
" kamu mau pesen apa Ra ? " tanya Rain
" aku bakso aja yg pedes ya . " sambil tersenyum dan berkedip manja . Karna Zurra tau Rain tak akan membiarkan Zurra sakit karna makan pedas .
" ok . Tapi kali ini ja ya " akhirnya Rain pun setuju
Setelah pesanan datang mereka sangat asyik berbincang dan bercanda . Hingga makanan habis dan bel masuk pun berbunyi ..
Sebelum masuk kelas Rain menarik tangan Zurra dan mendorongnya kedinding . " nanti pulang sama aku ya ! Aku tunggu di parkiran " ajak Rain sambil mengecup kening Zurra . Lalu berlalu meninggalkan Zurra yg terkejut atas perlakuan Rain .
karna biasanya mereka hanya pegangan tangan dan pelukan . Ini pertama kalinya Rain berani mencium kening Zurra.
***
"Zurra kamu dah dijemput supir kamu belum ?" tanya anaya sahabat Zurra . Anaya dan Amanda adalah sahabat Zurra dari awal masuk sekolah di SMA Alexandria . jadi mereka cukup mengerti sikap dan sifat Zurra .
" paling juga dia bareng yayang nya nay " . Goda Amanda diiringi tawa Naya dan Manda
" hishhh , apaan sih kalian ini . Aku pulang sama Rain tadi dia ngajak bareng " . Jelas Zurra
" yahhh padahal kita mau ajak kamu hangout bareng . Tapi engga bisa " ujar Naya walau merasa sedikit kecewa tapi masih bisa tersenyum
" iya udah kita duluan ya . Bye Zurra " .pamit Manda dan Naya . Yang diangguki oleh Zurra . Sebenarnya dia ingin ikut ajakan dari sahabatnya, karna liburan kemarin mereka engga bisa meluangkan waktu untuk bermain bersama , mereka berlibur dengan keluarga masing masing dan berhubungan hanya lewat ponsel .
Zurra pun menunggu Rain diparkiran , tadi dia menerima pesan . Rain akan terlambat keluar karna ada perkumpulan pemain basket untuk membahas turnamen seangkatan untuk acara perpisahan .
"10 menit, 15 menit , 30 menit pun berlalu tapi Rain tak kunjung menunjukan batang hidungnya . Kemana ya dia ? Apa dia engga tau aku dah capek , laper juga . Katanya tadi bentar doang tapi ternyata lama banget . Apa aku telvon aja kali ya atau aku samperin . " batin Zurra
__ADS_1
Ditengah lamunannya ternyata sosok yg ditunggu keluar juga . Zurra yg menyadari Rain menuju kearahnya langsung memasang ekspresi marah kesal dan melipat kedua tangannya sambil menatap Rain dengan dingin .
Rain yg menyadarinya langsung berlari meninggalkan teman teman nya untuk menghampiri Zurra . " Maaf Tsabina Azurra tersayang " sambil memohon dengan menangkupkan kedua tangan dan tak lupa andalannya puppye eyes seperti Zurra . " aku benar engga tau kalau akan ada meeting basket dan akan selama ini , maaf " .
" bukannya kamu tau aku paling males menunggu , tapi kamu minta aku nungguin kamu selama ini . Aku capek laper , lagian kita mau kemana sih ? " dengan kesal Zurra meluapkannya . " haiihh , iya udah deh aku maafin kamu ". Walau terpaksa akhirnya Zurra pun mengalah dan memaafkannya karna Zurra tak ingin berdebat lagi . Mereka sudah terlalu sering berdebat . Karna begitulah Cinta masa Sekolah .
" maaf yank , soalnya hari ini aku mau ajak kamu kesuatu tempat . Ayok kita masuk " Rain berlari untuk membuka pintu mobil untuk Zurra dan memintanya masuk .
Akhirnya Zurra dan Rain pergi bersama . Meninggalkan sekolah .
***
" Gimana tempatnya Ra ? Bagus engga ? Kamu suka " tanya Rain sambil menatap Zurra . Tapi yg ditanya sibuk dengan pemandangan yang dilihatnya . Danau yg indah dengan bunga bunga yg terawat dan senja yg indah . Itulah yg membuat Zurra sangat kagum .
