Searching

Searching
Eps 13.


__ADS_3

Ruangan itu tampak sunyi, hanya ada Ata, pak Marcel dengan asisten sekretaris sang Kakek saja.


Dan ketika Ata baru saja mau memulai percakapan, dia selalu di hentikan.


“ Hm, pak saya mau nan..”


“ Pak, Yuda dimana ya tolong panggilkan dia.”


“ Baik pak.”


Ata melihat ke pintu dan sekretaris berjalan meninggalkan mereka berdua.


“ Pak..”


“ Shutt..”


“ Pak saya mau nanya..”


“ Shutt..”


Ata kelihatan sangat kesal, dengan wajah yang cemberut dia menahan amarah nya.


Kringggg..


Telepon Ata berbunyi.


“ Ta, kamu dimana?.”


“ Lagi di Rumah sakit, kenapa Yur?.” Tanya nya sambil berbisik.


“ Oh ga, mau kabarin aja udah dapat apartemen nya haha.”


“ Beneran?.”


Yuri tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya ketika sudah mendapatkan tempat tinggal baru dengan uang hasil kerja kerasnya.


“ Hm, maaf pak .. saya harus pergi sekarang.”


“ Em ya.”


“ Cuek banget, pantasan aja ga ada yang mau.”


Di jalan, Ata mengganti nama kontak pak Marcel menjadi manusia dingin. Ini karena, perilaku pak Marcel yang berubah beberapa belakangan ini.


“ Yuri..” Ata melambaikan tangan.


“ Sista Ata..sini sini.”


Apartemen Yuri sangat besar, di lengkapi dengan 2 kamar dan ruang tamu yang luas.

__ADS_1


Ata bertanya kepada Yuri kenapa dia bisa mendapatkan tempat tinggal dengan cepat.


Dan tanpa Ata ketahui, pak Marcel lah yang telah membantu.


“ Ini..kemarin itu dapet dari web kok.”


“ Ohh, mewah juga ya.”


“ Iya, keren kan jadi kamu nanti main-main kesini ya.”


Mereka berdua menghabiskan waktu di tempat baru Yuri, malam hari pun tiba.


Ketika Ata baru saja membuka pintu Apartemen, dia melihat tepat di depan nya ada Yuda.


“ Yur..Yuri lihat.”


“ Itu kan?.”


“ Ta, jangan kesini dulu ya. Kapan-kapan aja.”


Ata mengangguk.


Yuda tinggal di tempat yang sama dengan Yuri, singkatnya mereka adalah seorang tetangga.


Yuda curiga dengan suara-suara yang berbisik itu dan diam sejenak.


“ Kayak kenal.”


“ Hati-hati Ta.”


***


03.00 subuh.


Ata berjalan keluar dari kamar untuk mengambil air dari kulkas.


Kreek..


“ Kenapa ya pak Marcel, beda banget.”


“ Kakak pasti simpananan nya atasan ya.”


Kata Kevin dengan suara pelan yang berasal dari bawa meja, tepat di samping kaki Ata. Dia sedang mencoba cemilan yang di bawa Ata tadi.


“ Kevin..itu apa?.”


“ Oh ini? Cemilan kakak, makasih ya enaak banget.”


Ata tidak memberikan respond apapun.

__ADS_1


Tampaknya dia sudah banyak beban pikiran hari ini.


Dia kemudian meninggalkan Kevin sendirian.


“ Tumben banget ga marah.”


“ Abisin aja sekalian sama tempatnya.”


Pagi hari nya, cahaya matahari itu mulai masuk perlahan menusuk matanya.


Gaya tidurnya yang miring, membuat orang di rumahnya menjadi jahil.


“ Pa, hp mu mana?.”


“ Hp?.. ini, buat apa?.”


“ Mengabadikan kenang-kenangan.”


Tidak lama kemudian, Ata terbangun dengan pelan seperti seorang princess.


“ Hoamm..”


Mama Ata yang sudah menunggu di depan pintu daritadi, hanya bisa melihat heran anaknya.


“ Ata cantik.”


Ata membuka matanya sembari meregangkan badannya.


“ Ma..Eh hehe halo Ma.”


“ Sudah bangun?.” Dengan wajah yang tersenyum.


“ Udah kok ini, Ata mau beresin kamar dulu.”


“ Bagus, setelah itu jadwal kamu untuk membuka kedai lagi.”


Seketika itu membuat Ata berharap ada seorang pangeran yang menjemputnya.


“ Andai aja ada pangeran berkereta kuda datang.”


Sementara itu pak Marcel..


“ Saya ada jadwal apa hari ini?.”


“ Untuk sementara kosong pak.”


Tanpa sengaja mereka lewat di depan kedai ayam milik Ata.


“Catherine, apa kamu mau mencoba ini?.”

__ADS_1


Rambut panjang dengan model bergelombang, style yang luar biasa cantik, adalah Catherine adik angkat pak Marcel.”


Catherine hanya mengangguk dan mengikuti sang kakak.


__ADS_2