
Kabupaten Chutian...
Seperti namanya, luas kota ini setara dengan Prefektur di ibukota.
Bangunan-bangunan tinggi menjulang dengan lampu-lampu cerah menghiasi kota ini.
Jalanan-jalanan apung dan besar memenuhi seluruh kota, para penduduk lalu lalang kesana kemari, tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Di langit-langit kota, banyak kendaraan apung melintas. Mereka menyebutnya sebagai Mobil Angkasa atau Space Ships. Selain memiliki model yang unik dan bervariasi, kendaraan ini sangat cepat, bahkan lebih cepat dari angin. Dan jumlahnya tak terhitung. Itu ada dimana-mana.
Kemudian di kejauhan, medan datar seluas 5 lapangan sepak bola sedang dipenuhi oleh keramaian, itulah alun-alun kota. Tempat dimana perayaan sedang berlangsung.
Meskipun sedang berantakan karena keramaian, keindahan alun-alun kota di Kabupaten Chutian tidak berubah sama sekali.
Di ujung kiri ada waduk cantik seluas 100 meter, yang dipenuhi ikan koi yang berwarna-warni. Pengunjung dapat bermain dengannya kapanpun mereka mau, asalkan tidak merusak atau mencemari waduk tersebut.
Di ujung yang lain, patung naga yang dikendarai wanita bertombak berdiri kokoh. Tingginya sekitar 25 kaki, dan aura yang tak dapat dijelaskan seolah-olah mengelilingi patung tersebut terpancar darinya, membawa kesan dominasi yang tak terlukiskan.
Sementara itu, ada Fun Fair di ujung kanan. Banyak anak-anak dan pasangan romantis bermain disini. Setiap wajah dan ekspresi mereka menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan. Selain wahana, anda juga dapat menikmati beberapa pesulap hebat, dan beberapa pembudidaya menggunakan keterampilannya yang keren untuk membuat pertunjukan luar biasa.
Berbagai permainan di sediakan kios-kios. Beberapa menangis karena kalah, beberapa sangat senang karena menang, dan beberapa sangat marah karena kalah. Bahkan, ada yang berkelahi karena kebencian antara pembeli dan penjual. Anda dapat menemukan semua ekspresi di tempat ini.
Baik kiri atau kanan, seluruh emosi orang-orang memenuhi alun-alun.
Satu-satunya wilayah paling tenang ada di tengah alun-alun. Disinilah panggung besar perayaan yang sebenarnya. Banyak pekerja mempersiapkan perayaan dengan hati-hati, menempatkan banyak dekorasi cantik di sekeliling panggung seindah mungkin. Dan tidak ada yang berani membuat keributan selagi persiapan. Semua orang lebih memilih bersenang-senang terlebih dahulu daripada tidak melakukan apapun.
Lagipula, menunggu hanya akan sangat membosankan.
Sementara semua orang bermain-main, ribuan meja tamu sudah selesai di susun rapi. Hidangan-hidangan mewah dan enak di tempatkan di atas meja, tidak lupa dengan vas bunga merah cantik sebagai dekorasi.
Meja depan hanya untuk VIP, anda dapat memilih meja personal maupun non personal. Meja VIP ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki status dan uang. Adapun orang biasa, mereka hanya bisa menonton di belakangnya.
Setelah semua persiapan selesai, panitia acara mengumumkan bahwa perayaan akan segera dimulai.
Semua orang segera berebut meja, yang tidak kebagian tidak punya pilihan selain menonton di atas tanah, atau berbagi meja dengan tamu lain. Namun, beberapa orang yang memiliki otak smart memilih menonton dari ketinggian.
Ada yang menggunakan kamera tertentu, ada yang menggunakan drone, ada yang menggunakan Qi untuk terbang di udara, ada yang menggunakan alat bantu seperti teropong, bahkan ada juga yang menggunakan Space Ships agar mendapatkan pemandangan yang lebih bagus. Intinya, setiap orang yang tidak mendapat meja atau kursi punya cara masing-masing untuk mengatasi masalah ini.
__ADS_1
Begitu persiapan selesai, acara pun di mulai...
***
"Apa yang terjadi?"
Jauh di belakang penonton, seorang pemuda kusut berambut hitam panjang melihat kerumunan dengan bingung.
"Ulang tahun Yang Mulia akan dimulai... Saya tidak sabar menantikannya! " Perempuan cantik di sampingnya tersenyum bersemangat saat dia berkata.
"Begitukah? ..." Pria itu mengangguk dengan acuh tak acuh.
Siapa 'Yang Mulia' ini?
Melihat semua kerumunan tersebut, dia pasti sosok yang luar biasa. Meski begitu dia sama sekali tidak tertarik.
"Apakah Master tidak tahu? Ulang tahun Raja Surgawi merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah. Masing-masing Raja Surgawi memiliki hari ulang tahunnya sendiri. Dan ulang tahun Yang Mulia Mu Qingqian diadakan setiap 3000 tahun! Menurut legenda, Yang Mulia mencapai Alam Kekacauan pada usia 18 tahun, lalu naik menjadi Abadi pada usia 100 tahun, kemudian mendapatkan gelarnya pada usia 1000 tahun! Bukankah itu luar biasa? Rekor ini... Bahkan lebih cepat dari para Raja Surgawi pendahulu! Artinya, tidak dapat dipungkiri bahwa dia benar-benar seorang jenius yang disukai Surga!" Katanya dengan ekspresi antusias.
