SenyumanMu

SenyumanMu
E.M.P.A.T


__ADS_3

Lisa Dan Ririn berjalan menuju Lapangan Tenis. Dilapangan Itu sudah ada pelatih Tenis Kami yang bernama Bu Laras.


"Sore Bu Laras" Sapaku dan Ririn sopan Kepada Pelatih kami.


"Sore, Sudah ayo kalian cepat ganti Baju yang lain udah ganti baju" Jawab Bu Laras kepada kami, Kami memganggung yang menandakan kami paham dengan apa yang diberitahukan Ibu Laras kapada kami.


Ruang Ganti Baju****


"Kreek..." Terdengar Suara pintu dibuka terlihat Ririn dan Lisa masuk Ke dalam ruang ganti.


"Wih Udah dateng Nih" Seru Nana semangat.


"Udah ganti baju Sana" Ucap Kesya yang sedang memasang topi tenisnya.


"Siap" Seru kami berdua.


Lisa mencoba Mengganti bajunya, Saat Melepas Pakaian atasnya tiba-tuba ada seseorang yang memeluknya Dari belakang.


"Kyaaaaa.... Gheitsa jangan Mesum lepas Gheitsa" Teriak Lisa yang membuat beberapa Orang di ruang ganti baju hanya bisa tertawa.


"Siapa Suruh tubuh Elokmu ditutupi di sekolah" Ucap Gheitsa yang masih menyentuh tubuh Lisa


"Huwaa Ririn bantuin, Ini geli" Seru Lisa yang masih tidak bisa melepaskan Pelukan Gheitsa


"Kamu Juga sih udah dibilang tunggu Gheitsa keluar baru ganti udah tau Dia tuh Gitu" Ucap Ririn yang masih tertawa


"Ehhh... Ukuran punya Lisa nambah" Ucap Gheitsa yang membuat orang-orang yang ada di dalam Ruang ganti melongo.


"Eh benaran Coba ku Cek" Ucap Ceca yang daritadi cuma diam aja

__ADS_1


"Aku Juga dong" Seru Nana dan Ririn


"Huwaaa Kesya, bantuin dong" Rengek Lisa kepada Kesya.


"Udah udah ayok Nanti Bu Laras udah nungguin" Tegas Kesya


"Iya" Jawab serentak semua orang.


"Huft... selamat makasih Kes" Ucap Lisa sambil menyisir rambutnya


"Iya iya nih Kacamatanya, Jangan Lupa Cuma kami doang yang boleh Liat Kecantikan, kemanisan dan keluguan loh" Ucap Kesya sambil mencubit pipi Lisa


"Iya Cuma Klub Tenis doang" Jawab Lisa sambil membalas Cubitan Kesya.



Tak Terasa sudah satu setengah Jam semua anggota tenis melakukan latihannya dan berjalan pulang ke rumah masing-masing.


"Iya" Jawabku Bebarengan sama Ririn.


"Jadi ceritain kenapa Loh gak Fokus banget hari ini Latihannya" Tanya Ririj yang menyadari keanehanku


"Haduh aku bete Banget sama Zaidan, Rin"Jawabku Sebel


" Maksdumu Teman sebangkumu"Lanjut Ririn


"Iya, Masa dia tuh ngajak Gelud apah?! Setiap Jam, menit, detik minta Nomor Hp ku mulu Bikin aku gak Fokus pas jam pelajaran Matematika tadu" Rengeku pada Ririn


"Apa?! What?! Lo bilang Dia minta Nomor lo" Teriak histeris Ririn

__ADS_1


"Iy"


"Wihhh Gak normal yang tuh Cowok masa Suka sama anak Cewe yang selalu Diem diem sembunyiin kencatikannya bak bidadari ini" Seru Ririn yang masih keheranan.


"Gak tau ah!" Teriak ku dengan nada Bete


"Tapi gak mungkin Itu aja kan" Tanya Ririn yang masih belum puas dengan Jawabanku.


"Ahh Ku kira Aku bakal bebas pas Lagi Ekskul ini malah Dia milih Ekskul basket kan Jadi aku bisa Ketemu dia tiap Hari" Seruku Yang masih galak.


"Hahahaha... Udah lah Cowok Ganteng mah Pasti Basket Ekskulnya dan Juga kenapa Loh gak ngasih Nomor Hpmu aja" Ucap Ririn yang membaca Pesan WAnya


"Ogah Atuh... buat apa Aku beri" Ucapku.


"Kalau aja kan"


Tidak lama Kemudian Jemputan Mobilku datang. Di dalam mobil sudah terdapat Pak Supir yang bernama Pak Joko dan Juga Kakakku bernama Ardan yang merupakan Pacarnya Ririn.


"Rin Gimana udah telpon belum" Tanyaku Pada Ririn


"Kata Papah, Supirnya gak bisa Jemput gara-gara jemput Mamah di bandara Jadi aku nginep Di rumah Mu deh" Ucap Ririn yang membaca Pesan WA dari ayahnya.


"Yaudah Yuk" Ucapku Penuh semangat


"Ok" Jawabku yang tak kalah semangat


"Sorry Ngerepotin Kak" Lanjut Ririn dengan sopan.


"No problem, Papih sama Mamih juga ada Urusan peruhaan Di luar kota jadi Rumah Sepi juga" Jawab Kak Ardan dengan Senyuman manis lesung pipinya.

__ADS_1


Kamipun Berjalan Menuju ke rumahku. Tidak lama Kemudian Lisa,Ririn dan Kak Ardan sampai Di Sebuah Villa Mewah yang merupakan Tempat tinggalku dan Kak ardan.


Di Dalam Rumah...


__ADS_2