, jadi tujuanmu datang ke dunia kultivasi ini apa?" tanya sang rubah .
"Udah deh Luh Napa banyak tanya lebih baik sini gua obatin kaki loh tuh yang terluka , emang loh habis dari mana sampai bisa terluka kek gini?" tanya Zilla , " gua terluka karena para manusia" serakah yang mau menjadikan diriku hewan kontrak mereka , untunglah aku bisa menyelamatkan diriku" jelas sang rubah.
"hmmm kamu tunggu disini biar gua Carikan tanaman obat buat obatin luka kamu serta mengeluarkan racun yang sudah menyebar ketubuhmu"jelas Zilla mengejutkan sang rubah , "Dari mana gadis kecil ini tahu kalo ada racun yang sedang menyebar kedalam tubuhku" batin sang rubah masih dengan wajah terkejutnya.
"hmmm gua tahu kenapa ada racun ketubuhmu soalnya dilihat dari lidahmu yang agak kehitaman itu menandakan kalo kau sedang keracunan , dan jika terus dibiarkan makan racun tersebut bisa melumpuhkan semua orang yang ada didalam tubuhmu" tegas Zilla menjelaskan kepada sang rubah, "baiklah gadis kecil rubah ini mengerti ucapanmu"ucap rubah
__ADS_1
Setelah menjelaskan sang rubah , Zilla pun mencari bahan" obat yang dibutuhkan untuk mengobati serta mengeluarkan racun kepada sang rubah, setelah semua bahan yang dibutuhkan telah terkumpul , kemudian Zilla menumbuk bahan untuk mengobati sang rubah ,setelah bahan obat yang ditumbuk tersebut sudah halus Zilla kemudian mengoleskannya kekaki sang rubah dengan perlahan, "Nah sudah selesai tinggal membuat pil penetralisir racun ,dan karena disini nggak ada tungku buat membuat Pill jadi mau tak mau gua hanya menggunakan tangan dan membutuhkan butuh waktu lama sang rubah" jelas Zilla , "terserahmu sajalah gadis kecil emang gadis kecil sepertimu bisa membuat pil kah?" tanya sang rubah.
"Hey didunia yang aku tempati sebelumnya , aku cukup pintar loh membuat Pill kek gini, jadi jangan meremehkan kemampuan gadis kecil sepertimu rubah tua"kesal Zilla , "iya" aku mempercayaimu gadis kecil" jedsi ayo buat pillnya"titah sang rubah
Zilla kemudian mengeluarkan api putih ditelapak tangannya yang cukup mengejutkan bagi sang rubah, "i ini api suci , api paling terpanas dinomor empat diantara semua api" jelas sang rubah yang masih memasang mimik wajah terkejut "hey gadis kecil siapa sebenarnya dirimu dan mengapa sang rubah ini tidak bisa mengetahui tingkat kultivasimu?"tanya sang rubah dengan tatapan penuh selidik.
"hey aku tidak memiliki tingkat kultivasi apapun dan soal aku bisa mengeluarkan api dari telapak tanganku pun aku tak tahu ,karena memang sejak masih usia lima tahun pun aku sudah bisa mengeluarkan api tersebut dan bukan hanya api berwarna putih aja tapi ada warna ungu dan hitam pekat"jelas Zilla kembali mengejutkan sang rubah .
"ya dewa entah keberuntungan apa sehingga aku bisa menemukan seorang manusia yang memiliki api surgawi dan neraka tersebut"jelas sang rubah dengan tampang terkejut "Hmmm aku harus menjadikan dia tuanku"piki sang rubah .
Zilla kemudian melanjutkan pekerjaannya yaitu membuat Pill penetral racun , sembari memasuki semua bahan obat tak lupa Zilla juga mengukur kepanasan api tersebut supaya tidak mengalami gosong pada bahan" obatnya.
1 jam berlalu
kini muncullah tiga butir pil penetral racun berwarna putih dengan garis" keemasan yang menandakan pembuatan Pill Zilla telah berhasil, tak butuh waktu lama buat Zilla mengambil semua butir ditelapak tangan Zilla dan memberikannya kepada sang rubah , setelah memberikan Pill tersebut, sang rubah kemudian menelan semua Pill yang diberikan oleh Zilla kepadanya . setelah menahan rasa sakit yang berada didalam tubuhnya, sang rubah kemudian memuntahkan darah hitam yang sangat pekat dan bau yang menandakan racun tersebut telah keluar dari dalam tubuh sang rubah.
"Gadis kecil rubah ini berhutang Budi kepadamu gadis kecil dan sebagai balasannya aku kamu bisa mengikat kontrak denganku gadis kecil"jelas sang rubah sembari menundukan kepalanya , "hmm aku akan mengikat kontrak denganmu asal kau cerita kan semua mengenai dunia kultivator bagaimana?"jelas Zilla . "baik lah gadis kecil rubah ini akan menjelaskan semua tentang dunia kultivator"jawab rubah .
dunia kultivator adalah dunia dimana yang kuat yang dihormati dan yang lemah akan direndahkan.
*Berikut tingkat kultivasi:
ranah prajurit (awal menengah tinggi)
ranah panglima (awal menengah tinggi)
ranah jendral (awal menengah tinggi)
ranah raja (awal menengah tinggi)
ranah Petapa suci (awal menengah tinggi)
ranah bumi(awal menengah tinggi)
ranah Dewa Dewi ( awal menengah tinggi)
ranah surgawi* (awal menengah tinggi)
ranah abadi (awal menengah tinggi),
dan ranah yang nggak ada satupun makluk *hidup tempati yaitu ranah semesta alam (awal menengah tinggi)
sedangkan untuk alchemist ada beberapa tingkat yaitu:
tabib awal
tabib menengah
tabib tinggi
tabib kerajaan
master alchemist
monster alchemist
dan alchemist tingkat suci/keabadian
sedangkan untuk seorang kultivator ada beberapa elemen yang dikuasai yaitu :
elemen umum:
elemen air (biru tua)
__ADS_1
elemen angin(coklat muda)
elemen es (biru muda)
elemen api (merah muda)
elemen rumput (hijau muda)
elemen lava (merah tua)
elemen krystal (ungu muda)
elemen petir (ungu tua)
elemen tanah (coklat tua)
elemen langkah yang jarang didiri manusia:
elemen penyembuhan (putih)
elemen cahaya (ke emasan)
elemen kegelapan(hitam pekat)
elemen waktu (putih campuran ke emasan)
elemen roh(abu abu muda)
elemen logam (silver)
elemen roh(abu abu pekat)
elemen racun(ungu kehitaman)
elemen ilusi (pink mudah)
elemen gravitasi(transparan kagak terlihat)
elemen kuno yang bisa memunculkan tulang dan menciptakan monster (putih kesilveran)
elemen kehidupan (putih kebiruan)
elemen kutukan (hitam keabuan)
elemen maknet (orange)
sedangkan dengan hewan spirit ada beberapa tingkat yaitu:
hewan buas
hewan spirit rendah
spirit tingkat menengah
spirit tingkat tinggi
spirit iblis
spirit suci
spirit legendaris
spirit ilahi dan abadi*
__ADS_1