
Beberapa Menit berlalu...
Lisa sudah menyelesaikan Bacaannya, dan melepas airphonenya. Saat menoleh kesamping dia terkejut dan terjedot dinding yang membuat Pak Guru langsung memberikan peringatan.
"Lisa jangan asik baca Novel Mulu, lebih baik kamu bantu murid baru Kita Untuk berkeliling sekolah" Ucap Pak sudarjo sambil menatap ke arah Lisa.
"Eh pak kok bisa gituh sih?!"
"Ia pak"
"Bapak dia tuh Cupu pak"
"Ia pak"
"Kalau gitu yang mau Ajak Zaidan buat keliling Sekolah harap Kumpul Tugas Laporan kalian sekarang!!" ucap pak Sudarjo yang membuat keheningan di dalam kelas bagaimana tidak Kelas XI Ips 1A merupakan kelas yang semua muridnya sangat Bego atau bisa dibilang bodoh semua.
"Liatkan Tidak ada yang kerjakan tugas cuma Lisa, kalau Ririn sudah setengah bisa dimaafkan kalau kalian ?! haduh bisa apa Kalian, Maka Lisa jadi dia berhak menjadi Duta tur keliling hari ini" Ucap Pak Sudarjo Tegas.
__ADS_1
"Baiklah Nak Lisa mohon bantuanya, dan nak Zaidan bila bingung bisa bertanya kepada nak Lisa" Ucap Pak sudarjo. Kedua murid itu hanya mengangguk tanda paham dan pergi keluar kelas.
****Lisa Prof
"Haduh apes deh aku kenapa aku bisa kefokusan banget pas bacanya", ucap Lisa bergumam di dalam hati. Dia memang hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri bagaimana tidak, Semua guru juga tau Itu adalah kebiasaan Lisa yang tidak bisa diubah tapi walau begitu Lisa merupakan anak murid yang sangat berpontensi di sekolahnya.
*****Zaidan prof
Aku memasuki kelas aku tau pasti bakal Disambut dengan meriah hanya saja ini pertama kalinya ada seorang perempuan yang tidak berteriak, memberikan senyuman bahkan tidak menatapku. Saat aku disampingnya karena memang itu tepat dudukku baru ku sadar ternyata Novelnya lebih penting dari Diriku ya padahal aku itu udah tampan dan tipe ideal semua orang, Pikirku sendiri.
" Dan ini adalah tempat terakhir yaitu Loteng, tempat ini jarang ada anak murid yang akan kesini karena memang banyak orang yang tidak tau tempat ini, tapi karena kamu sepertinya tertarik jadi aku membocorkannya" Ucapku Dingin dan menatap ke arah langit - langit.
"Oh, kalau begitu boleh kah kita berkenalan" ucap Zaidan yang sudah menatap ke arahku
"Tunggu kamu benaran ingin berkenalan dengan saya?!" tanyaku heran
__ADS_1
"Ya tentu saja" Jawabnya santai
"Baiklah pertama saya tidak wajib menjawabnya, kedua anda bukan siapa-siapa saya dan yang ketiga saya Ogah jadi sekian terima kasih" ucapku sambil membetulkan kacamataku. Aku melihat dia hanya melonga seakan - akan terkejut dengan jawabanku.
"Kalau gitu Bisakah anda memberi No handphone anda mungkin saya bisa bertanya dengan hal-hal yang saya tidak tau" Tanya laki -laki itu dengan Coolnya.
"Ooh oke bisa anda berikan saya kertas" Ucapku Ramah. Ku tuliskan tulisanku di kertas itu dan memberikan kertas itu kembali aku pergi meninggalkannya.
Laki-laki itu memgambil kertas yang diberikan Oleh Lisa dan membukanya. Ujung mulutnya terangkat sebuah senyuman terlukis di wajah tampan itu. Bagaimana tidak saat membuka kertas itu bukannya No malah kata
"hmm... ternyata ada perempuan yang menarik disini" Ucap zaidan yang sudah membuat senyum kecil. Zaidan langsung mengambil Handphonenya dan metekan beberapa angka.
Tit...tit...
"Halo tuan ada yang bisa kami bantu" ucap Laki-laki diseberang sana dengan suara tegasnya.
__ADS_1
"Carikan informasi tentang perempuan bernama Lisa kelas XI Ips 1A, aku harap hari ini sudah beres" ucap Zaidan dengan dinginnya.
"Siap Tuan" belum sempat bersuara Zaidan sudah menutup Telponnya. "Hmm.. Apakah tuan tertarik dengan seorang gadis? Aku harus menelpon nyonya dan Tuan besar" Ucap laki- laki itu yang ternyata merupakan anak buah keluarga Zaidan.