Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Pembalasan Pertama Asna


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, wajah Asna penuh dengan kecantikan yang mulus dan sangat sempurna. Kini Asna merasa dirinya harus bersabar, terlebih bekerja di kantor Irham, membuat Asna tidak sedikit membuat kesalahan, tapi percobaan dua pekan membuat ia belajar untuk menjadi sekertaris yang perfect dan tidak punya cela apalagi membuat kesalahan.


"Pagi bu, ini adalah data rekan klien yang ingin meminta bantuan kerjasama soal proyek. Pt itu adalah Nusa Sakti, sudah sejak lama baru di respon, mungkin ibu ingin melihatnya." ujar Laras ia adalah kepala admint.


"Nusa Sakti, seperti nya saya pernah dengar. Baiklah taruh saja berkasnya, saya akan periksa dan beri tahu bos Irham segera."


"Baik bu Hasna, permisi."


Asna Wijaya, kini berubah dengan panggilan Hasna Bahrain.


Terlebih wajah Asna kini sudah berubah cantik, tanpa cela dan meminjam nama keluarga Irham ketika ada Klien besar yang harus ia kalahkan, dengan kata lain masih family. Dan hal nama itulah yang membuat para klien berambisi ingin bekerja sama pada keluarga Bahrain, meski tanpa mereka tahu seperti apa wajahnya.


Ia pun segera menghubungi Irham, terkait pertemuan dirinya dengan PT. Nusa Sakti. Tidak sangka permohonan itu di tanda tangani ole Anita Sipuhan.


"Mari kita bertemu lagi, Mantan yang harus aku singkirkan!" senyum miring Asna, membuat matanya tak sabar untuk segera bertemu, sebab dari proposal terlihat mereka sedang membutuhkan kerja sama dan pastinya kekurangan suport Dana.


Asna pun setelah menghubungi Irham, ia segera membereskan pertemuan awal, dimana ia meminta Laras untuk menghubungi Klien Bernama Anita Sipuhan.


"Laras, pinta klien ini untuk datang 40 menit dari sekarang, jika tidak kita batalkan sepihak! Masih banyak rekan yang ingin meminta bantuan pada perusahaan Bahrain bukan?" ujar Asna, membuat Laras mengerti.


"Baik bu Hasna, segera saya hubungi."

__ADS_1


Asna segera bersiap, ia kembali ke ruangannya dan melihat cermin, jika dari arah samping kulit kikisan operasinya tak terlihat, dan perlu dua hingga tiga bulan untuk melepas kulit palsunya ini, sementara wajah yang ia lihat di cermin, tentu saja Anita, Arga tidak mampu mengenalinya meski dari jarak dekat sekalipun, apalagi perubahan Asna kali ini memakai pakaian super ketat layaknya sekertaris dan orang penting.


'Satu persatu, aku ingin melihat wajah kalian meminta maaf, entah dengan cara apa. Jadi tunggu saja permainan ku mas Arga, Anita dan mantan mama mertua terbaik ku.' lirih Asna, yang melihat sebuah tiga foto berjejer. Yang tak lain itu adalah foto Arga, Anita dan Febi.


Sementara di tempat lain, yakni di sebuah restoran bintang lima di New York. Hasna masih dengan santai dan sengaja untuk sampai di tempat yang sudah di reservasi oleh Laras. Sebab itulah Hasna berjalan dengan santai, meski sudah melewati 45 menit lebih, ia menuju meja nomor 17.


Dan saat itulah, ia mendengar ucapan wanita yang dari rambut belakangnya saja, dia adalah Anita yang sedang menelpon.


( Iya mas, mas tenang saja. Aku jauh jauh datang ke New York, karena sebuah bisnis yang sudah pasti menguntungkan. Perusahaan yang aku kenal, sudah banyak yang gol. Selangkah lagi kamu pasti jadi Ceo dua periode, karena kamu mampu membuat aset perusahaan berkembang pesat. ) ujar Anita yang sepertinya sedang bicara dengan Arga.


Tap ..


Tap ..


( Mas, nanti aku hubungi lagi perkembangannya ya! ) Anita menutup ponsel.


"Perkenalkan saya Nona Anita Sipuhan. Saya perwakilan dari PT NUSA SAKTI." lirihnya mengulurkan tangan, tapi tidak dengan Asna.


"Baik langsung saja ke intinya, saya adalah Hasna Bahrain. Jadi apa keperluan anda datang jauh jauh kemari?" tegasnya membuat Anita menurunkan tangan dan ikut duduk.


"Begini .. Kami di bidang property menawarkan kerja sama, setidaknya setelah semua bangunan berhasil dan semua kembali. Dana perusahaan kami akan membayar royalti sebesar 25 %. Saya sudah lima bulan menghubungi PT Bahrain tapi baru kali ini diberikan kesempatan, dan ketika kabarnya harus bertemu di Amerika, saya sudah satu pekan datang menginap di hotel untuk bertemu anda Nona Bos."

__ADS_1


"Hah .. Cukup menarik, baiklah semua pengajuan yang kamu berikan, akan saya seleksi. Setidaknya orang saya akan memberi kabar tercepat."


"Terimakasih saya berharap akan dapat bekerja sama dengan PERUSAHAAN SUKSES seperti keluarga anda Nona Bos. Saya begitu terharu karena bisa kesempatan bertemu hari ini."


"Sudah tahu peraturannya?" ujar Asna yang menatap tajam ke arah wajah Anita.


"Peraturan apa ya Nona Hasna?"


"Peraturan pertama, ketika proposal sudah ada di tangan saya, itu tanda anda setuju! Peraturan kedua ketika jangka waktu di tentukan perusahaan Nusa Sakti gagal pada pencapaian kesepakatan awal, maka perusahaan akan di akuisisi milik Perusahaan Bahrain, termasuk orang orang milik Nusa Sakti akan tergantikan dengan orang kami, sekaligus denda 2 % dari seluruh aset yang dikembangkan." jelas Hasna membuat mata Anita tak bisa berkedip.


"Hah .. Apa benar seperti itu?"


"Lihat pesan form yang di kirimkan sepekan lalu oleh orang saya, untuk apa anda datang kemari jika ingin batal. Maka saya kembalikan proposal ajukan kamu ini, dan pergi. Buang buang waktu saja." ujar Hasna yang langsung berdiri dan kesal.


"Tidak Nona Hasna, maaf jika saya lancang! Saya setuju dan saya tidak berniat untuk mundur." jelas Anita, membuat senyum miring Asna dimulai.


"Hm .. Tunggu saja kabar selanjutnya, saya masih banyak urusan yang penting, waktu adalah uang. Saya tidak suka berlama lama tanpa menghasilkan MONEY .." LIRIHNYA membuat Anita terdiam kaku, dan hormati.


Anita pun duduk, lalu ia melihat perjanjian proposal yang belum sempat ia baca seluruhnya.


'Astaga, aku harus bagaimana jelaskan pada mas Arga? Tapi jika aku kembali dengan gagal pertemuan ini, mas Arga pasti akan marah.' gerutu Anita kepusingan.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2