Rain merasa dicuhkan pun menarik tangan Zurra untuk berada dipelukannya . " Maaf aku udah bikin kamu kesal , kamu kecewa . Aku janji aku engga akan bikin kamu kesal maupun kecewa " ujar Rain tapi sebelum dia berkata lebih Zurra sudah menutup mulut Rain dengan satu jarinya .
Rain pun menarik Zurra untuk berada dipelukan nya lalu mencium keningnya ." makasih Zurra . aku akan buktiin ke kamu Tsabina Azurra bahwa Rain Agrata engga akan bikin kesayangannya kecewa " . ucap Rain yang kemudian diangguki Zurra .
Tapi moment mereka terganggu oleh suara perut Zurra dimana cacing perutnya sudah meminta jatah makan . " kruyuuukkk" suara perut Zurra .
" Haiishhh ,, bikin malu aja " bergeming kecil Zurra .
Rain pun menahan tawanya , karna dia Zurra harus kelaparan walau sejujurnya ekspresi Zurra saat ini sangat menggemaskan bagi Rain .
Rain pun menarik Zurra untuk ikut dengannya kesalah satu warung Lamongan yg berada di pinggir jalan dekat Danau . Mereka memang anak keluarga kaya tapi mereka lebih suka jajan dipinggar jalan dari pada restoran mewah . Karna bagi mereka itu sama saja .
Waktu berlalu tak terasa sudah pukul 7 malam . Karena terlalu asyik Zurra lupa mengabari kedua orang tuanya .
__ADS_1
" yahhh .. Ponsel ku mati , aku lupa ngabari mommy kalau aku pergi sama kamu . Gimana nich ? Pasti mommy papi cemas banget " sambil menatap Rain dengan wajah sendu
" kamu pake ponsel aku aja , nich " sambil memberikan ponsel ke Zurra . " nanti aku anterin kamu sampai dalem rumah kamu , biar kamu engga dimarahin mommy papi mu " ujar Rain
" tapi Rain ..." sebelum Zurra melanjutkan bicaranya, Rain memegang pundang Zurra dan berkata " bukankah kamu minta aku buktiin , ini salah satu yg aku mau buktiin . Aku sungguh sungguh Zurra . Aku engga mau liat kamu sedih ataupun menangis , kamu percaya kan sama aku ? " tanya Rain yg diangguki Zurra
didalam mobil mereka sibuk dengan pikiran masing masing karna dalam hati mereka sama sama takut jika papi mommy Zurra marah . Tapi Rain sudah membulatkan tekad apapun yg terjadi dia harus menerimanya karna ini merupakan tanggung jawab Rain .
***
" assalamualaikum " ucap kedua insan yg sedang kasmaran itu atau lebih tepatnya sedang bucin .
Papi mommy Zurra yg sedari tadi sudah menunggu anak gadis semata wayangnya diruang Tamu .
" habis kemana aja kamu Zurra ? Kamu udah bikin mommy kamu khawatir " ujar papi Darma
" maaf pi , mi . ponsel Zurra batrainya habis " jawab Zurra dengan menunduk .
" Maaf om , tante ini semua salah saya karna sudah membawa Zurra tanpa izin . Maaf ". Ujar Rain dengan penyesalan . Karna dia Zurra dimarahi oleh kedua orang tuanya .
" baik kali ini om dan tante akan memaafkanmu Rain , karna membawa putri kami tanpa izin sampai malam . Tapi lain kali kamu harus meminta izin dulu . Karna om dan tante sudah percaya sama kamu , kami harap kamu tidak mengecewakan kami " . Ujar papi Zurra
" iya om , makasih sudah memaafkan saya . Lain kali saya akan meminta izin dan juga restu dari om untuk mempersunting anak om " . Selingan canda Rain yg membuat papi mommy Zurra tertawa , beda hal dengan Zurra yg pipinya bersemu merah karna malu . itulah salah satu sifat Rain ,mencairkan suasana . terlebih lagi Rain merupakan anak dari salah satu sahabat papi Zurra .
" om akan terima lamaran kamu ketika kamu sudah sukses dengan kakimu sendiri , kamu tau itu kan Rain . Sekarang pulanglah kejar impian dulu baru kejar calon istri " . Kode yg diberikan papi Zurra , membuat Zurra yg ditatap seperti kepiting rebus .
" Siap om " antusias Rain ." Kalau gitu saya pamit dulu om tante " pamit Rain yg diangguki papi Zurra .. Tak lupa Rain bersalaman ke orang tua Zurra .
__ADS_1