Si Menantu Buta

Si Menantu Buta
Bab 524 Menyerang secara bersamaan


__ADS_3

Sumanto berusaha untuk menstabilkan tubuhnya setelah dipukul sampai mundur puluhan langkah


Satu tangannya memegang bagian perutnya dan sekitar dahinya mengeluarkan keringat dingin .


"Ternyata kamu bisa menahannya ." Kata Raphael yang memandang Sumanto dan tidak mengambil kesempatan untuk menyerang lagi .


Denny sedikit terkejut , dia pernah berpikir Raphael sangat hebat , tapi dia tidak berpikir kalau Raphael memiliki tenaga yang sangat kuat.


Denny punya pengalaman bertarung dengan Sumanto , tidak mudah untuk mengalahkan Sumanto dan bukanlah hal yang mudah untuk memukul mundur Sumanto , membuatnya sampai kesakitan , apalagi sampai membuatnya mengeluarkan keringat dingin .


Tapi Raphael melakukannya hanya dengan satu pukulan , Raphael terlihat sangat lemah , Kebanyakan orang berpikir kekuatannya untuk memenangkan pertarungan terletak di kecepatannya , karena ini banyak yang mengabaikan kekuatan yang dimiliki Raphael .


Menilai dari pukulan yang Raphael barusan lakukan , kekuatan Raphael jauh di atas Denny dan Mario .


"Pukulan yang seperti tadi , kamu masih bisa melakukannya berapa kali ?" Kata Sumanto sambil tertawa dingin .


Kekuatan ledakan tangan Raphael ia dapat dari kecepatannya . Namun kecepatan seperti itu benar-benar dekat dengan batas kecepatan yang bisa dilakukan Raphael , jadi Sumanto sedikit berani menyimpulkan , Raphael hanya bisa melakukannya beberapa kali.


"Bisa membuatku mengeluarkan semua tenagaku , bukanlah hal yang mudah ." Kata Raphael dengan santai.


"Tapi begitu aku mengeluarkan semua tenagaku , kamu pasti akan kalah."


"Hah ? Aku sudah menahan pukulan terbaikmu dan kamu masih ingin tidak mengakuinya ?" Kata Sumanto.


"Melawanmu , aku tidak perlu menggunakan semua kekuatanku dan kamu seharusnya berbangga karena aku sudah bertarung denganmu ." kata Raphael .


Sumanto sangat yakin akan tehknik pertahanannya , sementara Raphael percaya diri dengan kecepatan yang dimilikinya .


Saat Raphael sedang berbicara , Sumanto langsung bergegas menyerangnya dan mengarahkan serangannya ke wajah Raphael .


Kecepatan saat Sumanto sedang menyerangnya sangatlah cepat dan juga ledakan tangannya sangat kuat .


Raphael menggerakkan kakinya lalu memutar tubuhnya . Dia dengan cekatan menghindari pukulan Sumanto , lalu menendang kaki Sumanto.


Kaki yang di tendang ini tidak memberikan dampak yang besar kepada Sumanto , tapi kecepatan serangan Raphael sangat cepat , setelah dia menendangnya dan Sumanto masih belum bereaksi atas tendangan itu , dia langsung terus menerus memukul perut Sumanto .

__ADS_1


Sumanto sama sekali tidak sempat untuk menyerang balik , jadi dia terus dipukul sampai mundur di bawah tekanan Raphael .


Akhirnya Raphael memukul wajahnya dan membuat Sumanto sampai terjatuh ke tanah.


"Menyenangkan sekali bisa bertarung denganmu . Sudah lama tidak ada orang yang bisa membuatku mengeluarkan tenagaku . Terima kasih kamu sudah menjadi bantal tinjuku dan itu cocok untukmu ." kata Raphael .


Di saat ini Denny dari belakang menendang tulang belakang milik Raphael dan Mario memukul dagunya dari depan , hal ini dilakukan untuk mengkaburkan perhatian Raphael dan kemudian Nikita sedang menunggu kesempatan untuk mengunci bagian tubuh Raphael .


Ketika Raphael terus memukul Sumanto , Denny menyadari Sumanto bukanlah lawan Raphael , tetapi Sumanto masih bisa menahan Raphael . Ketika Raphael baru saja memukul jatuh Sumanto , tubuhnya masih dalam kondisi condong ke depan . Menyerang diam-diam pada kondisi seperti ini , tidak diragukan adalah peluang yang sangat bagus .


Tubuhnya dalam keadaan condong ke depan , sangat sulit untuk bisa menghindari serangan dari belakang . Jadi Denny menendang Raphael dari belakang dan dari depan Raphael menerima pukulan di bagian dagunya dari Mario .


Dalam pertarungan , serangan dadakan bisa memberikan luka yang sangat dalam bagi lawan .


