Shympony Of Secret ( End )

Shympony Of Secret ( End )
Delapan Belas


__ADS_3

...(◍•ᴗ•◍)❤...


...Enjoy to read it guess...👩‍💻...


...🎼🎼🎼🎼🎼...


"Mengingat hubungan kita di masa lalu, aku nggak akan membeberkan ini di media. Kamu klarifikasi sendiri kebenaran dari gosip yang beredar..," ujar Alvi.


Irene pun menganggukkan kepala mengiyakan.


"Tapi, satu hal yang tidak bisa aku toleransi Ren...,"


Irene menatap Alvi yang kini masang wajah dingin di hadapannya. Ia menunggu kelanjutan perkataan lelaki itu.


"Ap..apa?" Tanya nya terbata-bata.


"Kamu tetap harus menanggung konsekuensi dari perbuatanmu karena telah meneror Niken...,"


Irene membelalakkan mata. Ia tak percaya bahwa Alvi mengetahui perbuatannya yang satu itu.


"Vi itu nggak seperti yang kamu...,"


"Apa? Kamu bilang bahwa ini nggak seperti yang aku pikirkan? Kamu benar Ren, aku bahkan nggak pernah kepikiran bahwa kamu akan melakukan hal sekeji itu pada wanita lain...," Ujar Alvi.


"Itu semua karena aku cinta kamu Alvi...," Ucap Irene


"**** ..jangan pernah kamu mengatakan semua itu karena kamu mencintaiku lagi Ren. Jika benar semua yang kamu lakukan karena cinta, kamu tidak akan pergi meninggalkanku di saat aku terpuruk. Kamu tidak akan berpaling mendekati Jacky hanya untuk kesuksesanmu...," Jelas Alvi


"Aku benar-benar cinta sama kamu Vi. Dan semua itu ku lakukan agar kamu kembali padaku...," Ucap Irene.


"Sampai kapanpun aku tak akan pernah kembali padamu Irene. Aku sudah sangat kecewa. Dan untuk semua perbuatan yang kamu lakukan pada istriku, kamu akan segera mendapatkan ganjarannya," ucap Alvi tegas.


Alvi pun kemudian berlalu meninggalkan Irene. Jika ia bersikap kejam barangkali ia tak perlu menemui Irene terlebih dahulu, melainkan langsung mengirim wanita itu ke penjara lewat pengacara keluarganya.


Namun, mengingat hubunggannya di masa lalu bersama gadis itu, ia masih memiliki rasa kasihan.


"Huft...satu selesai. Giliran yang lainnya...," Gumam Alvi.


...🎼🎼🎼🎼🎼...


Kini di televisi tengah di hebohkan dengan berita terkini tentang anak pengusaha industri musik yang menjadi pecandu narkoba. Siapa lagi kalau bukan "Jacky Malik Rusdiantoro". Ia kedapatan tengah pesta shabu bersama teman-temannya di sebuah hotel.

__ADS_1


Tak hanya itu, berita lainnya juga terkait keluarga besar Rusdiantoro. Perusahaan keluarga tersebut di ketahui tengah melakukan korupsi dengan jumlah yang fantastis. Sang pemilik pun tersandung kasus pembunuhan beberapa tahun silam.


Yakni ditemukannya bukti bahwa Bram dan Selvi, seorang musisi dan pemain biola terkenal dari perusahaan ternama "K-Company" ternyata meninggal bukan karena kecelakaan melainkan pembunuhan. Ya, pembunuhnya tidak lain dan tidak bukan adalah Malik Rusdiantoro ayah dari Jacky Malik Rusdiantoro.


Akhirnya kedua ayah dan anak tersebut harus mendekam di penjara. Tidak hanya itu keduanya juga dihukum dengan hukuman berlapis mengingat bahwa masih ada kejahatan-kejahatan dan perbuatan keji lainnya yang mereka lakukan.


Dokter Santoso, yang dulu menjadi dokter yang merawat Niken pun tak lepas dari hukuman karena melanggar kode etik. Ia menerima suap untuk menunjukkan kondisi pasiennya kepada pihak lain. Hingga dimanfaatkan oleh pihak lain untuk meneror pasien yang bersangkutan.


...🎼🎼🎼🎼🎼...


Di tempat lain, terjadi jumpa pers untuk model sekaligus pebiola terkenal "Irene Florencia Turano". Dalam jumpa pers itu ia mengakui bahwa gosip yang beredar itu tidak benar adanya.


Dalam video dan foto-foto di media masa, lelaki yang bersamanya saat itu adalah Jacky Malik Rusdiantoro bukannya Alvi Zeonico Keysnandra. Ia juga mengakui kejahatan lain yang dilakukannya dan bersedia menerima hukuman.


