
Rafa mengajak Wulan untuk menolong nenek itu sebentar. Wulan menyetujuinya dan mengikuti Rafa. Mereka mendekat menuju nenek tersebut lalu bertanya apakah dia memerlukan bantuan
Rafa bertanya dengan sopan "Permisi nek!! Mau kemana malam malam kayak gini?"
Nenek itu menjawab bahwa ia mau pulang.
Lalu Wulan bertanya "Emangnya nenek habis dari mana??. Nenek Habis beli ini cu melihatkan barangnya. Lalu Wulan menawarkan untuk menghantar nenek tersebut pulang.
Rafa tersenyum dan mengagumi Sisi baik Wulan karena selama ini Rafa hanya memandang Wulan sosok yang seram. Melihat Rafa yang Melamun dan senyum senyum sendiri Wulan teriak tepat di telinga Rafa. Rafa terkejut dan langsung menanyakan kepada nenek apa dia mau di antar pulang
Nenek tersebut menjawab "Terima kasih cu kalian ini pasangan yang baik hati sangat berbeda dengan pasangan pasangan jaman sekarang"
Wulan berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya "Tapi nek kami ini Bukan
Sebelum Wulan menyelesaikan Kalimat nya Rafa memotong nya" Hahaha nenek bisa saja ayo nek nanti keburu larut. *Tersenyum ke arah Wulan*
__ADS_1
Wajah Wulan Memerah "Kenapa aku jadi seperti ini.
Mereka pun menghantarkan nenek sampai ke rumah.. Setelah sampai si nenek berterima kasih dan mendoakan Rafa dan Wulan
Nenek itu berterima kasih "terima kasih ya Cu semoga hubungan kalian langgeng semoga kalian bahagia dan semoga perbuatan baik kalian di balas orang lain suatu saat nanti nenek masuk duluan ya terima kasih sekali lagi"
Setelah nenek masuk rumah mereka berdua berjalan menuju rumah Wulan di tengah perjalanan Rafa membuka percakapan
Rafa tertawa Hahaha nenek tadi lucu ya 'Ucap Rafa. Kenapa tadi kamu menghalangi aku untuk menjelaskan yang sebenarnya "Balas Wulan
hmmm benar juga sih tapi dia mendoakan hubungan kita tapi kita gak ada hubungan "Balas Wulan"
Rafa menjelaskan" Hahaha kita kan berteman biarin aja lagi pula doa nya bukan yang buruk buruk kan
Wulan Menerimanya "Hmmm ya udah lh.. Ehhh Rafa belok sini bukan kesana
__ADS_1
Rafa salah arah dan sudah lumayan jauh kelewatan nya.. Wulan yang melihat nya tak tahan untuk menahan tawa. Hahaha Wulan tertawa lepas
Batin Rafa "Lucu juga ya melihat wanita seperti Wulan yang Suka marah marah tertawa lepaas dan Dia juga Imut banget.
Wulan Yang terganggu karena di pandangi Terus "Oii Rafa berhenti memandangi ku seperti Anjing yang melihat tulang Aku jadi Jijik apa kamu punyaa pikiran buruk terhadap diri ku ya "Menutup Bagian dada nya"
Pemikiran kamu ini terlalu berlebihan. Ayok pulang cepat ini sudah sangat larut aku juga mau pulang "Suruh Rafa"
Wulan Memanggil Rafa yang kelewatan "Oiii Rafa emangnya kamu mau kemana Rumah ku mengarah kesini tauk"
Rafa yang ******** berjalan memutar sambil menunduk melewati Wulan dan mengambil jalan yang di tunjuk Wulan. *Hffft* Wulan menahan tawa melihat tingkah Rafa. Mereka terus berjalan hingga akhir nya sampai di depan rumah Wulan.
Di saat Wulan akan mengetuk pintu Pintu langsung terbuka lalu datang serangan tiba tiba dari balik pintu. Yang bukan lain adalah Ayah nya Wulan. Ayah nya wulan langsung menyerang Rafa. Rafa dengan Refleks mengkis serangan tersebut dan balik menyerang *Menendang*. Ayah nya Wulan dengan Sigap menangkap tendangan dari Rafa.
Kemudian Wulan berteriak *Stop Ayah hentikan Apa yang Ayah lakukan Dia ini teman ku dan dia yang sudah bersedia menghantar ku pulang*. *Eh* Ayah nya Wulan pun terkejut dia langsung membuangkan kaki Rafa dan mendekat ke Wulan mengecak dan bertanya *Wulan kamu tidak apa apa kan Kamu tidak terlukakan Perut kamu enggak bakalan jadi besar kan*
__ADS_1
Dari dalam rumah datang seseorang membawa panci dan langsung menutus kepala Ayah Wulan dan berkata *Apa yang kamu lakukan Ucapan mu sangat tidak Sopan dan apakah begini cara mu menyambut tamu. Dia adalah Ibu nya Wulan