
**jangan lupa like, vote dan beri dukungan guys agar author bisa lanjut.
terima kasih**
(○•○)
...****************...
Luo zheng yang telah pergi dari paviliun naga merah, ingin berkeliling kota.
Kini luo zheng berkeliling kota setelah mengganti pakaiannya. Ia memilih mengganti pakaian karena sesaat keluar dari paviliun naga merah ada dua orang mengikutinya.
" sepertinya dua orang tadi suruhan dari orang tua itu. Masih terlalu cepat dua ribu tahun untuk mengikutiku " gumam luo zheng.
Luo zheng yang telah kembali ke penginapan dan merabahkan diri di atas tempat tidur nya, " pelelangan masih empat hari lagi, apa yang akan ku lakukan untuk mengisi waktu." Gumam luo zheng sambil menatap langit langit kamar.
☆☆☆
Di salah satu ruangan paviliun naga merah, ada dua orang berjubah hitam yang tengah bersujud dengan satu kaki memberi hormat pada pria tua yang menatap meraka.
" salam penatua, kami kehilangan jejak orang itu " ucap salah satu pria berjubah hitam yang di kenal dengan nama malam sunyi.
" apa! Bagaimana bisa kalian kehilangan jejak nya! " ucap pria tua itu dengan nada kesal
" maaf penatua. Orang itu sangat cepat, saat tiba di tempat keramaian, tiba tiba orang itu menghilang " sahut pria berjubah hitam yang lain dengan tergesa gesa.
" benar penatua. Dan bukankah tidak bagus apabila kita mencari masalah dengan orang yang memiliki kultivasi pada ranah raja " ujar malam sunyi cemas
Pria tua yang mendengar ucapan malam sunyi terkekeh kecil dengan senyum licik yang bisa di lihat dari wajah nya, " hanya ranah raja bintang satu, ketua kita juga berada di ranah raja bahkan berada di bintang 3. Di tambah lagi dengan di belakang paviliun naga merah ada pria itu" ucap pria tua dengan nada mencemooh.
Kedua orang berjubah itu mengangguk dan tersenyum saat mengingat kekuatan yang ada di belakang paviliun naga merah. Karena kekuatan ini lah yang membuat paviliun naga merah terkenal dan tidak banyak yang mencari masalah.
Namun yang tidak di ketahui mereka adalah bahkan jika ada ribuan orang yang memiliki kultivasi seperti pedukung paviliun naga merah, luo zheng hanya memerlukan sedikit usaha untuk menghabisi mereka semua.
☆☆☆
2 hari kemudian...
Sama seperti hari hari sebelumnya, luo zheng hanya berada di kamarnya, berkultivasi, makan, tidur, jalan jalan, membunuh binatang buas dan kemudian menjualnya.
Dalam 2 hari luo zheng telah menaikan ranah nya ke pertapa bintang satu
" status "
[Nama : luo zheng ]
[ umur : 17 tahun ]
[Gelar : pemilik system terkuat ]
[Kultivasi : ranah pertapa bintang 1 ( 67310000/100.000.000 ]
[ tubuh : • tubuh dewa naga 3% ....
• tubuh abadi
•tubuh istemewa
[Teknik budidaya : budidaya pelahap semesta
Teknik pernafasan ( kuno ) ]
[Job : ◇◇ ]
[Skill : • pedang penghancur
__ADS_1
• Pelindung bayangan ]
[Point system : 15.375.000 ps ]
[Point pemahaman : 7.500.000]
[Toko : >> ]
[Penyimpana : black sword mountain ( langit tingkat tinggi) >> ]
" hmm.. ranah ku naik lagi " gumam luo zheng
Luo zheng yang sedang melamun berkata " seandainya ada handphone " ucap luo zheng sambil menatap langit langit kamar.
Luo zheng menggelengkan kepala nya menghilangkan pikiran konyol nya, ia bangkit dari tidurnya dan duduk mengambil beberapa pil energi Qi guna membantu nya untuk menerobos walaupun itu cukup sulit karna pengalaman yang di butuhkan nya sangat lah banyak.