Denny diam-diam menyerangnya dari belakang , meskipun reaksi Raphael sangat cepat , tapi karena Mario menarik perhatiannya dari depan dan dia juga baru saja memukul jatuh Sumanto , jadi Raphael tetap tidak bisa melakukan reaksi yang efektif .


Tangan Raphael dengan cepat berada di belakang dan menahan tendangan Denny , tapi tubuh Raphael masih condong ke depan.


Raphael melakukan ini untuk mencegah cedera yang serius pada tulang belakangnya dan sekali lagi serangannya membuat Denny terkejut .


Di kondisi yang seperti ini , lutut Raphael berada di bagian perut Mario dan tubuhnya sedikit terangkat .


Denny kembali menyerang Mario dari belakang.


Raphael memukul jatuh Mario dan kemudian dia mengayunkan kakinya ke bagian pinggang Denny , Denny akhirnya juga terjatuh ke tanah .


Raphael dengan cepat memukul jatuh mereka berdua dan Nikita sama sekali tidak dapat menemukan kesempatan untuk menyerang.


"Denny , aku tahu kamu tidak jujur." Kata Raphael .


Denny unggul dalam jumlah orang dan sebenarnya tidak perlu membiarkan Sumanto bertarung dengan Raphael sendirian . Saat pertarungan berlangsung Raphael berada di atas angin dan Denny dan yang lainnya harus menyerangnya secara diam-diam.


Jadi Raphael tetap waspada dengan Denny dan hal yang ia waspadai itu terjadi , oleh karena itu Raphael mampu menahan serangan-serangannya .


Denny perlahan-lahan naik dari tanah , Raphael baru saja menendang dia dengan sangat keras . Ketika Denny jatuh ke tanah , lengannya patah dan darahnya mengalir keluar.

__ADS_1


"Tidak disangka , kamu sekuat ini ." Kata Denny .


Denny telah meremehkan kekuatan Raphael . Denny selalu berpikir kekuatan Raphael sama dengan Sumanto , tetapi dia sedikit lebih baik daripada Sumanto.


Tapi dengan kekuatan yang dia tunjukkan tadi , dia dengan santai dan cepat menyelesaikan serangan diam-diam dari Denny dan Mario . Hal ini membuat Denny menyadari kekuatan Raphael jauh berada di atas Sumanto.


Tadi Sumanto mampu mengimbangi Raphael karena kemampuan bertarungnya yang sangat baik . Meskipun Denny dan Mario adalah petinju yang hebat , mereka tetap tidak bisa menahan serangan Raphael dan mereka malah dengan sangat mudah dipukul jatuh .


Sumanto pelahan-lahan bangkit , dia juga menyadari dia bukanlah lawannya Raphael .


" Sejak aku melakukan latihan yang keras , kamu adalah orang pertama yang mengalahkanku . Kali ini aku , tapi aku akan melampauimu suatu saat nanti.” Kata Sumanto .


"Baiklah , kalian bertiga maju hadapi aku , supaya aku bisa lebih bersenang-senang lagi ." Kata Raphael .


"Kamu terlalu percaya diri , tapi aku ingin mengingatkanmu , kepercayaan diri yang sudah buta adalah kesombongan . “ Kata Denny.


Kekuatan Raphael sangat kuat , tetapi Denny masih tidak percaya dia dapat mengalahkan mereka semua hanya dengan kekuatannya sendiri.


Sumanto menyerang Raphael lagi , dia mengarahkan pukulannya ke wajah Raphael dan Raphael dengan mudah menghindarinya


Sumanto tidak hanya kuat dalam bela diri , dia juga memiliki kecepatan yang sangat cepat .


Ketika dia sedang menyerangnya , dia bisa menekan Raphael untuk memberikan Denny dan yang lainnya kesempatan untuk bangkit .


Setelah Raphael menghindari pukulan yang kuat dari Sumanto, Nikita menemukan kesempatan untuk menyerang Raphael dari samping dan Nikita ingin mengunci Raphael dengan menggunakan kakinya .


Raphael masih belum pada posisi berdiri yang sempurna tapi Raphael masih bisa menghindari serangan Nikita . Serangan Nikita tidak berhasil .


Mario mengambil kesempatan untuk menendang wajah Raphael .


Raphael langsung menggerakkan kakinya dari bawah ke atas , Mario dan Nikita ditendang bersamaan sampai jatuh di tanah .


Ketika fokus Raphael sedang terbagi karena sedang melawan Mario dan Nikita , Sumanto mengarahkan pukulannya ke bagian punggung Raphael dan Denny bergegas mengarahkan serangannya ke bagian lehernya .


Tanpa diduga , kecepatan Raphael lebih cepat , Denny dan Sumanto langsung terjatuh ke tanah .

__ADS_1


"Bahkan jika kalian semua menyerangku bersamaan , kalian juga tetap bukan lawanku ."


__ADS_2