
Sumanto berusaha untuk menstabilkan tubuhnya setelah dipukul sampai mundur puluhan langkah
Satu tangannya memegang bagian perutnya dan sekitar dahinya mengeluarkan keringat dingin .
"Ternyata kamu bisa menahannya ." Kata Raphael yang memandang Sumanto dan tidak mengambil kesempatan untuk menyerang lagi .
Denny sedikit terkejut , dia pernah berpikir Raphael sangat hebat , tapi dia tidak berpikir kalau Raphael memiliki tenaga yang sangat kuat.
Denny punya pengalaman bertarung dengan Sumanto , tidak mudah untuk mengalahkan Sumanto dan bukanlah hal yang mudah untuk memukul mundur Sumanto , membuatnya sampai kesakitan , apalagi sampai membuatnya mengeluarkan keringat dingin .
Tapi Raphael melakukannya hanya dengan satu pukulan , Raphael terlihat sangat lemah , Kebanyakan orang berpikir kekuatannya untuk memenangkan pertarungan terletak di kecepatannya , karena ini banyak yang mengabaikan kekuatan yang dimiliki Raphael .
Menilai dari pukulan yang Raphael barusan lakukan , kekuatan Raphael jauh di atas Denny dan Mario .
"Pukulan yang seperti tadi , kamu masih bisa melakukannya berapa kali ?" Kata Sumanto sambil tertawa dingin .
Kekuatan ledakan tangan Raphael ia dapat dari kecepatannya . Namun kecepatan seperti itu benar-benar dekat dengan batas kecepatan yang bisa dilakukan Raphael , jadi Sumanto sedikit berani menyimpulkan , Raphael hanya bisa melakukannya beberapa kali.
"Bisa membuatku mengeluarkan semua tenagaku , bukanlah hal yang mudah ." Kata Raphael dengan santai.
"Tapi begitu aku mengeluarkan semua tenagaku , kamu pasti akan kalah."
"Hah ? Aku sudah menahan pukulan terbaikmu dan kamu masih ingin tidak mengakuinya ?" Kata Sumanto.
"Melawanmu , aku tidak perlu menggunakan semua kekuatanku dan kamu seharusnya berbangga karena aku sudah bertarung denganmu ." kata Raphael .
Sumanto sangat yakin akan tehknik pertahanannya , sementara Raphael percaya diri dengan kecepatan yang dimilikinya .
Saat Raphael sedang berbicara , Sumanto langsung bergegas menyerangnya dan mengarahkan serangannya ke wajah Raphael .
Kecepatan saat Sumanto sedang menyerangnya sangatlah cepat dan juga ledakan tangannya sangat kuat .
Raphael menggerakkan kakinya lalu memutar tubuhnya . Dia dengan cekatan menghindari pukulan Sumanto , lalu menendang kaki Sumanto.
Kaki yang di tendang ini tidak memberikan dampak yang besar kepada Sumanto , tapi kecepatan serangan Raphael sangat cepat , setelah dia menendangnya dan Sumanto masih belum bereaksi atas tendangan itu , dia langsung terus menerus memukul perut Sumanto .
__ADS_1
Sumanto sama sekali tidak sempat untuk menyerang balik , jadi dia terus dipukul sampai mundur di bawah tekanan Raphael .
Akhirnya Raphael memukul wajahnya dan membuat Sumanto sampai terjatuh ke tanah.
"Menyenangkan sekali bisa bertarung denganmu . Sudah lama tidak ada orang yang bisa membuatku mengeluarkan tenagaku . Terima kasih kamu sudah menjadi bantal tinjuku dan itu cocok untukmu ." kata Raphael .
Di saat ini Denny dari belakang menendang tulang belakang milik Raphael dan Mario memukul dagunya dari depan , hal ini dilakukan untuk mengkaburkan perhatian Raphael dan kemudian Nikita sedang menunggu kesempatan untuk mengunci bagian tubuh Raphael .
Ketika Raphael terus memukul Sumanto , Denny menyadari Sumanto bukanlah lawan Raphael , tetapi Sumanto masih bisa menahan Raphael . Ketika Raphael baru saja memukul jatuh Sumanto , tubuhnya masih dalam kondisi condong ke depan . Menyerang diam-diam pada kondisi seperti ini , tidak diragukan adalah peluang yang sangat bagus .
Tubuhnya dalam keadaan condong ke depan , sangat sulit untuk bisa menghindari serangan dari belakang . Jadi Denny menendang Raphael dari belakang dan dari depan Raphael menerima pukulan di bagian dagunya dari Mario .
Dalam pertarungan , serangan dadakan bisa memberikan luka yang sangat dalam bagi lawan .
