
Jika kita melakukan bisnis ini , kita bisa mendapatkan banyak uang ." Kata Sumanto sambil senyum.
Begitu Denny melihat sebungkus narkoba di tangannya , Wajah Denny terlihat kesal . "Singkirkan benda ini , Alock tidak membutuhkannya ."
Sumanto sedikit terkejut . Dia sudah menyelidiki dalam beberapa tahun terakhir, Alok telah mengimpor banyak obat-obat terlarang ke Golden Crescent dan Jacobjuga sangat menyukai ini.
Denny adalah presiden Alock dan Sumanto memiliki persahabatan yang sudah lama dengan Denny , Oleh karena itu , dia datang meminta Denny untuk meng-stock barang-barang ini agar Sumanto bisa mendapat untung yang besar dari bisnis ini .
Tapi dia tidak menyangka Denny akan mengatakan hal yang lain .
"Aku tahu banyak tentang keadaan Alock dalam beberapa tahun terakhir."Kata Sumanto dengan wajah yang suram .
"Sekarang Alock sudah tidak sama , aku sudah mengeluarkan kebijakan baru , yaitu program anti -narkoba dan anti-pornografi ." Kata Denny .
Sumanto tersenyum tapi mengejek , "Kamu mengeluarkan kebijakan di waktu yang sangat tepat ."
"Alock harus menyingkirkannya , aku tidak pernah ingin Alock terkontaminasi dengan benda ini ." Kata Denny .
"Sepertinya aku yang sudah terlambat , aku berharap aku datang lebih awal." Kata Sumanto dengan santai lalu menghela nafas.
Kekuatan Sumanto sangat kuat , tetapi kegiatan organisasinya membutuhkan dana yang cukup untuk mempertahankan kekuatan mereka . Jadi Sumanto membutuhkan uang dan bisnis semacam ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan uang . Tapi sikap Denny sekarang sudah sangat kuat , Sumanto tahu dia tidak bisa menegosiasikan bisnis ini lagi . Sumanto juga tidak membahas hal ini lagi dengan Denny , karena dia ingin menghindari pertengkaran .
"Itu bukan bisnis yang baik ." Kata Denny setelah berpikir ingin mengatakan apa .
Sekarang Denny sudah memiliki pengendalian diri yang kuat terhadap obat-obatan itu dan dia secara naluriah akan merasa jijik dengan obat-obatan itu . Karena dia sudah pernah menyentuh obat-obatan itu , orang-orang terdekatnya memutuskan untuk meninggalkannya , hubungannya dengan Mario memburuk dan yang lebih parahnya Friska memutuskan untuk bercerai dengannya , membuat jarak yang besar di antara hubunan mereka mereka , bahkan dia hampir menyakiti putrinya .
Denny adalah duta internasional narkoba dan Sumanto ingin mengembangkan bisnis ini , tentu saja Denny tidak menyetujuinya .
"Bisnis yang bisa menghasilkan uang adalah bisnis yang bagus . Denny , kamu juga seorang pengusaha besar , kamu tahu seberapa besar keuntungannya ." kata Sumanto.
"Menguntungkan tapi haram ." Kata Denny dengan santai .
"Apa yang kamu katakan?" Kata Sumanto sambil mengerutkan kening.
"Bisnis ini bisa menghasilkan banyak uang , tetapi di saat yang sama juga akan menghancurkan lebih banyak orang dan secara internasional , benda itu ilegal ." kata Denny .
__ADS_1
"Ha ha . Denny , Sejak kapan kamu mengkhawatirkan hal ini ?" Kata Sumanto dengan pandangan yang menghina .
"Aku menyarankan kamu untuk tidak melakukan bisnis ini." Kata Denny tanpa ekspresi.
"Kamu pikir aku seperti kamu ? Aku punya orang-orang yang harus aku biayai , jika aku tidak melakukan bisnis , dari mana aku bisa mendapatkan uang?" Kata Sumanto dengan serius.
"Ketika orang yang menyentuh benda ini , mereka sendiri yang memilih untuk menggunakannya , apa hubungannya dengan pengusaha seperti kita . Jika mereka tidak menyentuh benda itu , otomatis bisnis narkoba ini tidak bisa berjalan."
"Jika kalian tidak menjual benda ini , jauh lebih mudah bagi mereka untuk menyingkirkan ketergantungannya terhadap narkoba . Orang yang baru saja menyentuh narkoba , mereka lebih mudah untuk diselamatkan . Jika sekarang aku memotong dari mana sumber narkoba itu datang , mereka akan jauh lebih muda menghilangkan ketergantungannya dengan narkoba .” Kata Denny dengan tegas.
"Kalau tidak , di masa depan , orang-orang ini hanya akan lebih menderita."
"Itu tidak ada hubungannya denganku ." Kata Sumanto dengan dingin.
"Kamu tidak punya orang-orang yang harus dibiayai , jadi kamu bisa berbicara dengan sok suci di hadapanku ."
"Tapi aku percaya , suatu hari nanti kamu akan mengerti aku."