Seperti namanya, pil energi Qi adalah pil dengan Qi yang berlimpah. Biasa nya pembudidaya yang masih berada di ranah fana akan menggunakan pil ini untuk menerobos ranah selanjutnya saat mendapatkn kemacetan dalam kuktivasi, keefektifitas nya pun beragam tergantung tingkat dan level pil nya.
2 hari kemudian...
Hari pelelangan telah tiba, banyak orang orang berdatangan dari segala tempat. Dijalan utama juga sudah mulai padat oleh kereta kereta kuda mewah dengan berbagai ukuran berjalan mengarah ke gedung tinggi dengan enam lantai.
Para kultivator liar, keluarga besar maupun sekte ternama menghadiri pelelangan untuk membeli barang barang berharga, terutama mereka semua sangat menginginkan tiga senjata spiritual tingkat tinggi yang beritanya telah disebarkan sebelumnya.
☆☆☆
Luo zheng bangkit dari tempat tidurnya dan mengubah penampilannya kembali seperti sebelumnya, ia berjalan keluar penginapan menuju paviliun naga merah.
Tak berselang lama...
Kini luo zheng sudah tepat berada di depan bangunan tinggi, ia mengeluarkan plat kayu yang telah di berikan su Qian yang membuatnya dapat dengan lancar masuk tanpa halangan untuk mengikuti pelelangan.
Wanita muda yang cantik dengan rambut sebahu menghampiri luo zheng, " tuan silahkan ikuti saya ke ruang VIP " ucap wanita muda tersenyum lembut.
Luo zheng hanya mengangguk kecil sebagai batasan dan mengikuti wanita muda ke bilik ruangan.
Tok... tok... tok..
Ketukan pintu dari luar ruangan bisa terdengar, luo zheng menoleh ke arah pintu ruangan, " masuk " ucap luo zheng dengan nada sedang.
Krekkk....
Pintu terbuka, bisa terlihat wanita muda yang mengantar luo zheng tadi datang kembali dengan membawa papan berwarna hitam yang di ujungnya terikat tali, " ini tuan " ucap wanita muda menghampiri luo zheng dan menyerahkan papan hitam.
Luo zheng yang menerima papan berwarna hitam itu menatap bingung, " untuk apa? " tanya luo zheng menoleh ke arah wanita muda itu.
" tuan bisa menuliskan nama tuan pada papan ini kemudian di gantung di depan bilik ruangan " jelas wanita muda itu pada luo zheng
" apakah aku boleh menulis hal selain nama? " tanya luo zheng penasaran.
" tentu tuan, namun saya sarankan untuk menulis nama anda agar mudah disebut saat pelelangan " jelasnya wanita itu kembali.
Mendengar itu, luo zheng menuliskan kata pada papan hitam itu menggunakan energi Qi nya dan menyerahkan kembali papan hitam kepada pelayan wanita tersebut.
Pelayan wanita yang membaca tulisan menatap luo zheng dengan aneh, " apakah tuan yakin menuliskan ini? " tanyanya memperjelas.
" tentu " jawab luo zheng dengan singkat sambil mengangkat jari jempol nya.
" baiklah, kami akan menggantungkan papan nam tuan " ucap pelayan wanita itu sambil membungkuk hormat dan menuju pintu keluar.
☆☆☆
Di tengah tengah podium lelang ada seorang wanita cantik berdada besar dengan rambut kuning menguntai ke pinggang, ia melihat semua tempat duduk telah terisi dan ia mengetuk palu tanda di mulainya pelelangan.
Tok... tok.... tok....
__ADS_1
" saya su ling sebagai pembawa acara untuk pelelangan kali ini. Pelelangan kali ini di bagi menjadi beberapa sesi, sesi pertama dengn barang barang beharga di bawah 100 koin emas, sesi kedua untuk barang yang terbilang cukup langka, dan untuk sesi ketiga seperti yang telah kita semua ketahui ada tiga senjata spiritual tingkat tinggi " jelasnya dengan panjang lebar dan ditambah senyuman nya yang memawan.
