Shi No Tensi ( Malaikat Pencabut Nyawa)

Shi No Tensi ( Malaikat Pencabut Nyawa)
Chepter 24 Penolakan Yang Berujung Rasa Kecewa Dan Kemarahan Yang Tak Terhingga


__ADS_3

Dan Kali Ini Kita Kembali Ke Keadaan Bu Dina Yang Sangat Terkejut Hingga Tidak Tahu Harus Menjawab Seperti Apa Dan Hanya Bisa Diam Saja Setelah Mendengar Perkataan Dari Syahrul


Yaitu Syahrul Berkata Bahwa Dirinya Menyukai Bu Dina Dan Menyukai Dari Arti Yang Sebenarnya Yaitu Bukan Sebagi Seorang Adik Yang Mencintai Seorang Kakak Akan Tepi Seorang Laki Laki Yang Mencintai Seorang Perempuan Dan Sebagai Sepasang Kekasih


Dan Syahrul Yang Pada Saat Itu Melihat Bu Dina Hanya Diam Saja Dan Tidak Memberikan Jawaban Dari Pengungkapan Cinta Darinya Kepadanya Dan Juga Dia Tidak Berkata Apa Apa Kepadanya Sama Sekali


Syahrul Yang Melihat Semua Itu Dan Tidak Mendengar Apapun Dari Bu Dina Dan Syahrul Berfikiran Bahwa Bu Dina Selama Mereka Berbicara Serius Berdua Bu Dina Hanya Bercanda Saja Dan Membuat Syahrul Yang Pada Saat Itu Telah Tenang Karena Telah Di Tenangkan Oleh Bu Dina Dan Sekarang Kembali Marah Lagi


Dan Lalu Syahrul Juga Berkata Kepada. Bu Dina Kenapa Kau Tidak Berkata Sedikitpun Dan Bahkan Kau Juga Tidak Memberikan Jawaban Dari Peryataan Cinta Ku Ini Apa Aku Tidak Tahu Bahwa Seorang Laki Laki Menyatakan Cintanya Kepada Perempuan


itu Sangat Membutuhkan Keberanian Dan Siap Menerima Apa Pun Jawaban Yang Akan Di Berikan Dan Itu Semua Bukanlah Hal Yang Mudah Bagi Seorang Laki Laki


Dan Setidaknya Seorang Wanita Harus Memberikan Jawaban Tersebut


Entah Itu Menolaknya Atau Menerimanya Dan Jangan Sampai Tidak Berkata Apapun Itu Hanya Akan Menyakiti Hati Seorang Laki Laki Karena Tidak Mendapatkan Jawaban Yang Jelas


Dan Pada Saat Itu Bu Dina Masih Saja Tidak Bisa Berbuat Apa Apa Dan Masih Terdiam Saja Dan Setelah Mendengar Perkataan Dari Syahrul Tersebut Tiba Tiba Saja Bu Dina Merasa Bersalah Dan Menyalahkan Dirinya Karena Betapa Bodohnya Dirinya Karena Hanya Bisa Diam Saja Pada Saat Itu


Karena Pada Saat Itu Bu Dina Ingin Berkata Apapun Itu Kepada Syahrul Akan Tetapi Sudah Terlambat Bagintya Karena Mulutnya Tidak Bisa Berkata Kata Pada Saat Itu Karena Terlalu Terkejut Mendengar Pertanyaan Cinta Dari Syahrul Yang Mana Pada Saat Itu Bu Dina Tidak Pernah Menyangka Bahwa Syahrul Akan Benar Benar Menyatakan Cintanya Kepadanya

__ADS_1


Padahal Bu Dina Sangat Mengharap Kan Kejadian Seperti Ini Akan Terjadi Di Kemudian Hari Dimana Bu Dina Sudah Siap Untuk Mendengar Pertanyaan Cinta Dari Syahrul Kepada Nya dan Mereka Sudah Siap Untuk Menjadi Sepasang Kekasih


