
CEO kemudian mengajak Ata ke sebuah restaurant yang belum pernah di datangi sebelumnya.
“ Kamu makan apa?.”
“ Pak, kenapa bapak ngajak saya.”
“ Permisi, mba.. pesan menu favourit disini.”
Ata terus bergumam dalam hatinya, takut kalau ada orang kantor yang salah paham dan tidak sengaja melihat mereka berdua.
“ Saya dengar kamu ulang tahun hari ini?.”
“ Ga.. bapak salah dengar kayaknya.”
“ Tadi saya ga sengaja dengar kamu ngobrol.”
“ Ohh.. tadi iya saya lagi ngobrol mereka minta di traktir tapi saya lagi kere pak, hehe tanggal tua.”
“ Ya udah, makan dulu.”
Setelah mereka selesai makan, Ata kemudian di antar pulang dengan pak Marcel.
“ Makasih banyak pak.”
“ Rumah kamu dimana?.”
“ Disana, tuu ( sambil menunjuk ) ga jauh lagi kok.”
“ Hati-hati pak.” Tambah Ata.
Kedatangan Ata sudah di tunggu orang rumah, ada Kevin yang sedang nonton, sementara Papa dan Mama sedang menyiapkan beberapa kardus kecil.
“ Permisi, geser geser.. Kev kamu ga bantuin nih?.”
“ Tadi mereka nyuruh nya kakak, makanya aku sisain beberapa dus buat kakak.”
__ADS_1
Ata memberikan tatapan sinis dan menghela nafas.
Tempat berganti situasi di rumah pak Marcel ( CEO ).
“ Kamu sudah ketemu dengan Rachel?.”
“ Rachel siapa?.”
“ Marcel, kamu tidak lihat buku yang Papa kasih?.”
“ Oh, udah.”
Marcel menghindar dan berjalan masuk ke kamarnya.
Marcel dan Ata terlihat sangat lelah, tapi wajah Ata tidak bisa berbohong kalau dia sangat senang dengan apa yang sudah terjadi hari ini.
“ Ini pertama kali nya aku makan bersama pak Marcel.”
Sebuah notifikasi pesan singkat masuk dari Yuri, Yuri bertanya apakah hari ini baik-baik saja. Dan Yuri berencana akan menginap malam ini.
Malam itu kemudian di habiskan Yuri dan Ata untuk bercerita-cerita.
Akhirnya pagi hari tiba, hari ini adalah hari Sabtu jadi Ata dan Yuri tidak bekerja.
“ Ata, bawa makanan ini ke teman mu.”
“ Kalau ada tamu aja Ma.”
“ Nih Yur, ayam kayak biasanya.”
10 menit kemudian Mama kembali dan tiba-tiba bertanya kepada Ata.
“ Ta, Mama mau nanya.”
“ Tumben banget, apa itu? Wah bawa kue juga.”
__ADS_1
“ Ata gamau nikah aja? Mama pengen liat cucu.”
“ Uhuk uhuk…Ma, Ata kan udah sering bilang Ata belum ada calon nya.”
Yuri dengan polosnya mengatakan bahwa teman nya itu baru saja makan malam bersama dengan atasannya.
“ Yuri …” teriak Ata.
***
Keadaan di rumah Marcel.
“ Pagi tuan, makanan nya sudah siap.”
“ Pagi, Papa kemana?.”
“ Tuan besar sudah berangkat dan sebentar sore Kakek tuan akan tiba.”
“ Kakek..?.”
Marcel sangat senang mengetahui kedatangan Kakeknya, dia tau kalau Kakek nya sangat menyayangi nya. Jadi,Marcel berusaha meminta tolong agar perjodohan dan kencan buta ini di hentikan.
“ Halo Marcel.”
Kakeknya masih sangat bugar semenjak terakhir mereka bertemu beberapa tahun yang lalu.
“ Halo, bagaimana perjalanan tadi Kek?.”
“ Aku sangat lelah, kenapa kamu masih berdiri disini? Tidak bekerja hari ini?.”
“ Hari ini hari Sabtu kek, kami tidak bekerja di hari Sabtu. Ada yang mau saya sampaikan..”
“ Apa? Kamu di jodohkan? Haha tidak papa itu bagus dan harusnya kamu segera sadar dengan umur.”
Kelihatan tidak membantu.
__ADS_1
Saat yang sama Ata juga mendengar hal yang sama, bahwa mereka harus segera menikah karena umur yang sudah sangat matang.
Ata dan Marcel masing-masing menolak dengan alasan yang berbeda. Tapi usaha Kakek dan Papa Marcel tidak sampai disitu saja.