
tak terasa kontrak mereka suda habis dan waktunya mereka pulang tapi di karenakan covid tidak ada pesawat yang terbang dan bandara pun tutup mereka mengadu ke kedutaan tapi tidak di respon sama sekali tapi mereka di beri kebijakan bahwasanya tidak apa apa mereke stay 2 minggu lagi dan pihak perusahaan pun juga tidak keberatan memeberikan mereka tempat tinggal.
saat mereka pulang khaya dan ilham duduk berdekatan
"ham mungkin ini pertemuan terakhir kita gue juga akan memulai hidup baru" batin khaya
" khaya gak mau mampir ke rumah dlu sebelum balik istirahat gitu kan rumah lo jauh" tanya ilham.yang membuat khaya tersadar dari khayalannya
"lo ngomong apa ham" ucap khaya
"lo gak mau mampir dulu ke rumah nginap kan rumah lo jauh" ilham ngulangin perkataannya
"gak ham gue langsung balik aja" jawab khaya
saat khaya balik ke rumah semuanya kembali seperti semula banyak yang menghina dan khaya cuma bisa membalasnya dengan senyuman tapi di hatinya serasa di tusuk tusuk
__ADS_1
khaya pun mengabari sahabatnya anti bahwa dia telah kembali tapi anti masih di rumah tantenya jadi khaya cuma bisa menunggu anti datang
" anti gue dah di rumah ni ketemu yuk" ajak khaya dalam telpon
"sorry khay gue masih d rumah tante gue belum bisa kesitu"
"trus kapan kita ketemu" tanya khaya
"mungkin bulan depan gue kesitu buat ambil ijazah kalo gue di kasi izin sama bos" ucap anti
karena khaya gak betah di rumah dia pun memutuskan untuk tinggal di apatremen bersama sepupunya
"nur gue boleh tinggal disini gak, jujur gue gak betah di rumah" ucap khaya
"iya boleh dong khay kayak orang lain aja udah lo tinggal disini aja"
__ADS_1
jadi nur ini sepupu nya khaya dia tinggal di apartemen karena orang tua nya udah wafat dan saudara nya juga gak ada yg peduli sama dia jadi dia harus cari uang sendiri
nur dan khaya selalu berbagi cerita bahkan sampai nangis
"khaya gue kadang gak mampu menghadapi hidup ini yang begitu sulit" ucap nur memulai percakapan
"kenapa lo ngomong gitu nur" tanya khaya
"khay satu satunya orang yg sayang sama gue udah meninggal sebelum dia pergi dia bilang sama kaka kaka gue agar peduli ama gue dan gak membeda bedakan tapi lo liat sekarang gue malah terlantar" ucap nur sambil nangis
"nur sabar ya semua orang punya kesulitan dan ke pahitan hidup masing masing gue juga kadang mikir gitu tapi gue gak pernah ngomong ke orang lain" ucap khaya sambil ngerokok
"dulu khay waktu gue sekolah kadang kaka gue di kasi duit dan kakak tertua ku ngomong jangan kasi tau nur tapi gue tau semuanya kadang mau nangis tapi di paksa ketawa sama keadaan" jadi nur ini 6 bersaudara dan nur anak ke 4 selama orang tuanya meninggal kaka tertuanya lah yang menggantikan orang tuanya sebagai tulang punggung dan menyekolahkan adik adiknya tapi kakaknya selalu mencampakkan nur gak ada yang tau alasannya apa tapi dia benar benar tidak peduli nur bahkan nur harus kerja saat masih sekolah supaya bisa makan itulah kenapa nur dan khaya bersahabat karena mereka berdua sama sama tersakiti
kadang mikir juga kenapa khaya selalu ketemu orang orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang orang sekitarnya kenapa khaya selalu bertemu orang orang yang senasib dengan dirinya tapi itulah takdir jadi kita harus percaya takdir
__ADS_1