Hooo... hoooo.... hoooo......
Teriakan teriakan terdengar pada seluruh ruangan
" su ling menikahlah dengan ku! " terdengar salah satu teriakan orang.
Su ling yang tidak begitu peduli pada teriakan tamu tersebut ia langsung memulai pelelangan sesi pertama dengan barang pertama juga.
" barang pertama yang akan di lelang adalah pil energi Qi pil spiritual tingkat tinggi dengan harga 500 koin perak, untuk setiap kenaikan tidak boleh kurang dari 50 koin perak " ucap su ling
" 550 koin perak " sahut pengunjung di tempat duduk di depan podium
" 600 koin perak " sahut yang lain.
" 650 "
" 800 "
" 1200 "
Penawaran terhenti saat harga telah mencapai harga 1200 koin perak atau setara dengan 12 koin emas. Palu pun di ketuk, " selamat kepada no.135 telah mendapatkan pil energi Qi spiritual tingkat tinggi dengan harga 1200 koin perak " ucapnya sambil menunjuk ke arah bangku pengunjung.
" barang selanjutnya silahkan dibawa masuk " ucap pembawa acara.
Dua pegawai pria membawa baty besar bewarna hitam ke tengah tengah podium, semua mata pengunjung tertuju pada benda tang akan di lelang dengan tatapan bingung.
" batu " ucap salah satu peserta lelang.
Su ling yang melihat semu pengunjung kebingungan membuka suaranya, " batu ini di temukan oleh kultivator liar di pegunungan, selain batunya yang sangat keras, pihak kami juga tidak mengetahui kegunaannya." ucapnya menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari pembawa acara itu, para peserta lelang di tambah bingung. Pasalnya kalai tidak berguna kenapa di lelang. terlintas di pikirian para peserta lelang tentang batu tidak berguna di depan mereka.
............
............
Su ling melihat pengunjung yang tidak ada menawar pun hanya menghela nafas panjang dengan pasrah, " sepertinya kali ini juga tidak laku " gumam nya.
" baiklah karna tidak ada yang menawar, mari kita lanjut kebarang selanj...~ " belum sempat menyelesaikan perkataan nya, ia di kejutkan oleh suara dari salah satu bilik ruangan.
☆☆☆
Di dalam ruangan VIP...
Luo zheng yang melihat batu besar terlihat tidak berguna, namun ia merasakan adanya kehidupan dari dalam natu itu. Terlebih lagi makluk itu memiliki aura yang kuat.
" 15 koin emas " ucap luo zheng dengan suara lantang.
Sontak seluruh peserta lelang kaget karena ada yang menawar barang yang tidak berguna itu, semua orang lantas meliha ke ruangan yang ada di tingkat dua.
Alangkah terkejutnya mereka semua saat melihat papan nama yang tergantung di depan ruangan itu.
" pria tua yang tampan, apa kau serius? " ucap salah satu peserta lelang.
" apakah orang gila itu menggunakan nama itu? " sahut yang lain
" terlebih lagi dia menawar batu tidak berguna dengan harga tinggi " ucap peserta lelang yang lain dengan nada sinis.
Luo zheng mengabaikan obrolan orang lain tentang dirinya dan menatap pembawa acar, " bisakah kau mengetuk palu nya " ucap luo zheng pelan namun bisa terdengar olej su ling
Su ling pun tersadar kembali dari keterkejutan nya dan mengetuk palu, " selamat kepada pria tu.. eee.... ruang no. 10 telah mendapatkan batu ini dengan harga 15 koin emas " ucapnya menoleh ke ruangan VIP luo zheng
☆Bersambung..
__ADS_1
untuk sementara author tidak upload dulu karena urusan pribadi dan juga karena kurang dukungan buat author