
Sedari kecil aku adalah orang yang lemah dan tidak memiliki teman sekalipun. Hidupku hanyalah ada kehampaan dan kekosongan yang berada di dalamnya. Saat itu aku berpikir 'Untuk apa aku hidup?' dan 'Kenapa tidak ada yang peduli kepadaku sedikitpun?' Waktu itu orang tuaku bertengkar. Aku hanya bisa bersembunyi di bawah mejaku sambil mendengar dan melihat bayangan yang berada di balik ruangan sebelah. Dari bayangan itu aku melihat Ibuku menampar ayahku.
Pada waktu itu aku tidak bisa berbuat apapun. Aku tidak berani untuk keluar dari meja karena aku takut kehadiranku hanya akan menambah masalah. Setelah itu ibuku pergi dengan membawa koper dan meninggalkan kami berdua. Setelah ibuku pergi, Ayahku menghampiriku dengan wajah yang tersenyum. Wajahnya membuatku belajar bahwa dibalik wajahnya yang tersenyum itu, terdapat luka yang sangat mendalam di hatinya.
Terlarut ke dalam ingatan masa lalu itu, luka yang sangat mendalam itu selalu menghantuiku sampai saat ini.
"Nii-chan"
Tangan. Sebuah tangan baru saja menepuk pundak ku.
"Onii-Chan, kenapa kau melamun? apakah kau sakit?"
"Heii...!" Kirino menggoyangkan pundakku dengan kedua tangannya. Aku kembali mendapatkan kesadaranku.
Aku kembali tersenyum.
"Ya, aku baik-baik saja."
Kirino kembali menatap wajahku dengan tatapan curiga, lalu berkata.
"Apakah benar baik-baik saja?"
__ADS_1
"Ya, aku saat ini baik-baik saja, tidak perlu untuk mencemaskanku."
Kirino melepaskan tatapan itu lalu berkata.
"Yasudahlah..."
Beberapa menit kemudian.
Ini adalah piring yang terakhir.
"Berikan kepadaku."
Memberikan piring itu kepada adikku, dia mulai membilasnya dengan air bersih. Menghilangkan busa dan noda, lalu setelah itu mengelapnya dengan kain, lalu menaruhnya di rak piring yang berada di sampingnya.
"Onii-Chan, semua piring sudah bersih, kamu bisa kembali ke atas sekarang."
"Ya, terimakasih atas kerja kerasnya"
"Selamat malam Kirino, aku kembali ke atas terlebih dahulu."
"Oke."
__ADS_1
Kembali ke atas, yaitu kamarku. Saat ini aku duduk di atas kasur tempat tidurku.
Saat ini aku sedang Memeriksa sistem yang berada di depanku. Waktu di jam dinding di dalam kamarku menunjukan pukul 23:15 yang dimana waktu telah berlalu, sebentar lagi akan tengah malam.
Aku berjalan ke arah depan dan membuka tirai hordeng yang berada di depanku, dan duduk di balkon yang berada di luar kamarku. Melihat pemandangan langit malam yang begitu indah dengan bintang-bintang yang bersinar menyinari planet ini.
"Namaku yang sekarang adalah Kazuto bukanlah Asgard."
Melihat ke arah depan, aku teringat dengan masa depanku. Sesuatu, bukan. Ya, jalan cerita ini akan kuubah dengan tanganku. Kejadian yang buruk yang selalu menimpaku selama ini, saat ini aku akan mengubahnya sesuai dengan prediksiku.
"Aku adalah diriku, Asgard adalah Asgard"
Dengan kekuatan ini pasti.... Pasti aku bisa mengubah masa depan dunia ini. Sekarang aku bisa bebas melakukan apapun yang aku inginkan, dan yang berani mengahalangiku.....
"Siapapun yang berani menghalangi jalanku, akan ku bunuh!"
Halo semuanya~~ Mohon maaf, jika ada keterlamabatan update. Kalian bisa Dukung cerita Sistem Penguasa Dunia Lain dengan cara:
...Like 👍...
...Komen 🗨️...
__ADS_1
...Dan jangan lupa klik Favorit ❤️ biar ga ketinggalan update...
Respon kalian sangat terbantu sekali. Sekiranya ada yang sudah membaca sampai chapter ini, mohon memberi dukungan Dengan cara like atau comment agar author semangat membuat chapter lanjutannya🙏🙏