Akan Tetapi Itu Semua Sangat Berbeda Dan Membuat Bu Dina Merasa Bahwa Peryataan Cinta Syahrul Kepada Nya Terlalu Cepat Untuknya Maka Dari Itu Dia Tidak Bisa Berkata Apapun Itu


Dan Tiba Tiba Saja Syahrul Pergi Meninggalkan Bu Dina Dengan Sangat Marah Dan Kecewa Kerena Syahrul Berfikiran Bahwa Bu Dina Hanya Mempermainkanya Saja Dan Syahrul Juga Berfikiran Bahwa Mungkin Keputusan Yang Dia Buat Terlalu Terburu Buru Dan Mungkin Terlalu Cepat Bagi Bu Dina Untuk Mendengar Pertanyaan Cinta Kepada Nya


Dan Bu Dina Yang Melihat Syahrul Tiba Tiba Saja Pergi Meniggalkan Nya Dengan TergesaGesa Dan Sangat Kecewa Dan Marah Membuat. Bu Dina Semakin Merasa Bahwa Dia Sangat Bersalah Atas Kejadian Tersebut


Karena Pada Awalnya Bu Dina Hanya Untuk Menenangkannya Saja Akan Tetapi Malahan Semakin Kemana Mana Dan Membuat Mereka Berdua Hancur Dan Bu Dina Lalu Ingin Menghentikan Syahrul Yang Pergi Meniggalkanya Akan Tetapi Tetap Saja Dia Masih Tidak Bisa Berbicara


Dan Syahrul Meninggalkan Bu Dina Dan Berlari Sambil Menangis Dan Pada Saat Itu Juga Hujan Turun Seakan Syahrul Yang Menangis Juga Membuat Langit Ikut Menangis Dan Membuat Air Mata Syahrul Tidak Ketahuan Bahwa Dia Sedang Menangis


Dan Tiba Tiba Saja Budi Dan Pacarnya Mengejek Syahrul Dan Berkata Kenapa Kau Dan Sedang Apa Kau Di Sini Dan Pacar Budi Berkata Kepada Syahrul Mungkin Saja Dia Baru Saja Menyatakan Cintanya Kepada Seorang Wanita Dan Di Tolak Yang Membuat Dia Menangis


Dan Lalu Budi Berkata Lagi Kepada Syahrul Jangan Harap Kau Bisa Menyembuyi Kan Air Mata Mu Itu Dari Kita Berdua Hanya Karena Sedang Hujan Dan Mereka Berduq Sambil Tertawa Ha Ha Ha


Dan Syahrul Yang Telah Mendengar Semua perkataan Budi Dan Pacarnya Tersebut Pada Keadaan Yang Marah Akan Tetapi Syahrul Masih Bisa Menahan Amarahnya Dan Masih Bisa Mengendalikan Tubuhnya Karena Sebelumya Syahrul Sudah Berjanji Kepada Bu Dina Tidak Akan Berkelahi Lagi


Dan Tiba Tiba Saja Budi Berkata Kepada Syahrul Lagi Apakah Wanita Yang Kau Tembak Sebelumnya Dan Di Tolak Olehnya Apakah Mungkin. Bu Dina Dan Pacar Budi Berkata Kepada Syahrul Itu Mungkin Saja Karena Mereka Berdua Sangat Dekat Bahkan Menurut Ku Melebihi. Hubungan Guru Dan Murid Dan Mereka Juga Tertawa Terbahak Bahak

__ADS_1


Dan Tiba Tiba Saja Syahrul Yang telah Mendengar Perkataan Mereka Berdua Syahrul Sangat Marah Dan Sudah Tidak Bisa Mengendalikan Amarahnya Kerena Mereka Berdua Bukan Hanya Menghinanya Saja Akan Tetapi Juga Menghina Bu Dina Dan Syahrul Tidak Bisa Membiarkan Itu Begitu Saja


Dan Syahrul Berfikiran Bahwa Dia Harus Memberikan Sedikit Pelajaran Kepada Mereka Berdua Agar Tidak Pernah Mengganggu Dia Dan Juga Bu Dina Dan Tiba Tiba Saja Tubuh Syahrul Mendatangi Budi Dan Meng hajar Budi Habis Habisan Dan Sampai Budi Tidak Bisa Memberikan Perlawanan Dan Dia Pingsan