Denny diam-diam menyerangnya dari belakang , meskipun reaksi Raphael sangat cepat , tapi karena Mario menarik perhatiannya dari depan dan dia juga baru saja memukul jatuh Sumanto , jadi Raphael tetap tidak bisa melakukan reaksi yang efektif .
Tangan Raphael dengan cepat berada di belakang dan menahan tendangan Denny , tapi tubuh Raphael masih condong ke depan.
Raphael melakukan ini untuk mencegah cedera yang serius pada tulang belakangnya dan sekali lagi serangannya membuat Denny terkejut .
Di kondisi yang seperti ini , lutut Raphael berada di bagian perut Mario dan tubuhnya sedikit terangkat .
Denny kembali menyerang Mario dari belakang.
Raphael memukul jatuh Mario dan kemudian dia mengayunkan kakinya ke bagian pinggang Denny , Denny akhirnya juga terjatuh ke tanah .
Raphael dengan cepat memukul jatuh mereka berdua dan Nikita sama sekali tidak dapat menemukan kesempatan untuk menyerang.
"Denny , aku tahu kamu tidak jujur." Kata Raphael .
Denny unggul dalam jumlah orang dan sebenarnya tidak perlu membiarkan Sumanto bertarung dengan Raphael sendirian . Saat pertarungan berlangsung Raphael berada di atas angin dan Denny dan yang lainnya harus menyerangnya secara diam-diam.
Jadi Raphael tetap waspada dengan Denny dan hal yang ia waspadai itu terjadi , oleh karena itu Raphael mampu menahan serangan-serangannya .
Denny perlahan-lahan naik dari tanah , Raphael baru saja menendang dia dengan sangat keras . Ketika Denny jatuh ke tanah , lengannya patah dan darahnya mengalir keluar.
__ADS_1
"Tidak disangka , kamu sekuat ini ." Kata Denny .
Denny telah meremehkan kekuatan Raphael . Denny selalu berpikir kekuatan Raphael sama dengan Sumanto , tetapi dia sedikit lebih baik daripada Sumanto.
Tapi dengan kekuatan yang dia tunjukkan tadi , dia dengan santai dan cepat menyelesaikan serangan diam-diam dari Denny dan Mario . Hal ini membuat Denny menyadari kekuatan Raphael jauh berada di atas Sumanto.
Tadi Sumanto mampu mengimbangi Raphael karena kemampuan bertarungnya yang sangat baik . Meskipun Denny dan Mario adalah petinju yang hebat , mereka tetap tidak bisa menahan serangan Raphael dan mereka malah dengan sangat mudah dipukul jatuh .
Sumanto pelahan-lahan bangkit , dia juga menyadari dia bukanlah lawannya Raphael .
" Sejak aku melakukan latihan yang keras , kamu adalah orang pertama yang mengalahkanku . Kali ini aku , tapi aku akan melampauimu suatu saat nanti.” Kata Sumanto .
"Baiklah , kalian bertiga maju hadapi aku , supaya aku bisa lebih bersenang-senang lagi ." Kata Raphael .
"Kamu terlalu percaya diri , tapi aku ingin mengingatkanmu , kepercayaan diri yang sudah buta adalah kesombongan . “ Kata Denny.
Kekuatan Raphael sangat kuat , tetapi Denny masih tidak percaya dia dapat mengalahkan mereka semua hanya dengan kekuatannya sendiri.
Sumanto menyerang Raphael lagi , dia mengarahkan pukulannya ke wajah Raphael dan Raphael dengan mudah menghindarinya
Sumanto tidak hanya kuat dalam bela diri , dia juga memiliki kecepatan yang sangat cepat .
Ketika dia sedang menyerangnya , dia bisa menekan Raphael untuk memberikan Denny dan yang lainnya kesempatan untuk bangkit .
Setelah Raphael menghindari pukulan yang kuat dari Sumanto, Nikita menemukan kesempatan untuk menyerang Raphael dari samping dan Nikita ingin mengunci Raphael dengan menggunakan kakinya .
Raphael masih belum pada posisi berdiri yang sempurna tapi Raphael masih bisa menghindari serangan Nikita . Serangan Nikita tidak berhasil .
Mario mengambil kesempatan untuk menendang wajah Raphael .
Raphael langsung menggerakkan kakinya dari bawah ke atas , Mario dan Nikita ditendang bersamaan sampai jatuh di tanah .
Ketika fokus Raphael sedang terbagi karena sedang melawan Mario dan Nikita , Sumanto mengarahkan pukulannya ke bagian punggung Raphael dan Denny bergegas mengarahkan serangannya ke bagian lehernya .
Tanpa diduga , kecepatan Raphael lebih cepat , Denny dan Sumanto langsung terjatuh ke tanah .
__ADS_1
"Bahkan jika kalian semua menyerangku bersamaan , kalian juga tetap bukan lawanku ."