
Benteng zona keenam adalah salah satu tempat berkumpulnya para gate hunter untuk mencari misi, benteng ini adalah benteng terdepan bangsa manusia dalam menghadapi gate monster. Pada zona kelima hanya ada pos penjaga dan pada zona keempat terdapat perkemahan para gate hunter untuk kembali ke zona kelima.
“Rine, selamat pagi” ucap Lyra dengan penuh senyuman, dia berjalan menuju Rine yang sedang bekerja di meja resepsionis
“Selamat pagi” balas Rine, Rine sedang mengelus - ngelus serigala milik Raven yang dia titipkan ke benteng Guild karena dia tidak tahu cara mengurus peliharaan, Rine menerima permintaan Raven dan akan merawatnya.
Suasana benteng yang belakangan ini sepi karena kebanyakan gate hunter pergi mengadu nasib ke zona empat, selain itu beberapa party juga hanya datang ke benteng untuk saling bertemu sama lain kemudian berburu monster pada wilayah enam kemudian menikmati uang dari kristal monster. Tidak sedikit gate hunter yang menjalani slow life, karena dalam aturan gate hunter tidak mengistimewakan bangsawan ataupun keluarga kerajaan, siapa yang mau menjadi gate hunter berarti harus mau diperlakukan sama seperti gate hunter lainnya.
Beberapa hari ini aku merasa bahwa tuan Raven tidak akan datang ke sini lagi, hari ini sudah 3 minggu sejak tuan Raven mengatakan untuk beristirahat. Ksatria yang dikatakan akan menjadi anggota tuan Raven sudah datang beberapa hari yang lalu.
Aku sedang duduk santai melihat keluar ruangan yang tanpa pintu, ruang pengumuman misi untuk gate hunter buka siang dan malam tanpa istirahat, para gate hunter yang datang ke sini tidak semuanya ingin melihat papan pengumuman atau bertanya kepada resepsionis mengenai informasi gate monster, kebanyakan dari mereka duduk di meja yang telah disediakan kemudian makan.
Ruangan pengumuman ini sebetulnya adalah tempat untuk mencari misi malah diperlakukan sebagai restoran, tapi berbeda dari restoran pada umumnya, tempat ini tidak memiliki pelayan, yang artinya apabila ingin makan atau minum di sini harus memesan sendiri ke koki dan membawanya sendiri ke meja.
“Nona Lyra, selamat pagi. Hari ini minum vodka lagi?” tanya seorang pria yang tiba tiba duduk di depan Lyra
“Berisik, jangan sok akrab denganku” balas Lyra dengan wajah memerah
“Sepertinya nona Lyra sudah mabuk” kata Benhard melihatku khawatir, dia adalah ksatria yang akan menjadi anggota party tuan Raven. Di lihat dari penampilannya memang cukup menyakinkan, dia adalah pengguna pedang ganda, dia membawa tameng besar di belakang punggungnya, di kedua pinggang nya ada pedang, tapi yang paling aneh ada di bagian kepalanya.
“Oi Benhard kenapa kamu ingin bergabung dengan party ini?” tanya Lyra berdiri sempoyongan, Lyra menunjuk Benhard dengan telunjuknya
“Itu karena aku merasa senasib dengan tuan Raven” ucap Benhard serius
Aku ingin membantu tuan Raven untuk membasmi semua gate monster dan membuat dunia ini damai, tapi rasanya percuma saja aku menjelaskan alasanku kepada orang mabuk ini. Nona Lyra sering mabuk selagi menunggu kedatangan tuan Raven yang tak kunjung datang - datang, aku tahu penginapan tuan Raven, tapi aku tidak ingin bertemu dengan tuan Raven seperti itu, rasanya aku seperti memaksanya untuk berpetualang.
Aku yakin jika nona Lyra tahu penginapan tuan Raven maka dia akan pergi ke sana tiap hari. Nona Lyra benar benar tergila dengan tuan Raven, daripada di sebut cinta tampak sikap nona Lyra lebih ke arah obsesi yang berlebihan.
“Kenapa kamu memakai helm aneh itu?” tanya Nona Lyra sambil memegang helmku, dia menarik narik helm itu tapi aku berusaha untuk menahannya
“Nona Lyra jangan lakukan itu” kata Benhard
“Kenapa ada jambul pada helm ini?” ucap Nona Lyra, sekarang dia menarik helmku dengan memegang jambul yang ada di helmku
“Itu hanya aksesoris Nona Lyra, jangan tarik bagian itu” ucap Benhard
Aku tidak bisa melawan orang mabuk ini, untung saja Nona Rine datang untuk menenangkan Nona Lyra, aku sedikit tenang sekarang. Setelah beberapa saat Nona Lyra tertidur di meja karena kecapekan menunggu tuan Raven yang hari ini belum datang juga. Sebaiknya aku pulang hari ini.