Kenapa gadis ini begitu bersemangat ketika membicarakan orang itu?
Long Chen, sebagai gurunya, merasa sangat tidak puas.
Meskipun bakat Mu Qingqian tidak buruk, dia harus mengakui bahwa orang ini sedikit luar biasa. Mencapai Alam Kekacauan pada usia 18, bakat seperti ini sangat di cari, terutama di era kuno sebelum 10 Kaisar.
Skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah, dengan bakat seperti itu, para dewa akan berebut bakat ini kemudian menimbulkan perang, mungkin dirinya di masa lalu juga akan ikut tanpa terkecuali!
Tapi sekarang, jadi apa? Bahkan jika bakat Mu Qingqian tak tertandingi, pada akhirnya memiliki batas untuk berkembang. Terutama ketika mencapai Tao, bakat sama sekali tidak penting. Kultivasi yang sesungguhnya hanya mengandalkan hati sebagai fondasi utama.
Selama anda memiliki hati dan pikiran yang kuat, hanya dengan cara inilah pembudidaya dapat menerobos rintangan tanpa masalah.
Berbakat?
Di mata Long Chen, dibandingkan dengan makhluk-makhluk hebat di Langit Berbintang, Mu Qingqian jauh dari kata berbakat itu sendiri!
"Oh ya, Master. Apa pendapat anda tentang Yang Mulia?" Wu Lingxiao bertanya dengan mata berbinar.
Dia menduga bahwa Long Chen mungkin merupakan seorang master tersembunyi yang telah tidur selama puluhan ribu tahun. Jika dia tidak tahu apa-apa selama masa tersebut, itu dapat dimaklumi.
__ADS_1
Sebagai penggemar berat Mu Qingqian, Wu Lingxiao merasa bahwa dia harus memberitahu betapa luar biasanya Raja Surgawi ini.
"Kamu salah paham." Kata Long Chen dingin.
Wu Lingxiao tidak mengharapkan reaksi acuh tak acuh itu. Ini berbeda dari yang dia direncanakan!
Long Chen tampaknya memahami pikiran Wu Lingxiao, jadi dia pun menjawab dengan santai, "Aku pergi ke kota ini untuk merekrut beberapa murid. Memangnya untuk apa aku repot-repot datang kesini jika bukan karena itu?"
"Ah?" Wu Lingxiao sedikit terkejut.
Long Chen menggunakan sistem dan pikiran mahakuasanya untuk mendapat berbagai informasi, bahkan seekor lalat pun tidak bisa lepas dari pengawasannya. Dari mulut ke mulut orang-orang di sekitarnya, ternyata acara ini juga bukan sekedar perayaan ulang tahun. Ada berbagai permainan menarik yang siap menghibur penonton.
Di suatu tempat, seorang master tua yang sibuk bermain catur dengan lawannya mengatakan bahwa Festival Lentera akan diadakan dini hari nanti, sedangkan pada tengah hari, semua sastrawan dan bakat di sekitarnya akan datang untuk menghadiri perlombaan puisi untuk mendapatkan hadiah kejutan. Kemudian saat matahari terbenam, acara utamanya akan di mulai.
Ini adalah beberapa informasi yang dia dapatkan. Sisanya hanya informasi konyol yang tidak penting.
"Aku pikir akan ada banyak anak muda berbakat di antara mereka. Aku datang kesini untuk menemukan orang yang tepat!"
Long Chen melanjutkan dengan sungguh-sungguh:
"Terlebih lagi, bahkan jika kita tidak dapat menemukan murid yang memiliki kesempatan kultivasi keabadian, kita dapat mengikuti permainan mereka dengan beberapa puisi pada waktu itu dan memenangkan peringkat pertama dari para sarjana berbakat, yang pasti akan menjadi terkenal. Dalam hal ketenaran, beberapa murid akan datang untuk bergabung dengan sendirinya pada kami."
Ini untuk pengembangan sekte!
Ini bukan untuk melihat ratu bunga yang cantik!
Mendengar pidato itu, Wu Lingxiao mengangguk sambil berpikir, lalu berkata dengan kekaguman, "Murid ini bodoh karena tidak dapat mengikuti pikiran jenius Kepala, saya pribadi sangat malu!"
Dia ingin berlutut tapi dihentikan oleh Long Chen, "Apa yang kamu lakukan?"
Hisss!
Long Chen entah bagaimana merasakan hawa dingin di sekitarnya, tatapan tajam semua orang tertuju pada duo itu. Long Chen terdiam karena beberapa alasan, karena kejadian memalukan ini, dia memilih untuk menutup indra pendengarannya dan mengabaikan semua perhatian.
.....
LIKE, KOMEN, SHARE, FAV, UPVOTE BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT. SAMPAI JUMPA DI CHAPTER SELANJUTNYA!
__ADS_1