Sistem Menjadi Yang Terkaya

Sistem Menjadi Yang Terkaya
Bab 1 Dapatkan Hadiah Masuk Setiap Hari


__ADS_3

Kota Zamrud...


Di sebuah restoran...


Hamz tersenyum...


Hamz dengan hati hati mengeluarkan Hpnya di sakunya...


Dia mengoceh. " Lia, selamat ulang tahun ya!"


Lia Putri yang duduk di seberang hamz melirik hpnya yang seharga kurang dari 1000 dolar. dia berkata dengan ekspresi menghina.


" Betapa murahnya hp itu, hanya pecundang yang akan menggunakan itu. Hamz, dengar, aku mencampakkanmu.


Kata kata itu membuat hamz tercengang. oleh sesaat.


Pikirannya menjadi kosong.


Dia tidak percaya gadis yang di depannya ini. adalah gadis yang sudah berpacaran 3 tahun dengannya.


Sebagai seorang anak tunggal dari kota kecil, hamz bukan dari keluarga kaya.


Dia menabung 2 bulan untuk membeli ponsel ini.


Tapi di luar dugaan...


Lia, kamu bercandakan?


"Aku tidak bercanda. Hamz, lihatlah dirimu sendiri, kamu hanyalah pecundang, siapa yang akan menyukaimu?"


" Tidak, Lia kamu berbohong. Ini tidak seperti yang kamu katakan, beberapa tahun yang lalu. "


Tiba tiba, Lia sedikit kesal.


" Apa kamu mengenali gelang ini? ini adalah gelang giok yang seharga 10.000 dolar. Apa kamu sanggup untuk membelinya?"


" Ya sudah. Karena kamu sudah mengambil keputusan, aku harap kamu tidak menyesalinya."


" Menyesal, jangan konyol. Bagaimana ini mungkin."


" Kemudian seorang pemuda keluar dari mobil bmw putih dan membawa seikat bunga di tangannya."


"Baiklah, pacarku yang baru sudah menungguku."


Setelah itu, Hamz mulai geli di lubuk hatinya. Anehnya dia bukan marah tapi geli.


Bagaimana bisa dulu dia jatuh cinta dengan wanita seperti itu. Ia menggeleng kepalanya tak berdata dan duduk diam.


" Sistem hadiah masuk aktif! "


Mendengarnya, Hamz tercengang.


" Sistem?"


" Iya. Tuan Hamz! "


" Lalu apa? "


Hamz duduk dan berkata dengan tenang.


" Kamu bisa masuk dan mendapatkan hadiah setiap hari. "


" Benarkah?"


Seketika, mata Hamz berbinar.


" Hadiah masuk hari ini sudah siap."


" Ok. aku masuk. "


Setelah dia mengatakan itu, suara sistem yang tajam terdengar.


[ Selamat, Tuan Hamz. Kamu telah berhasil masuk. ]


[ Barang yang di peroleh : Hak milik Permanen Golden Commercial Street ]


Mendengarnya, Hamz hampir saja tersedak air di mulutnya.

__ADS_1


Jalan komersial emas!


Ini adalah salah satu jalan mewah yang ada di kota ini.


Ada gedung perkantoran dan pertokoan di sana.


Selain itu sewanya termasuk dalam sepuluh besar di kota ini.


Sewa lantai lebih dari 2000 dolar perbulan.


Hamz merasa tenggorakannya kering lagi.


" Jadi orang miskin tiba tiba menjadi orang kaya.... "


Setelah itu ,Hamz menyadari masalah.


" Apa kita akan bermasalah dengan itu? Apakah seseorang akan menyelidiki aset aku karena aku memiliki jalan komersial seperti itu? "


" Tuan Hamz, yakinlah. Ini semua aset kamu legal, Apalagi profil kamu sangat private dan aman. Tidak ada yang dapat mengetahui. "


Mendengar itu, Hamz merasa napas lega.


Tepat pada saat ini, Ponsel Hamz mendapat telepon.


" Halo. "


" Halo, Apakah kamu Tuan Hamz? "


" Iya, Siapa yang berbicara? "


" Tuan Hamz, Aku manager properti Golden Commercial Street. Namaku Ayu Agawijaya. "


" Kamu harus menyelesaikan dokumen prosedur pemindahan hak milik dan menagih uang sewa musim ini. Apakah kamu tersedia sekarang. "


" Baiklah, Aku akan kesana. Dengan itu Hamz menutup telepon. Kemudian dia memanggil taksi untuk menuju Jalan gedung emas.


...


Di sisi lain, Anton mengelap keringat dingin di dahinya.


Gumamnya. Ya tuhan, Siapa bos baru?


Saat Ayu bergumam, ia sedang mempersiapkan bahan bahannya.


...


Hamz segera tiba di jalan komersial.


Dari jauh, Hamz melihat Gedung Emas, yang tingginya lebih dari 1.600 kaki, berdiri di tengah Golden Commercial Street.


Gedung emas adalah landmark di kota ini.