“Nona Lyra, bangunlah sekarang sudah sore” ucap Benhard
“Tidak, aku ingin menunggu tuan Raven, aku ingin di sini menunggu pahlawanku” ucap Nona Lyra
Karena tidak bisa membiarkan Nona Lyra yang pulang sendirian aku akhirnya memutuskan untuk menunggu tuan Raven datang hari ini, mungkin saja dia akan datang hari ini.
…
“Tuan Raven, aku ingin selalu bersamamu” ucap Lyra mengigau
“Lyra… tenang saja aku akan selalu berada di dekatmu” balas Raven tersenyum
“Ehem” ucap Raven sambil mengangkat minumannya perlahan
“Nona Lyra, Nona Lyra” kata Benhard memanggil Lyra pelan pelan
Aku membuka mataku perlahan, ketika itu hal yang pertama kali ku lihat adalah hal yang paling ingin aku lihat. Aku melihat tuan Raven tersenyum padaku, dia melihatku dengan serius seakan terpesona.
“Wanita kalau tidur itu mengeluarkan air liur?” tanya Raven penasaran
Karena malu dengan tuan Raven aku berlari ke arah toilet secepat mungkin.
“Aku pergi ke toilet!” ucap Lyra buru- buru
__ADS_1
Raven datang ketika tengah malam, dengan santainya Raven masuk kemudian memesan secangkir susu hangat kemudian duduk bersama dengan Lyra. Selama beberapa jam Raven hanya melihat wajah tidur Lyra, sebenarnya Raven belum pernah melihat wajah tidur Ariana karenanya dia sangat penasaran pada wajah tidur Lyra.
“Tuan Raven, maaf saya malah ketiduran di sini” ucap Benhard
“Jangan formal kepadaku, selagi menjadi gate hunter aku bukanlah bangsawan” ucap Raven
“Walau peraturannya begitu tetap saja saya harus menghormati tuan, apalagi keluarga tuan Raven bukanlah bangsawan biasa” ucap Benhard tersenyum
“Sebagai seorang bangsawan aku memerintahkan kamu untuk tidak kaku kepadaku, ingat itu” ucap Raven melirik Benhard
“Baiklah jika itu mau tuan Raven, ehem maksudku Raven” ucap Benhard
“Tuan Raven, aku sudah lama menunggu!” teriak Lyra sambil berlari bersiap memeluk Raven
“Lyra hentikan itu, setiap malam aku datang ke benteng ini hanya kalian saja yang tidak ada” balas Raven
“Ehh? Benarkah itu” Lyra kembali ke kursinya dan duduk bersama dengan Raven dan Benhard
“Baiklah karena kita telah berkumpul, ayo pergi ke zona keempat” ucap Raven serius
“Tapi sebelum pergi aku ingin memperjelas sesuatu kepada kalian berdua!” ucap Raven melirik sinis Lyra dan Benhard
“Jangan panggil aku tuan Raven, saat menjadi gate hunter aku bukanlah seorang bangsawan. Dan satu hal lagi, walau kita satu party itu bukan berarti kita berteman, jadi berusahalah untuk tidak menjadi beban” ucap Raven dengan nada datar, aku mengatakan hal sejahat ini kepada mereka agar mereka sadar bahwa aku sebenarnya tidak mau berhubungan dekat dengan mereka, aku harap mereka bisa mengerti.
“Baiklah Raven” balas Benhard, seperti yang dikatakan oleh ayah Raven, sikap Raven sejak kehilangan Ariana menjadi sangat dingin kepada orang orang disekitarnya, aku tahu penderitaan nya, aku paham bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga, untuk itu aku akan berusaha membuat Raven membuka dirinya lagi dan mulai menerima kepergian Ariana.
“Baik, kalau begitu aku akan memanggil Raven dengan pahlawanku!” teriak Lyra senang “Bagaimana?” tanya Lyra menatap Raven dengan penuh harap
“Terserah padamu, aku tidak peduli” ucap Raven dengan wajah datar
“Pahlawanku” ucap Lyra sambil memeluk tangan Raven
“Hehehe tidak mau” ucap Lyra dengan tatapan serius pada Raven
“Maaf tuan Raven, tidak maksudku Raven, Nona Lyra sedang mabuk berat, aku akan segera menenangkannya” ucap Benhard
Sebenarnya Lyra sudah tidak mabuk lagi, hanya saja karena tuan Raven begitu enggan dekat dengan Nona Lyra maka aku membuat alasan itu, aku sudah beberapa kali mendengar kisah Nona Lyra yang diselamatkan oleh tuan Raven, Nona Lyra selalu menceritakannya saat dalam keadaan setengah sadar.
