Sistem Admin Penguasa Dunia Lain

Sistem Admin Penguasa Dunia Lain
Chapter 5 Mengambil Sebuah Kesempatan


__ADS_3

Dan juga, Maura memang sengaja mengikat tiga benang pernikahan di lengan lelaki itu. Memang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengikat-nya, tetapi itu sepadan.


Jika lelaki itu orang biasa, menggunakan cara mengikat hatinya dengan cara biasa pasti itu adalah hal yang sangat mudah bagi kakaknya.


Saat ini Wajah Maura memerah, dengan ekspresi malu-malunya.


"Tapi'kan, Onee-Chan, Bu-bukannya jika ingin melakukan hal itu harus saling mengenal terlebih dahulu?..."


Sekarang ini isi dari kepala Maura adalah pikiran kotor yang memenuhinya, akibat dari racun yang di berikan oleh kakaknya.


"Dan juga.... Bu-Bukannya ini masih terlalu cepat untuk melakukan hal yang seperti itu?"


Mendengar perkataan adiknya, Asura menjawabnya dengan nada yang meyakinkan.


"Tidak apa - apa Maura, bukankah itu bagus? Lebih cepat akan lebih baik."


Memasang tampang malu, Maura saat ini tidak bisa berfikir apa-apa lagi selain pikiran kotor yang berada di dalam otaknya.


Maura saat ini sedang membayangkan dirinya melakukan hal kotor dengan lelaki itu.


- Eh, melakukan itu? Jika kedua pasangan melakukan hal itu, apakah itulah penyebab munculnya bayi?


- Seorang anak, apakah aku akan menjadi seorang ibu?


Maura memasang tampang malu


"...."


"....Tapikan,et-to--"


Mendengar perkataan Maura yang masih blak-blakan begitu, Asura memotong pembicaraannya.


"Tidak ada kata tapi-tapi, lihatlah bagaimana cara Onee-chan melakukannya."


Dengan rasa percaya diri, Asura membanggakan kehebatan dirinya.

__ADS_1


".... Begini-begini aku sudah berpengalaman loh..."


Dengan bangganya Asura mengatakan hal yang memalukan kepada adiknya.


Sebenarnya Asura sudah mengetahui langkah yang diambil dirinya sendiri. Ya, dia hanya ingin mengambil semuanya untuk dirinya sendiri, terdapat niat terselubung di baliknya.


Maura sama sekali tidak menyadari kalau kakaknya sendiri adalah orang yang memiliki wajah bermuka dua, dia akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan lelaki itu. Apapun caranya, bahkan jika dengan cara kotorpun, dia akan melakukannya untuk menaklukan hati lelaki itu.


Kembali melihat lelaki itu, kedua kaki Asura berjalan melangkah menuju tempat tidur lelaki itu. Menaiki atas kasur, dan duduk di atas kaki lelaki itu.


Tangannya gemetaran, jantungnya berdetak dengan kencang, Asura berfokus melihat ke arah celana lelaki itu.


{Emm... Menurut buku yang aku baca, pertama tama adalah membuka celananya}


Asura pernah sesekali membaca sebuah buku di ruangan kantor ibunya, tidak menyangka jika buku cabul seperti itu akan berguna di saat yang seperti ini.


'Gluukk' suara menelan ludah.


{Apakah sepeti ini ya?}


Tangan Asura bergerak menuju celana dari


{Tidak apa-apa, tidak apa-apa... Walaupun aku baru pertama kali melakukan hal yang memalukan seperti ini... Tapi aku merasa ini memang sangat memalukan sekali!...}


Benar sekali. Dirinya memanglah Gadis perawan, tidak pernah melakukan hal mesum dengan lelaki manapun. Asura hanya ingin menyombongkan kebohongannya kepada kedua saudarinya, agar dirinya menjadi kakak yang hebat bagi kedua adiknya.


Wajah Asura memerah, merasakan malu dengan keringat dingin di pipinya.


Kedua tangan Asura meraih celana lelaki itu.


{Sedikit lagi aku bisa mencapainya, tinggal sedikit lagi, aku pasti bisa}


Sedangkan itu Maura yang masih berdiri di belakangnya merasakan hal aneh dengan kakaknya.


- Ada yang aneh... Ada apa dengan Asura Onee-San? Wajahnya memerah.

__ADS_1


Melihat wajah kakaknya yang memerah itu, Maura mencoba menanyainya.


"Ada apa denganmu Onee-chan? Wajahmu terlihat memerah? "


Terkejut dengan perkataan adiknya yang tiba-tiba, Asura menarik kembali tangannya.


"Ti-tidak ada apa-apa, tidak ada masalah. Maura, lihatlah dengan kedua matamu bagaimana cara Onee-chan mengatasi seorang pria."


"Ba-baik!"


Maura menutupi kembali kedua matanya  dengan kedua tangannya, walaupun masih ada rongga ruang yang bisa dilihat.


Kedua tangan Asura kembali meraih celana lelaki itu. Sedikit demi sedikit jarak antara keduanya semakin mendekat. Dengan gemetaran, Kedua tangan Asura berhasil mencapai celana dari lelaki tersebut.


{~Yoosha... Akhirnya aku berhasil juga mencapainya. Lalu habis itu tinggal membuka celananya}


{Tapi.... Dia tidak akan bangun kan jika aku membuka celananya?}


*Doki-Doki*


Jantungnya berdetak dengan kencang, dan semakin kencang.


{ Mengapa jantungku merasa deg - degan yah}


Masih memegang celana lelaki tersebut, Asura mempelorotinya sedikit demi sedikit.


Dengan pipi yang memerah, pikirannya menjadi ngawur kemana mana, kepalanya bergoyang tak fokus ke segala arah.


{Tinggal sedikit lagi aku bisa melihat jagungnya, tinggal se..dikit la..gi---}


*Brukkk...!*


"ONEE-CHAN!"


Melihat kakaknya yang sedang pingsan itu, Maura segera pergi menuju tempatnya.

__ADS_1


Sedangkan Asura yang saat ini pingsan, terjatuh dan terbentur bertepatan dengan kepala lelaki yang sedang tertidur itu.


Akibat dari benturan itu, secara tidak sengaja lelaki tersebut terbangun dan membuka kedua matanya.


__ADS_2