
Mungkin semua memahami rasa seperti ini. Mengingat kata berpisah itu bagaikan mimpi namun nyata, tak terbayangkan harus hidup berjauhan. kebersamaan yang penuh warna, tanpa dirinya terasa kosong, gelap pekat bagai malam tanpa cahaya.
Empat puluh hari setelah kelahiran putri pertamanya. selepas azan isya pria bertubuh jangkung itu memulai percakapan.
tanpa sebutan manis pada sang istri, terbilang kasar dan arogan.
tanpa aling aling.
" sampe kapan luh nggak mau gua pake (hubungan intim) .. " tanyanya dengan kesal.
" iya nanti.. " jawaban yang terpotong
" nanti mulu sampe kapan, luh mau nurut kata orang kudu dua atau tiga bulan, luh tau gua nggak mau nunggu lagi, begini terus gua cari jablai/ ****** aja.. " dengan panjang lebar dibicarakan. dengan wajah sedih dia menjawab
" iya sabar bentar aku ke bidan dulu.. " jawaban yang terpotong lagi.
" ala.. banyak alasan, sekarang gini aja, luh diem disini , gua tinggal ama mak gua, bawa anak biar emak gua yang urus anak, kita pisah.. " katanya dengan raut marah.
dengan isak tangis sambil berkata
" tolong jangan begini, jangan ucapkan pisah nggak baik.. "
" bodoamat.. gua nggak perduli.. " katanya.
seperti itu setiap berkata tanpa mikir akibatnya. bahkan tanpa disadari Tuhan mengabulkan keinginan nya.
semenjak kejadian itu sikapnya jadi dingin acuh, rumah terasa sepi seperti tak berpenghuni. perang Dingin itu tak kunjung usai, kebiasaan baru yang jadi pendiam dan cuek jadi berlarut-larut, sang istri yang memang tak banyak bicara pun turut diam, namun diamnya memang pembawaannya.
__ADS_1
bicara takut salah karena sang suami yang emosian keras kepala juga egois, sang istri memilih membisu.
Beberapa bulan kemudian hal yang diucapkan mulai menampakan, seperti cari cara untuk berpisah dengan alasan cuma iseng. setiap pulang kerja main handphone sambil senyum sendiri, padahal didepan istrinya tak pernah senyum.
handphone terasa lebih penting daripada istri dan anaknya. pernah dia berpesan yang katanya, " jangan buka HP gua,jangan cari tau mau SMS ( pesan singkat) atau telpon .. "
" kenapa..? " tanya nya dengan penasaran.
" jangan banyak tanya, awas kalau berani buka HP.. " katanya dengan mengancam.
lalu dia merebahkan tubuh nya, beberapa menit handphone nya berdering tanda pesan masuk. " tuh pesan masuk.. " katanya
" dah tau.. " jawabannya.
dengan senyum menyebabkan dia membaca SMS kiriman seseorang, yang dinamakan laki-laki, jadi merasa aneh pada sikap nya. sang istri tidur si suaminya asik di dunianya sendiri sampai puas berbalas pesan.
" mas kenapa senyum senyum gitu setiap ada SMS.. " kata adiknya
" ah .. mau tau aja.. " katanya sambil mengedipkan mata pada istrinya.
" tau tuh aneh.. " kata si istri.
setelah nya saat malam dia tidur tiba-tiba Handphone berdering pesan masuk, coba membangunkan nya namun,
" mas itu ada SMS.. " kata si istri
" biarin aja.. " jawab nya.
__ADS_1
namun terus menerus handphone itu berbunyi menganggu tidur. si suami nyenyak tertidur. dicoba angkat oleh si istri, apa yang terjadi si istri benar-benar syok kata kata mesra sayang kata kata tak pantas untuk pengirim pesan yang disebut laki-laki itu. si suami dengan enteng berkata, " kenapa dibaca kagetkan luh.. "
" ini apa apaan.. " kata si istri
dicoba telpon si pengirim pesan.
" Halo.. " kata si istri
" iya.. " jawab si cewek, lama jawabannya mungkin bingung kenapa suara perempuan.
" oh.. ini cewek, luh dah jadian sama ini pemilik HP.. " kata si istri.
" iya udah.. " kata si cewek
" udah ketemuan.. " tanya si istri.
" belum.. " kata si cewek.
" gua kasih tau, dia cowok luh udah punya istri juga anak, apa luh masih mau.? " kata si istri.
" nggak mbak ,saya nggak mau, nanti saya blokir nomor si masnya.. " katanya.
" bagus kalau gitu.. " jawab nya.
setelah telpon terputus si istri minta penjelasan atas sikapnya, namun diluar dugaan hanya caci maki didapatkan, miris.
bahkan sang mertua pun ikut menyudutkan.
__ADS_1
"