Tampak beberapa khalayak yang tidak suka melempari gadis itu dengan telur ayam sertaencaci maki kelakuan buruk sang bintang idola tersebut.


Irene hanya bisa menerima semua buah dari perbuatannya. Ia digiring oleh beberapa aparat kepolisian untuk menuju ke tempat dimana seharusnya gadis itu berada saat ini.


...🎼🎼🎼🎼🎼...


Kelegaan terpancar di wajah keluarga Keysnadra. Baik oma Mia, Mama Ratih dan Papa Dana semuanya tampak bernafas lega karena terselesaikannya kasus rumit tersebut.


"Terima kasih, semua masalah terselesaikan Nak...," Ujar Dana menepuk pundak kanan Alvi dengan bangga.


Alvi menganggukkan kepalanya. "Semua ini tidak lepas dari bantuan Fandy, Bagas dan tentu saja William Pa. Karena bantuan mereka semua, Alvi bisa menyelesaikan semuanya...," Ujar Alvi.


Papa Dana pun menganggukkan kepalanya seraya berterima kasih pada teman-teman putranya itu.


"Nggak masalah Om, nyantai aja," seru Fandy.


"Iya Om, lagian kita malah lebih susah kalau liat Alvi galau gegara ditinggal Niken dan gegara masalah ini...," Ucap Bagas menggoda Alvi yang tentu saja di balas pelototan mata oleh lelaki itu.


"Oh, jadi ada yang sering galau nih gara-gara aku tinggal ...," Tambah Niken turut menggoda Alvi, sementara Alvi jangan ditanya ia merasa malu.


"Halah kayak kamu nggak aja Ken. Tiap hari juga galau mikirin Alvi, tanya aja Andrea tuh saksinya tiap hari liat kamu nangis...," Ujar William.


Niken yang mendengar ledekan William pun berwajah merah bak kepiting rebus. Maksud hati ia ingin menggoda Alvi, Eh nggak tahunya malah dirinya juga kena ledek sahabatnya sendiri.


"Dasar sahabat laknat...," Umpat Niken dalam hati.


Sementara Alvi tersenyum menyaksikan tingkah malu-malu Niken tersebut. Tak hanya dirinya yang malu, Niken juga begitu.

__ADS_1


"Bener Drea, Tante Ken sering nangis...?" Tanya Alvi pada Andrea yang juga ikut makan malam di samping sang mama.


Andrea pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.


"Hu"umb, ante Ken sering nangis. Kalau Drea tanya kenapa nangis katanya karena pangeran berkuda putihnya gak datang-datang...," Ujar Drea yang tentu saja membuat semua orang tertawa.


"Drea....," Teriak Niken dengan raut wajah sangat malu.


...🎼🎼🎼🎼🎼...


Setelah makan malam usai akhirnya disinilah Niken dan Alvi berada. Di Gazebo halaman belakang kediaman Keynandra.


"Akhirnya semua masalah selesai...," Ujar Niken.


Alvi menganggukkan kepalanya. Ia merasa lega setelah terhimpit beban yang begitu besar, akhirnya kini ia bisa bernapas lega.


"Kita mulai semua dari awal ya. Kita hidup bersama sampai kita menua nanti. Mau kan..? Harus ya..." Tanya Alvi.


"Eh..kok maksa sih. Emang akunya mau...," Ucap Niken.


"Halah mau aja sudah daripada kamu nangis tiap hari karena merindukanku...," Ledek Alvi.


"Eh..gr.... Kayak kamu nggak aja...," Seru Niken.


Alvi pun memandang Niken dengan teduh sembari menganggukkan kepalanya.


"Sangat, tidak ada hari dimana aku tidak merindukanmu. Karena itu, apapun yang terjadi di masa depan nanti, kamu harus janji satu hal padaku. Jangan pernah meninggalkanku lagi...," Ujar Alvi.


Niken pun menatap mata teduh Alvi. Ia menganggukkan kepala sembari berurai air mata.


"Aku berjanji selamanya aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi kecuali Tuhan yang memanggilku kembali ke haribaannya...," Ucap Niken.


Keduanya pun tersenyum dan berpelukan. Melepas semua kerinduan juga segala perasaan yang sekian lama mereka simpan. Akhirnya, kebahagiaan menyertai mereka setelah begitu banyak kesulitan yang mereka hadapi. Kini, melangkah menuju masa depan menjadi lebih mudah ketika semua permasalahan dimasa lalu terselesaikan.


...🌻 The End 🌻...


...Thank for read it guess......


...Akhirnya tamat setelah sekian lama cerita ini terbengkalai...🤭...


...Jangan lupa vote and comment yach...😁...

__ADS_1


__ADS_2