See You In The Next Evening

See You In The Next Evening
Pulang


__ADS_3

Hidup itu membutuhkan perjuangan, karena tak ada satu hal pun yg bisa sukses tanpa sebuah perjuangan.


...~@rhniave...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Selama di perjalanan yang ada hanya diam, tidak ada yang berbicara sedikit pun. Sesampainya di kontrakan Adinda langsung masuk ke dalam.


"Makasih ya Sel." Ucap Lina.


"Iya sama-sama, kalian hati-hati di sini." Ucap Marsel.


"Iya." Ucap Lina.


Setelah Marsel mengantar Adinda dan Lina, Marsel langsung pergi pulang. Setelah Lina melihat Marsel sudah pergi jauh, Lina menyusul Adinda yang sudah masuk dalam.


"Din!!"Panggil Lina.


Tetapi tidak ada sahutan dari Adinda. Lina kira Adinda sudah tertidur, karena sudah capek di perjalanan tadi, jadi Lina tidak memanggil Adinda lagi. Tetapi, tiba-tiba Adinda teriak sangat kuat.


"Ha......... Lina!!" Teriak Adinda dari dalam kamar nya.


Lina yang mendengar teriakan Adinda, langsung berlari menuju Adinda.


"Din, buka pintu nya! lo kenapa?" Ucap Lina panik sambil mengetuk pintu kamar Adinda.


Adinda membuka pintu kamar nya, dan langsung memeluk Lina.


"Gue lihat orang yang kemarin Lin." Ucap Adinda gemetar.


"Din, lo jangan ngada-ngada. Mana mungkin dia sampai ke sini." Ucap Lina tidak percaya.


"Gue serius Lin."Ucap Adinda sambil melepaskan pelukannya.


"Coba lu lihat sekeliling, ada? nggak ada kan." Ucap Lina meyakinkan Adinda.


"Gue gak bohong Lin." Ucap Adinda meyakinkan Lina.


"Mungkin itu cuma halusinasi lu aja kali." Ucap Lina.


Adinda berfikir, mungkin itu memang halusinasi nya. Lagian mana mungkin dia bisa sampai ke sini dengan begitu cepat.


"Lebih baik lu istirahat aja." Ucap Lina.

__ADS_1


"Hm..... "


"Supaya besok lu lebih baikan, dan jangan lupa, besok kita mulai kuliah." Ucap Lina.


"Iya." Jawab Adinda singkat.


Adinda langsung tidur, Lina memastikan bahwa Adinda benar-benar sudah tidur, setelah memastikan bahwa Adinda sudah tidur, Ia menuju kamarnya untuk tidur.


...________...


Malam berganti menjadi pagi, kini sinar matahari sudah masuk kedalam kamar nya Adinda, melewati celah-celah jendela yang ada. Adinda terbangun dari tidur nya. Dia menuju ke dapur untuk memasak, tetapi Lina sudah selesai memasak.


"Lu udah masak?" Tanya Adinda.


"Udah dong, kita kan masuk kampus nya pagi."Ucap Lina.


"Gue mandi dulu lah." Ucap Adinda.


"Cepat ya." Ucap Lina.


"Iya." Jawab Adinda.


Mereka berdua bersiap-siap secara bergantian, setelah selesai bersiap-siap, mereka makan.


"Siap ini kita langsung ke kampus?" Tanya Adinda.


"Gue lagi kurang enak badan." Ucap Adinda.


"Ya udah, lu istirahat aja." Ucap Lina.


"Tapi.... " Ucap Adinda menggantung.


"Tapi apa?" Tanya Lina penasaran.


"Gue takut beasiswa gue di cabut. Gue kan udah gak masuk kelas kemarin" Ucap Adinda lesu.


"Tenang aja, akan gue atasi."Ucap Lina dengan bangga.


" Gue udah terlalu ngerepotin lu Lin."Ucap Adinda gak enak hati.


"Hei Din, sejarah nya lu nggak pernah ngerepotin gue. Kita kan saudara." Ucap Lina dengan semangat.


"Makasih Lin, gue gak tau apa yang terjadi kalo gak ada lu." Ucap Adinda.

__ADS_1


"Kan dah gue bilang juga, kita ini saudara jadi santai saja."Tutur Lina.


"Iya. Ya udah pergi sana."Ucap Adinda.


"Lah, kok lu ngusir gue?" Tutur Lina bercanda.


"Gue gak ngusir Lina, gue nyuruh. Ini udah jam berapa." Ucap Adinda sambil memperhatikan jam.


"Astaga, muda-mudahan gue gak telat." Tutur Lina sambil memasukkan semua makanan nya ke mulut nya.


"Jorok banget lu ih." Ucap Adinda yang geli melihat tingkah Lina.


"Hehehe, maaf gue buru-buru." Ucap Lina dengan cengengesan.


"Ya udah, awas ke-sedak lu." Ucap Adinda senyum-senyum.


"Itu mah, nyumpahin namanya."Ucap Lina pura-pura kesal.


" Hahaha... maaf."Ucap Adinda sambil tertawa.


'Se**moga lu bisa mempertahankan tawa dan senyum lu Din. Gue udah anggap lu sebagai saudara gue, dan gue akan selalu di samping lu.'Batin Lina.


"Woi!! lu kok bengong?!" Teriak Adinda.


"Apaan sih lu!" Kaget Lina.


"Berangkat giih, dah siang." Ucap Adinda.


"Oke deh, gue pergi dulu ya." Ucap Lina.


"Iya, bye." Saut Adinda.


Lina pergi kuliah sendiri menggunakan sepeda motor nya, tinggal lah Adinda di rumah sendiri.


"Gue istirahat aja lah." Tutur Adinda sambil berlalu ke kamar tidurnya.


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


Tok... tok... tok.....


Adinda pergi kembali lagi untuk membuka pintu, pada saat dia membuka pintu tidak ada siapa-siapa. Adinda berjalan keluar dari kontrakan nya, tak jauh dari pintu kontrakan nya Adinda menemukan sebuah kotak yang ter-sampul dengan kertas kado.


'Apa ini?'Batin Adinda.

__ADS_1


Jangan lupa like, comen and vote😘


"Yang membedakan Pemenang dengan pecundang adalah bagaimana seseorang Bereaksi terhadap setiap perubahan Takdirnya."


__ADS_2