Dan Syahrul Berkata Bahwa Dia Tidak Bisa Menepati Janjinya Kepada. Bu Dina Sebelumnya Bahwa Dia Tidak Akan Berkelahi Lagi Dan Tiba Tiba Saja Terlintas Di Kepalanya Bahwa Mengapa Aku Harus Merasa Bersalah Karena Tidak Bisa Menepati Janjinya Kepada Bu Dina


Dan Syahrul Juga Berfikiran Bahwa Apa Yang Di Lakukanya Itu Sudah Benar Dan Berfikir Bahkan Bu Dina Saja Tidak Bisa Menepati Janjinya Apa Lagi Diri Ku Dan Sekarang Kita Berdua Sudah Impas Satu Sama Lain


Dan Dia Juga Berfikiran Kenapa Dia Juga Marah Ketika Mereka Berdua Mengejek Bu Dian Dan Syahrul Berkata Mungkin Itu Hanya Alasan Saja Bagi Ku Karena Aku Hanya Marah Atas Diriku Sendiri Dan Tidak Ada Hubunganya Lagi Dengan Bu Dina Dan Aku Juga Tidak Peduli Lagi Dengan Dirinya


Dan Syahrul Juga Berfikiran Kembali Kenapa Aku Harus Marah Kepada Mereka Berdua Padahal Yang Di Katakan Mereka Berdua Adalah Benar Semuanya Mungkin Aku Marah Kepada Mereka Berdua Hanya Untuk Ku Jadikan Bahan Pelampiasan Ku Saja Setelah Semuanya Terjadi Kepada Ku Hari Ini


Dan Tiba Tiba Saja Syahrul Tertawa Terbahak Bahak Dengan Wajah Yang Sangat Menakutkan Dan Membuat Pacar Budi Ketakutan dan Tiba Tiba Saja Syahrul Menghajar Budi Lagi Akan Tetapi Kali Ini Hanya Sebagai Pelampiasan Saja Bagi Dirinya Dan.Mengahajar Budi Lebih Parah Dari Sebelumnya Sambil Terus Tertawa Dengan Tawa Jahatnya


Dan Tiba Tiba Saja Pacar Budi Pergi Menghampiri Syahrul lagi Yang Pada Saat Sebelumya Dua Ingin Meninggalkan Budi Sendirian Di Sana Karena Dia Sangat Ketakutan Kepada Syahrul Yang Sedang Marah Pada Saat Itu


Dan Dia Memberanikan Dirinya Dan Menghentikan Syahrul Agar Tidak Lagi Menghajar Budi Karena Dia Bisa Saja Mati Di Hajar Oleh Syahrul Dan Lalu Dia Menghentikan Syahrul Dan Memohon Kepadanya Agar Berhenti Mengajar Budi Agar Budi Tidak Mati


Dan Pacar Budi Pada Saat Itu Tidak Pernah Menyangka Bahwa Syahrul Sangatlah Menakutkan Jika Sedang Marah Karena Dia Fikir Bahwa Syahrul Adalah Seorang Yang Lemah Dan Pengecut Dan Itulah Yang Di Fikirkan Oleh Nya Karena Selama Ini Syahrul Ketika Di Hina Dan Di Remehkan Oleh Seseorang Hanya Diam Saja Dan Tidak Pernah Menunjukan Sifat Marahnya Selama Ini

__ADS_1


Dan Membuat Dia Sangatlah Terkejut Dengan Semua Itu Dan Dia Berfikiran Untuk Tidak Membuat Syahrul Marah Lagi Dan Dia Juga Memohon Kepada Syahrul Yang Pada Saat Itu Masih Mengajar Budi Dan Berkata Aku Juga Tidak Akan Mengganggu Kalian Berdua lagi Dan Apakah Yang Akan Terjadi Selanjutnya ?,


__ADS_2