SEBUAH KISAH MIMPI

SEBUAH KISAH MIMPI
Mimpi Didalam Mimpi Part 2


__ADS_3

Aku melihat foto kucingku diponsel, dia sudah lama pergi dan tidak pernah pulang kerumah. Aku merasa rindu sampai aku menagis, lalu tertidur karna lelah menagis. Saat aku membuka mata, aku berada dikamar yang aku pun tidak tau kamar siapa. Aku merasa kamar ini sangat besar, "kenapa kamar ini sangat besar sekali atau aku yang jadi kecil" ucapku keheranan. lalu melihat bayanganku dicermin dan ternyata aku berubah menjadi kucing. Aku pun panik karna berubah jadi kucing yang berbulu lebat dan berwarna putih. "tapi semakin kulihat, ternyata aku sangat imut" ucapku sambil melihat diriku dicermin. Aku melihat-lihat sekeliling kamar ini, ternyata kamar ini sangat mewah. Aku pun turun dari kasur dan keluar dari kamar, saat beberapa langkah melewati pintu tiba-tiba menjadi gelap. "akh, kenapa menjadi gelap? apakah mati lampu?" ucapku sambil melihat sekeliling. Lalu aku merasa ada yang mengawasi diriku, aku melihat kebelakang ada sepasang mata yang bercahaya. Aku berlari ketakutan, karena gelap aku menabrak tembok. "Brukk" karna menabrak sangat keras membuat kepalaku sakit.

__ADS_1


Sepasang mata itu mendekat kearahku, aku pun memejamkan mata. Lalu lampu pun kembali menyala, aku mencoba mengintip melihat sosok tadi ternyata sosok tadi adalah kucing hitam. Apakah dia si Hitam kucingku yang telah lama pergi? "oh sayang apakah itu kau?" ucapku sambil mendekat kearah kucing hitam itu. Tapi semakin aku mendekat kucing itu malah semakin menjauh. "hey kenapa kamu menjauh" ucapku yang terus mengejar kucing hitam itu dan aku pun sampai terjatuh terjungkal. Tiba-tiba tubuhku diangkat oleh seseorang, "utu ututu, bola bulu saljuku sayang terjatuh ya." ucap orang itu. (nj*r, kata-kata nya membuatku merinding) ucapku dalam hati. lalu orang itu mencium ku, meski aku dalam wujud kucing tapi aku adalah perempuan yang jomblo dan belum pernah pacaran dan sekarang aku dicium oleh seorang pria (๏_๏) tapi pria itu tampan juga sih(¬_¬). Aku pun mencoba memberontak dan akhirnya aku menggigit tangan orang itu. "aduh, bola bulu saljuku, kenapa dikau menggigit ku. apa kau membenciku?" ucap orang itu terlihat sedih. Melihat orang itu bersedih, dia terlihat seperti anak anjing yang dibuang oleh pemiliknya. (prfft, lucu sekali ekspresi orang itu) ucapku dalam hati.

__ADS_1


Ketika aku melihat orang itu, aku menjadi senang. Tiba-tiba aku berubah menjadi manusia "wah, aku kembali menjadi manusia" ucapku senang. lalu orang itu terkejut saat aku berubah menjadi manusia, "siapa kamu? dimana si cantik bola bulu saljuku?" tanya orang itu kepadaku. Aku pun panik dan berlari keluar, aku terus berlari dan berlari Sampai sangat jauh dari rumah itu. Tapi langkahku terasa semakin berat dan sangat sulit untuk berjalan, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dan istirahat dibawah pohon pinggir jalan. "aku pikir orang itu akan mengejarku, ternyata tidak" ucap ku. Saat sedang istirahat aku melihat kucing ku si hitam, kucing itu datang menghampiri ku. "si hitam sayang, kamu disini. kita pulang yuk" ucapku sambil menggendong kucing ku itu. Saat aku mencari jalan pulang, aku dihadang oleh anak anjing. Tubuh anak anjing seukuran dengan kucingku sihitam, aku mencoba mengusir anak anjing itu, tapi anak anjing itu sangat galak. Lalu si hitam meraung dan membuat anak anjing itu ketakutan. Aku terkejut dengan kemampuan kucing hitam ku ini. "apa benar dia kucingku" ucap ku sambil melihat kucing hitamku ini. Saat aku fokus melihat kucingku ini, aku berubah menjadi anak kucing. "Akkhh. kenapa aku menjadi kucing lagi?! bagaimana aku bisa pulang!?" ucapku. Saat aku yang kebingungan dengan perubahan yang ku alami, kucingku si hitam telah pergi. "sihitam sayang kamu dimana? jangan tinggalin aku ( T_T ) " ucapku kebingungan. Saat aku meratapi kemalanganku, anak anjing tadi datang menghampiriku. "kenapa anak anjing ini 2x lebih besar dari pada diriku?!". Aku pun langsung berlari sekuat tenaga dan anak anjing itu mengejarku. Aku terus berlari masuk menuju gang-gang rumah namun aku malah terpojok. Aku gemetar ketakutan dan kakiku menjadi lemas, lalu aku memejamkan mataku. Saat aku benar-benar sangat terdesak seseorang datang menyelamatkan ku. Orang itu mengusir anak anjing itu datang menggendongku. "sekarang dikau aman bola bulu saljuku." ucap orang itu. Aku pun membuka mata dan melihat orang itu lagi, aku merasa tenang dan tertidur.

__ADS_1


Selesai...

__ADS_1


__ADS_2