
Kediaman keluarga Alfarizky
" assalamualaikum, Ayah Bunda?!" ucap Al saat sudah sampai dirumahnya ( rumah orangtua Al )
" waalaikumsalam..iya sebentar" Bunda Rina keluar dengan apron yang masih terpasang ditubuhnya, sepertinya Bunda Rina sedang memasak didapur
" waahh...menantu cantik Bundaaaa!!" pekik Bunda Rina saat anak dan menantunya datang kerumahnya untuk pertama kali, apalagi Aurora yang belum pernah datang kerumah Al
" assalamualaikum, Bunda?" ucap Aurora sopan dan sedikit canggung karena pertama kali
" waalaikumsalam, cantik! kenapa nih tiba-tiba kok dateng kerumah?!" tanya Bunda Rina
" besok kita berangkat sekolah, menantu Bunda mau ketemu terus main-main bentar sama Bunda katanya." jawab Al dengan datar
" ohh gitu, Bunda seneng banget deh akhirnya bisa ngobrol-ngobrol berdua sama menantu Bunda yang cuantiikk ini!" pekik Bunda Rina kesenangan
Al yang merasa diacuhkan hanya bisa bersikap datar dan tidak percaya, karena jika Al pulang kerumah ia selalu disambut meriah oleh Bundanya, karena ayahnya sedang bekerja dan adiknya sedang sekolah
Al memang mempunyai seorang adik perempuan yang cantik. Beda satu tahun dengan Al. namanya adalah Diana Reyka Alfarizky. Al kelas 12, Diana kelas 11. Al dan Diana beda sekolah, karena Diana yang tidak ingin satu sekolah dengan kakaknya
alasannya simpel. karena jika Diana satu sekolah dengan Al dan tahu jika Al kakaknya, maka dipastikan jika nanti ia pasti akan menjadi ratu dadakan disekolah karena semua perempuan di sekolahnya akan berpura-pura mendekatinya agar bisa dekat dengan Al
" Al masuk dulu ya?" ucapa Al tapi masih tidak ada tanggapan dari kedua orang yang paling ia sayangi tersebut
Al pasrah lalu masuk ke kamarnya dengan perasaan tidak percaya dan kecewa karena diacuhkan
__ADS_1
" suami kamu kayaknya ngambek! lebih baik kamu tenangin dulu sana!" titah Bunda Rina kepada Aurora
" kenapa ngambek?" tanya Aurora
" kan tadi nggak disambut!" sahut Bunda Rina
" emm gitu..okelah! Aurora masuk dulu ya Bunda?!" ujar Aurora
" iya masuk sana tenangin dulu, nanti kalo udah tenang baru main lagi sama Bunda" ucap Bunda Rina sambil terkekeh
Aurora mengangguk lalu naik kelantai dua, kamar Al berada.
Aurora mencari kamar Al dipenjuru ruangan karena rumah Ayah Deon yang sangat luas
Aurora terus berputar-putar dan akhirnya sampai dikamar Al
Aurora membuka pintu kamar yang diyakini jika itu kamar Al dengan pelan
" kak Al? kak?"
Aurora masuk dan menemukan Al yang sedang duduk bersandar pada headboard tempat tidurnya sembari membaca buku
" aku masuk ya.." tidak ada balasan dari Al, Aurora hanya bisa menahan tawa yang sejak tadi ia tahan
" kak?? kak Al?" panggil Aurora
__ADS_1
" kakaaakk??" Aurora menggoda Al dengan menekan pipi kanan Al dengan jarinya, lalu turun diantara dada Al
Aurora menyandarkan kepalanya di bahu Al dan memainkan jarinya didada Al dengan sensual
"kak? kak Al?!" Aurora yang lelah memanggil nama suaminya itu tapi tidak ada jawaban sama sekali. Aurora kesal lalu memasukkan kepalanya diantara tangan Al yang sedang membaca buku dan bersandar pada dada bidang Al sembari memainkan jarinya disana
" mau apa?" akhirnya suara berat yang Aurora tunggu-tunggu terdengar juga
" kamu ngambek?!" tanya Aurora sembari menelan-nekan pipi Al dengan jarinya
" nggak! katanya tadi mau main sama Bunda, kenapa kesini?" Al masih mempertahankan sikap datarnya itu padahal hatinya ingin lebih
" nggak, nanti aja.. kak Al jangan cuekin Aurora" rengek Aurora, bahkan setitik air mata jatuh dipipi mulus Aurora
Al hanya melirik sekilas Aurora lalu kembali membaca bukunya "lepas" ucap Al
" kakaaaakk!!" pecah juga air mata Aurora sembari merengek-rengek kepada Al
Aurora lelah lalu dengan keberaniannya, aurora mendongakkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir Al.
merasa Al hanya acuh, aurora mencium bibir Al lagi tapi dengan durasi yang lebih lama. Mencoba meniru apa yang dilakukan Al pas malam pertama mereka waktu itu, tapi nihil karena Aurora memang tidak bisa
Aurora melepas pagutan bibirnya lalu memeluk erat pinggang Al sembari terisak kecil didada Al. Aurora tidak suka Al mendiamkannya
Al menahan tawa melihat sikap Aurora sejak tadi
__ADS_1