Wajah Denny menunjukkan sedikit ketidakberdayaan , " Kamu kan juga bisa memberi makan saudaramu dengan cara yang lain ."
"Ah... kamu kan tidak buat bisnis denganku , aku lebih baik pergi ke negara lain untuk menegosiasikan . Kamu lanjutkan saja kelakuan sok sucimu itu ." Kata Sumanto yang mencibir Denny .
Musuh-musuh Sumanto mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis ini , Jika dana milik Sumanto tidak cukup , bawahannya akan sangat mudah disuap oleh orang lain dan dia akan berada dalam situasi yang sangat berbahaya.
Orang yang ingin mengenakan mahkota harus menanggung beban yang berat . Perjalanan Sumanto untuk menjadi pemimpin di sebuah organisasi dan menundukkan organisasi besar di Amerika Utara tidaklah mudah dan sudah menyinggung banyak orang . Sekarang Sumanto terlihat sangat kuat , tetapi musuh-musuhnya tidak tahu jika Sumanto sedang berada dalam situasi yang sulit.
Banyak tentara bayaran di Amerika Utara sangat bernafs bila melihat uang , bahkan beberapa sampai menjarah uang majikan mereka sendiri dan kelakukan mereka tidak punya batasan . Sumanto dapat menekan bawahannya dengan kekuatan senjatanya , tapi dia tidak bisa sepenuhnya menundukkan mereka . Sumanto harus membuat mereka nyaman saat bekerja dengannya , barulah mereka bisa digunakan oleh Sumanto untuk waktu yang lama.
"Sebagai teman , aku hanya bisa menasehatimu sampai di sini , selebihnya kamu sendiri yang menentukan pilihan dan aku juga tidak bisa intervensi dengan keputusanmu ." Kata Denny yang menghela nafas dan wajahnya terlihat sedikit tidak berdaya .
Kekuatan Sumanto terlalu besar , Denny sama sekali tidak bisa membatasi Sumanto . Bisnis apa yang ingin di jalani Sumanto sudah berada di luar kendali Denny . Tapi Denny tahu jika Sumanto bersikeras dengan bisnis ini , cepat atau lambat dia akan menjadi musuhnya Sumanto.
Sebagai duta narkoba internasional , Denny akan melaksanakan tugasnya dan dengan tegas menolak para bandar untuk menjual narkoba .
Setelah berbicara dengan Sumanto , Denny sangat lelah dan dia sudah tidak ingin mengurusi masalah pemerintah .
__ADS_1
Dia bersandar di sofa , menatap langit-langit . "Mario , tampaknya teman lamaku akan berdiri berseberangan denganku."
" Tidak peduli baik atau buruk mereka semua ingin memenuhi ambisi mereka sendiri tidak peduli baik atau buruk . Kami sudah bersebrangan dan hanya kamu seorang yang terus berdiri di sampingku .
"Tidak peduli seberapa tinggi posisimu , seberapa kuat kekuatanmu , aku akan selalu bersamamu walaupun di saat kamu sedang kesulitan ," Wajah fana berkata tanpa ekspresi.
"Memang kamu yang terbaik." Kata Denny sambil tersenyum namun terdapat kesedihan dalam senyumannya .
Ketika Denny kembali ke rumahnya dan sudah sangat malam . Tyas membawa Jumanto kembali ke kamarnya untuk tidur dan hanya Nikita yang tinggal di ruang tamu.
"Tunggu aku ."Kata Denny dengan wajah yang letih dan tersenyum .
"Baik." Nikita mengangguk , "Susu itu sudah dingin , aku akan memanaskannya lagi."
"Ok , aku akan pergi ke kamarku dulu ."Kata Denny dengan letih .
"Baik." Kata Nikita sambil menatap Denny dan tersenyum , lalu pergi ke dapur.
Ketika Nikita sudah memanaskan susunya dan pergi ke kamar Denny , Denny sudah tertidur.
Nikita menghela nafas , lalu berbaring di samping Denny .
Fajar segera menyinari langit yang biru dan Mario datang ke ruangannya untuk memanggil Denny .
"Baru saja Menteri Dalam Negeri melaporkan , Presiden Naples dari Arab Saudi akan datang ke Alock ."
"Kenapa tiba-tiba sekali , apa yang terjadi?" Kata Denny sambil mengenakan mantelnya , kemudian bergegas ke ruang rapat .
Jacob membawa bawahannya ke ruang rapat .
Kemudian Naples juga masuk dengan membawa pengawal dengan wajah yang tidak senang .
"Kali ini , apa yang ingin kamu bicarakan di sini ?" Tanya Jacob sambil menyalakan rokok , lalu tersenyum.
"Aku ingin Alock memberiku penjelasan ."Kata Naples sambil menatap Jacob dengan mata yang merah dan berkata dengan suara yang berat.
__ADS_1
"Penjelasan apa?" Kata Jacob dengan santai sambil mengeluarkan asap dari mulutnya .
"Kalian semua di sini harus meminta maaf kepada Arab Saudi." Kata Naples dengan arogan .