“Nona Lyra aku tahu kamu sangat tergila - gila dengan tuan Raven tapi ingatlah derajatmu” bisik Raven’
“Derajat? aku tidak peduli itu, walau derajat kami berbeda jauh aku akan meninggalkan semuanya demi pahlawanku!” ucap Nona Lyra serius
“Kenapa Nona yang malah mengira seakan derajatnya lebih tinggi, sadarlah sebagai seorang rakyat biasa” bisik Benhard lagi
“Ehem, apa yang kalian bicarakan, hari sudah mau pagi, ayo kita segera berangkat” ucap Raven yang mengambil cangkir susunya dan meneguk air susunya yang terakhir
“Baik” ucap Benhard menjawab dengan penuh semangat
“Ayo pergi!” ucap Lyra mengangkat tangannya tanda dia sangat gembira karena akhirnya dia bisa memulai petualangannya bersama pahlawan yang sangat ditunggu - tunggu
…
Hah apa ini adalah sebuah kutukan untukku? Bagaimana cara yang benar berinteraksi dengan seorang perempuan? Aku tidak tahu caranya…
Tadi aku melihatnya dengan tatapan sinis, apa itu menyakiti hatinya? Aku tidak tahu cara berinteraksi dengan seorang perempuan, mungkin aku perlakukan dia seperti Ariana saja? Tidak - tidak kenapa aku memikirkan tentang dia, harusnya aku tidak berhubungan terlalu dalam mengenai Benhard dan Lyra, mereka hanya anggota party dan bukan temanku.
“Ngomong - ngomong apa kita sudah mengambil kertas misi pada pengumuman?” tanya Benhard
Mereka bertiga sedang dalam perjalanan ke zona keempat, dengan suasana pagi hari yang sangat menenangkan, suara angin sepoi - sepoi yang membuat sejuk badan serta sinar matahari pagi yang terasa begitu cerah.
“Aku sudah mengambilnya, beberapa hari yang lalu Rine memberikannya padaku” ucap Lyra mengeluarkan kertas misinya
__ADS_1
“Misi? Kita akan membasmi monster pada zona keempat, misi itu tidak penting, yang terpenting adalah membasmi semua monster dan menutup gerbang itu!” ucap Raven yang tiba - tiba berhenti begitu juga dengan Lyra dan Benhard
“Tuan Raven…” ucap Benhard spontan, benar apa yang dikatakan tuan Raven, misi hanyalah sebuah laporan masyarakat atau permintaan seseorang, pada dasarnya tujuan utama gate hunter adalah untuk membasmi semua monster gate monster kemudian menutup gerbang itu, aku sangat terharu mendengar kata - kata itu dari tuan Raven, dia berbeda dari gate hunter yang lain.
“Itu benar! begitulah pahlawanku! aku semakin cinta padamu!” ucap Lyra dengan penuh semangat, tapi dia tetap saja membacakan misi kepada Benhard dan Raven
Selagi mereka berjalan menuju zona keempat dengan jalan yang telah dibuat oleh para gate hunter sebelumnya,
Lyra membacakan misi mereka “Machinator yang diduga sebagai bos monster zona keempat telah menjadi tersangka dibalik hilangnya para gate hunter belakangan ini, menurut salah satu catatan seorang gate hunter yang ditemukan di dekat zona kutukan, Machinator memiliki fisik seperti kuda yang sangat besar dengan warna tubuh yang hitam, katanya dia memiliki kecepatan yang sangat cepat melebihi kecepatan suara, itulah sebab gate hunter menyebutnya Machinator yaitu ‘mach’ yang berarti kecepatan suara.
catatan : Berhati - hatilah ketika bertemu dengan Alter Dark Horse karena monster itu adalah pertanda bahwa kalian sedang berada di zona kutukan”
Zona kutukan, apa selama itu aku berada di zona kutukan? Alter Dark Horse mereka adalah monster yang lemah, tapi sihir manipulasi pikiran yang dia miliki membuat monster itu sulit untuk dilacak gumam Raven dalam hatinya
“Bos monster? bukankah itu terlalu berlebihan untuk misi kita” ucap Benhard khawatir
“Tidak, aku yakin Raven bisa menghadapinya” ucap Lyra dengan serius
“Begitu kah… memang pangkat Raven sangat tinggi ya?” tanya Benhard menatap Raven
“Tidak, rankku master” balas Raven
“Aku Warior!” ucap Lyra dengan penuh bangga
“Begitukah…” kata Benhard dengan suara pelan, sepertinya aku terlalu khawatir, tidak mungkin kami akan bertemu dengan bos monster, tidak mungkin kan? aku harap begitu.
