
Matahari terbenam menandakan Menandakan Bulan akan segera muncul ...
terkadang orang orang akan mengunjungi tempat tempat wisata menyaksikan sang mentari terbenam diganti kan dengan cahaya rembulan....
Bagitupun Dengan seorang gadis muda ...
Gadis cantik berparas ayu...
Mata setengah sipitnya memandang mentari yang terbenam berharap Rasa sakit dan beban pikiran nya sedikit berkurang...
agar ia dapat kembali seperti gadis pada umumnya.. namun sayang seribu sayang Menteri tak ingin membawa pergi kepedihan nya dan Masi ingin melihat nya menderita....
Tak terasa air Mata nya menetes membayangkan Hidup nya bertahun tahun lamanya ia hidup dalam Kebohongan
senyum yang tampak dibibir nya hanyalah sebuah senyum palsu yang menutupi rasa sakit nya....
tiba tiba lamunannya buyar Saat sang Teman menepuk pundaknya, buru buru ia menghapus air matanya dengan lengan bajunya .
"Kha. . balik yuk" Ajak sang teman.
Aisyah namanya ..dia tersenyum mengangguk.
"Ayo" ajaknya balik...
__ADS_1
Khalisyah Satrio Ranjaya namanya gadis berparas Cantik Anak Ke 2 Dari Tuan Satrio.. Gadis dengan sejuta impian ..
khayah nama panggilan nya khaya adalah sosok gadis yang asik, muda bergaul dan tentu saja bukan tipe orang yang memilih teman.
Khaya tipe gadis yang akan mendengar apa kata orang, mendengar saran orang, dalam memilih taman Baginya Setiap orang berhak berteman baik buruk sifat orang itu khaya tak pernah ambil pusing asal orang itu tak menyakiti nya...
"Khaya gue denger Lo bakal pergi?" tanya Aisyah yang sambil memainkan ponselnya..
Khaya mengangguk sambil menaikkan kaca helmnya agar lebih mudah mendengar ucapan sang teman..
"Serius kha.. Lo yakin" tanya Aisyah dengan mode serius lagi lagi khaya mengangguk...
"Serius Sa ngapain coba gue boong" ucap Khaya..
"Tenang aja mungkin hanya kisaran 2 tahunan lah" ucap Khaya dengan senyuman tipis meskipun tak dapat dilihat oleh Aisyah..
"Ya ya ya serah Lo de asal Lo bahagia kan nyari pengalaman juga" ucap Aisyah .
"bener kata Lo sa' asal gue bahagia..
Andai itu tak terjadi Ama gue ... gue nggak akan pergi ninggalin Tempak kelahiran gue, mama gue keluarga gue... kalian semua,..
tapi apa gue harus lakuin itu agar beban pikiran gue berkurang...".
__ADS_1
"Sa' andai gue bisa cerita ke llo... Tapi gue nggak bisa pikiran gue nolak untuk cerita... "
Batin Khaya
3 hari kemudian#..
tak terasa 3 hari telah berlalu.......
Hari ini Adalah hari Dimana Khaya akan berangkat ke Luar negeri untuk pertama kalinya....... Saat akan menaiki pesawat Khaya berbalik ke belakang berharap kepergian nya tak akan mengikut sertakan sakit hati dan Bebannya....
Tak terasa air matanya mengalir membuat rekannya bertnya...
"Kha kok nangis" tanya Ilham Khaya tersenyum
"kelilipan " jawabnya singkat...
"Ooooo" jawab Ilham ber- o riah...
"Kha gue tau Lo sedih tapi gue harap jangan terlalu dalam ya... Sedih nggak akan buat masalah kelar" sambung Ilham Remaja yg sudah akan beranjak dewasa...
"Ya gue tau.." balas Khaya tersenyum..
"Kha nggak usah senyum klw hanya terpaksa tapi gue kagum ... Lo bisa tersenyum di keadaan apapun gue salut" ucap Ihrar teman yg entah dari mana muncul nya...
__ADS_1
""Bagi gue senyum itu wajib karena hanya orang kuat yang mampu tersenyum disaat hati dan jiwa nya sakit"