Elite dan kerah putih semua bekerja di sini. Sekali itu ini adalah tempat impian Hamz.


Bagaimanapun, ini adalah gedung perkantoran teratas di kota.


Apalagi memiliki area kantor super.


Hamz berjalan menuju Gedung Emas.


Berdiri di depan pintu, dia menata-p penjaga keamanan yang mendominasi.


Hamz mengeluarkan ponselnya dan hendak menelpon Ayu. Karena dia tidak mempunyai kartu untuk mengakses gedung ini.


Tiba tiba, sosok yang tidak asing muncul di pandangan Hamz.


Melihatnya, Hamz mengangkat alisnya. Kebetulan sekali melihat mereka yaitu Lia dan kekasihnya yang baru.


Lalu Lia mengerutkan alisnya, dan mengatakan kenapa kamu mengikutiku kesini, kita sudah putus!.


Berbalik dan melirik Lia, Hamz mengerutkan keningnya.


Kenapa wanita ini mengira aku mengikutinya?.


Karena Hamz sudah tidak memiliki perasaan terhadapnya sedikitpun, lagi pula dia juga tidak sama sekali menyukai wanita yang sia sia ini.


Mendengar bentakan Lia, semua orang yang ada di gedung itu menatap wajah Hamz dan membawa jejak keanehan.

__ADS_1


Hamz memperhatikan tatapan mereka dan mengerutkan keningnya, namun ketika Hamz ingin mengatakan sesuatu.


Pemuda yang bersama Lia berkata.


" Kamu mantan pacar Lia, kan? Biarkan aku mengenalkan diri. Aku Anton Brawijaya. Keluargaku memiliki Teknologi Sejahterah di Gedung Emas. Boleh aku bertanya apa pekerjaanmu? "


Mata Anton penuh ejekan.


Karena dia mengetahui dari Lia, bahwa Hamz baru saja kehilangan pekerjaannya tiga hari yang lalu.


Sekarang, Hamz adalah pengangguran.


Lia yang mengejek langsung berkata.


Anton, Jangan mengejeknya. Dia kehilangan pekerjaan tiga hari yang lalu.


Lia mengejek Hamz.


Setelah mendengarkan percakapannya, semua orang yang lewat melihat Hamz dengan tatapan sarkastik.


Bagaimana ini tempat yang di penuhi dengan para elite.


Tapi sekarang, Hamz muncul di sini dengan pakaian yang seadanya.


Di mata mereka, Hamz benar benar di pandang pecundang.


" Lihat dia, dia berpakaian seadanya dan masuk di gedung emas. "


" Pantas saja dia putus dengan pacarnya. "


Dalam sekejap orang orang bergosip. Hamz melirik dua orang yang di depannya, menatapnya acuh tak acuh.


" Dia menggelengkan kepalanya dan berkata. " Lia, Jangan menyanjung dirimu sendiri. Aku mengikutimu? Apakah aku serius?. "


" Kamu! "


Hamz tersenyum setengah dan melihat Anton yang memiliki Eye-Shadow.


" Bro, bolehkah aku bertanya apa jenis Eye-Shadow yang kamu gunakan? Apakah ini semacam spesial?


Mendengar kata kata Hamz, Anton sangat marah, dan ekspresinya berubah suram.


" Bung, Kamu mempertaruhkan nyawamu!. "


Orang orang yang lewat memasang ekspresi aneh lagi.


Lensa mata Anton memang terlalu mencolok.


Ekspresi Anton menjadi jelek. Lalu dia menoleh ke petugas keamanan dan berkata.


" Keamanan! Orang ini membuat masalah disini. Jika dia berani masuk tendang pantatnya! "


Seketika, Dua satpam itu menatap Hamz dengan tatapan agresif.


Melihat pemandangan ini Hamz cuma bisa bernapas, lalu dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon Ayu.


" Tuan Hamz, kamu di sini? "


" Iya, Aku disini. Hanya saja seorang pemuda menyuruh petugas keamanan untuk menendang pantatku jika aku masuk."


Mendengar kata Hamz, Ayu berkeringan dingin. Ia bernapas dalam dalam dan mengatakan.


" Siapa yang berani mengatakan seperti itu! "


Kemudian, Ayu menyadari bahwa itu masalah yang serius.


" Tuan Hamz, beri saya waktu 1 menit untuk kesana. Aku akan segera menjemputmu."


Setelah dia menutup telepon, Judi berkata dengan jijik.


" Hamz, hentikan. Aku tidak tahu bahwa kamu bisa menyombongkan diri! "


Apakah kamu bercanda 1 menit? Kamu terdengar seperti Presiden di Gedung Emas ini.


Sebaliknya, Hamz hanya melirik Lia dengan dingin tanpa mengucapkan kata.


Anton mencibir dan mengeluarkan tiga lembar uang kertas. Dia melemparkan uang kertas itu ke penjaga keamanan dan berkata.

__ADS_1


" Ingat, Jika pria ini masuk. Jangan lupa untuk menendang pantatnya! "


__ADS_2