
"Terima kasih sudah menungguku." Christian berkata, mencium tanganku. Aku tersenyum.
"Kamu pantas ditunggu." Kataku, memerah. Dia mulai menyabuni lenganku, menggosok melingkar secara berirama. Sangat menghibur.
"Oke. Pertanyaan ku. Apakah kamu percaya pada belahan jiwa?" Aku bertanya.
"Aku tidak tahu apakah kamu akan menyebutku denga sebuta belahan jiwa ini, tapi ada orang bodoh di dalam diriku yang percaya bahwa aku akan menemukan seseorang yang akan membuatku tidak mengerti dengan baik. Orang yang mungkin akan menantangku dan segala omong kosongku. Orang itu yang mungkin akan membuatku percaya pada cinta dan semua omong kosong itu. Orang yang akan membuatku lebih kuat dengan mendukungku. Aku lupa tentang sistem kepercayaan macam itu sampai aku bertemu denganmu, Anastasia Rose Steele Grey." Dia berkata, dan aku menghembuskan napas, menyadari bahwa aku menahan napas.
"Sangat romantis." Aku mengejek, memutar mataku. Kami mendengar Teddy menangis.
"Aku akan menanganinya, sayang. Teruslah mandi." Dia berkata, mencium keningku, dan dia keluar dari kamar mandi. Aku membersihkan tubuhku dengan sabun dan kemudian keramas, setelah itu keluar dari kamar mandi, membungkus diri ku dengan jubah mandi. Aku pergi ke kamar Teddy dan melihat Christian mengganti popok Teddy.
"Apakah dia baik baik saja?" Aku bertanya. Dia mengangguk.
"Dia hanya rewel." Dia menjelaskan. Aku melihat jam di kamar Ted dan sekarang sudah jam 2 siang. Christian selesai membersihkan Teddy dan aku mengambil Teddy dan menyusuinua.
__ADS_1
"Apakah kau sudah makan siang? Aku lapar." Aku bertanya pada Christian ketika aku menggoyang Teddy dengan lembut di tangan ku. Dia mengangguk dan meninggalkan Teddy dan aku sendirian. Aku membaca sebuah cerita untuk Teddy dan dia tertidur kembali. Aku membawanya kembali ke tempat tidurnya dan menyalakan speaker untuk lagu pengantar tidurnya.
Aku turun dan mencium bau salmon yang terbakar. Yang mengejutkan ku, aku melihat Christian membalik panci, memasak.
"Apa ini?" Aku bertanya, kaget.
"Kamu bilang kamu lapar dan tidak ada makanan jadi aku memasak salmon. Ini akan cepat dimasak sehingga kamu bisa makan dengan mudah." Dia menjelaskan, membumbui salmon dengan garam dan merica. Dia sedang memasak kentang tumbuk di wajan. Aku hanya terdiam. Aku tidak tahu harus berkata apa dengan apa yang barusan ku lihat. Aku duduk di kursiku dan minum air, masih bingung. Christian meletakkan piring-piring di meja dan menyajikan kentang tumbuk dan salmon, dan dia duduk di sampingku, makan. Aku mulai makan dan aku terkagum karena dia pandai memasak.
"Hanya Kamulah yang selalu memasak dengan lebih baik daripada aku." Dia meyakinkan ku. Aku hanya terus saja makan, dan dia melihat ki makan.
"Aku tidak pernah melihatmu makan sebanyak ini." Dia berkomentar.
"Apa?" Aku bertanya.
"Sebelumnya. Saat kita pertama kali bertemu. Kamu dulu tidak makan terlalu banyak. Kecuali aku memaksamu." Dia menjelaskan.
__ADS_1
"Oh. Bukan begitu. Aku makan dua kali lebih banyak dari sebelumnya karena aku menyusui." jawabku, makan lebih lambat.
Oh tidak. "Kenapa? Apa aku terlihat menjadi ?" Tiba-tiba aku bertanya.
"Tidak!" Dia segera menjawab.
"Jujurlah, Christian Grey." Aku peringatkan.
"Tidak, Ana. Kamu dalam kondisi sangat baik." Dia memuji.
"Kamu mengatakan itu karena kamu suamiku." Aku menggerutu. Aku kehilangan nafsu makan, tapi seorang Christian sangat benci orang yang membuang-buang makanan.
"Aku mencintaimu sayang." Dia berkata.
"Aku mencintaimu juga." Kataku.
__ADS_1