
Masih dengan acara resepsi pernikahan mereka para tamu Uda berdatangan semua yang hadir dari kalangan bangsawan dan rekan bisnis Aryo.
Di Antara mereka Naina hanya memperhatikan seseorang yang berjalan ba model di atas red karpet.
Tatapan wanita it tidak bisa di artikan,Semakin dia dekat dengan Naina pandangannya semakin tajam ke arah Naina.
Naina yang melihat it hanya diam seribu bahasa dada sesak air mata yang sangat susah untuk di sembunyikan.
Tapi Aryo yang dari tadi berdiri di samping Naina sedikit pun tidak memperhatikannya karena pernikahan ini di lakukan semata2 hanya karena mama nya.
Dengan cepat Naina menghapus air matanya dia tidak mau ada yang melihatnya menangis.
Wanita yang dari Naina perhatikan adalah adik nya Siska.
Siska pun memberi selamat kepada pasangan pengantin dan dia pun memeluk pengantin wanita dan berbisik,selamat ya kak semoga perkawinan kakak bahagia dunia akhirat.
Naina hanya mengganggu dan membalas pelukan Siska.
Siska pun berdiri tidak jauh dari Naina,dia pun memperhatikan kakanya yang seakan tidak terlalu bahagia dengan pernikahannya.
Bu Dewi yang melihat it merasa kasihan dia pun mendekati menantunya.
Ada apa Nai,??
Enggak Bu Naina merasa cape aja.!!
Sabar ya sayang,ibu minta maaf karena terlalu banyak mengundang teman ibu jadi terpaksa kamu harus berdiri lama begini.
Tidak apa2 Bu kan ini hari pernikahan kami jadi memang sudah seharusnya kami melayani tamu undangan.
****
__ADS_1
Para tamu Uda pada pulang.
Naina pun Uda masuk ke kamar hotel yang sudah di sediakan oleh pihak keluarga suaminya.
Naina yang merasa lelah pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya.
Saat Naina selesai kini giliran Aryo untuk mandi.
Naina lebih memilih tidur di sofa dia tidak mau membuat Aryo marah lagi padanya seperti tadi siang.
Aryo yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat naina yang sudah tertidur di sofa.
Dia pun juga merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ukuran king size.
Malam pertama mereka berlalu tanpa kata2 Tampa perdebatan dan yang lainnya.
Tidak butuh waktu lama mereka uda di alam mimpi mereka masing-masing.
Aawwwuuu...teriak Naina yang terjatuh dari sofa.
Aryo yang kaget mendengar Naina langsung bangun dan melihat naina yang mengelus bokongnya.
Dasar cewek miskin kumuh tidak bisa melihat orang senang.
Aryo yang melihat naina bukanx menolong malah kembali melanjutkan tidurnya.
Dasar cowok dingin sedingin es balok,bukannya bantuin malah kembali tidur.
Ini semua gara2 dia seandainya saja dia bisa berbagi tempat tidur mungkin aku tidak jatuh begini.kata Naina dalam hati kesal
Naina pun melihat jam ternyata Uda waktunya sholat subuh dia pun berjalan sambil memegang bokongnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan wudhu.
__ADS_1
Dan dia pun melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Mas..!!
Mas..!!
Mas Aryo..!!!
Naina memanggil suaminya.
Hemm..
Mas..!!!
Ada apa si teriak2 kamu fikir ini hutan haa....!!!!
Abis mas'nya di panggil nda dengar sih.
Aryo pun kembali duduk.
Ada apa..??
Ganggu orang tidur aja.
Mas nda mau sholat, waktunya Uda mau abis Lo mas.
Eh kalau mau sholat ya sholat aja tidak usah gangguin orang tidur.
Aku Uda sholat mas tapi aku cuma mau bangunin mas untuk sholat.
Eh Naina kamu tidak usah nyuruh2 aku sholat ya kalau aku mau Tampa kamu suruh pun aku lakukan.
__ADS_1
Dia kembali membaringkan tubuhnya.