Beberapa hari perjalanan itu berlangsung, setiap sore hari mereka bertiga berhenti, pada keesokan harinya Raven bertemu dengan kelompok Aerogorilla yang sedang mencari makan, karena melihat wajah yang tidak asing, beberapa Aerogorilla segera berlari dan mencabut pohon kemudian terbang lalu menjatuhkan batang pohon ke arah Raven.
“Manusia! Sepertinya aku mengenali wajahmu” ucap Aerogorilla itu pada Raven, percakapan ini hanya bisa didengar oleh Raven karena dia memiliki kemampuan Mind Hack
Raven menghindar dengan sangat mudah “Terlalu lemah, lemparanmu terlalu lemah” ucap Raven di dalam hatinya
“RAWR” teriak Aerogorilla bersamaan, mereka mencabuti pohon - pohon lagi kemudian menyerang party Raven, Raven kali ini tidak menghindar karena Shadow Blaze miliknya telah membelah pohon itu menjadi dua bagian.
“Penguatan fisik tahap satu, Enchant Strength” ucap Raven, tubuhnya mengeluarkan mana berwarna merah darah tanda sihir penguatan fisik telah aktif, Raven kemudian meloncat dengan bantuan sihir anginnya ke arah monster Aerogorilla, Raven menghajar monster itu satu persatu.
“Puch Fire” ucap Raven
Monster Aerogorilla terkadang sangat sering terlihat di sepanjang sungai pada zona keempat, tapi itu bukan masalah karena mereka bukanlah tandinganku saat ini, tapi aku benar benar tidak sadar bahwa kali ini aku membawa anggota partyku untuk menjelajahi zona ini, aku benar benar lupa…
Lyra pingsan karena serangan dari Aerogorilla, aku benar benar tidak sadar akan hal itu. Akhirnya aku membawanya ke sebuah gua untuk beristirahat dan menunggunya sadar.
“Maaf, aku sibuk melindungi diriku sendiri, aku terbiasa bertarung sendirian, maaf” ucap Benhard dengan tatapan menyesal kepada Raven
“Tidak ini bukan salahmu, ucapkan maaf itu pada Lyra. Ini adalah salah kita berdua” ucap Raven dengan tertunduk melihat Lyra yang terbaring pingsan, terdapat lebam di pipinya karena hantaman keras dari batang pohon yang dilempar Aerogorilla.
Aku tidak bisa menyalahkan orang karena aku juga sama sepertinya, entah kenapa aku merasa bersalah kepada Ariana, aku merasa belum cukup dewasa karena belum bisa melindungi teman - temanku seperti yang dilakukan Ariana padaku, tunggu apa aku secara tidak sadar menggap mereka berdua sebagai temanku?? Hah… sungguh malang diriku ini
“Benhard aku akan memeriksa gua lebih dalam, aku serahkan penjagaan Lyra padamu” ucap Raven
“Baik, kali ini aku akan berjanji untuk melindunginya dengan nyawaku sendiri!” ucap Benhard serius
Raven pergi lebih dalam ke dalam gua, sebenarnya dia tidak ingin memeriksa gua itu hanya saja dia ingin sendiri untuk menenangkan pikirannya.
Apanya yang teman bukankah aku telah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak mengandalkan orang lain lagi! Kenapa aku merasa yakin bahwa Ariana selalu berada di sampingku dan melindungiku! Kenapa!
Secara tak sadar aku memukul bebatuan tajam yang tinggi di dalam gua itu dengan puch fire, aku begitu kesal dengan diriku sendiri.
Tiba - tiba sebuah sinar lingkaran sihir aktif, langit gua itu terbuka perlahan - lahan, bebatuan yang menutupi langit - langit itu perlahan hancur, getaran kuat terjadi sekitar Raven, lingkaran sihir itu mengeluarkan angin yang sangat kuat hingga melontarkan Raven ke udara.
“Apa! ini adalah sebuah jebakan!” ucap Raven panik, suara itu terdengar samar samar oleh Benhard untuk terakhir kalinya
__ADS_1