
Alex melihat ke sisi jendela taxsi yang di tumpangi nya, hujan turun sangat deras di luar sana, dia merapatkan jaket nya. Dia akan pulang ke rumah ibunya untuk mengambil beberapa baju ganti.
Sebenarnya dia tidak ingin pulang hanya saja dia rindu sekali pada Stevan,
Alex merogoh tasnya dan mengeluarkan ponselnya,dia mengetikan pesan dan mengirimkan ya pada lelaki yang saat ini sedang dia rindukan.
Tapi Stevan tidak membalas mungkin dia sedang di kamar mandi atau apakah dia belum kembali dari rumah sakit?
Alex mengetikan jari-jari tangan pada permukaan kaca. Lalu taksi berhenti di depan rumah sederhana dengan taman bunga yang sedikit luas, dia melihat lampu di kamar mom dan Hannah mati, mungkin Hannah belum kembali bekerja, dan mom masih asik di depan televisi biasanya seperti itu pikir Alex.
Dia memberikan beberapa lembar dolar pada supir yang terlihat sudah tua, dan melangkah memasuki halaman rumah, hujan semakin deras di luar, dia membuka pelan pintu depan, hanya ada suara televisi dan mom tidak berada di sana,
Alex berjalan masuk dia menyimpan jaketnya dan berjalan ke arah dapur.
Alex melihat sekeliling rumah ini berantakan sekali biasanya mom benci jika rumah berantakan. Apa mom sakit?
Tapi kenapa Hannah tidak memberitahunya
Alex berjalan menyusuri tangga dia membuka pintu kamar ibunya di sana hanya sepi, Alex tidak menemukan keberadaan ibunya di manapun,
Mungkin ibunya berada di rumah grandma beberapa blok dari rumah ini,
__ADS_1
Dia akan memasuki kamarnya ketika melewati kamar Hannah dia mendengar seseorang di dalam sana,
Entah apa yang membuatnya ingin membuka kamar kakaknya itu,
Alex membuka pintu,gelap menyelimuti penglihatanya tapi jelas sekali bayangan Hannah dan seseorang di sana. Di atas tempat tidurnya, alex terdiam sejenak dia menekan tombol lampu di sampingnya dan seketika Alex menutup mulut dengan kedua tanganya.
Sungguh dia adalah orang yang cuek dan tidak peka terhadap apapun,
Tapi sekarang air matanya menetes tanpa dia sadari.
2 orang yang berada di tempat tidur dengan peluh dan rambut yang berantakan mereka terkejut dengan kedatangan Alex,
Di depannya lelaki yang amat dia rindukan dan kakaknya Hannah sedang bercumbu,
Mereka terlihat saling menikmati,
Hanah terlihat menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut, sementara Stevan yang segera memakai celananya dan melangkah menuju Alexa, tapi alexa berjalan mundur,
Lex akan aku jelaskan ini stevan berbicara dengan memohon,
Tapi Alex tidak bisa menahan amarahnya,
__ADS_1
Dia mengepalkan tanganya kuat, wajahnya kaku,hingga dia berhenti di depan kamarnya membanting nya kuat.
Tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya,dia hanya menangis sesegukan di dalam kamar. Dia segera membenahi baju nya, dia tidak akan pernah kembali lagi kerumah ini. Begitu banyak kekecewaan yang terjadi di rumah ini,
Alex keluar dari kamar ketika selama satu jam dia menangis, matanya sembab.
Dia membawa tas nya dan akan keluar, ketika dia melihat Hannah dan Stevan duduk di ruang tamu, dengan sesekali *** tangan mereka,
Stevan terlihat mengacak rambutnya frustasi, dan Alex merasa dia tidak lagi mengenali Stevan yang dulu.
Lex kita harus bicarakan ini Hannah berdiri sambil terus berjalan mondar-mandir di depannya.
Sedangkan Stevan memperlihatkan wajah memelas nya, dia memohon, membuat Alex membenci situasi seperti ini,
no you need to explain. hopefully you guys are happy I'm gone
Alex berjalan keluar rumah dengan hujan yang semakin deras, dia tidak mengatakan apapun lagi selain bantingan keras pada pintu.hatinya hancur berkeping-keping
Bahkan saking hancurnya air matanya sudah tidak lagi keluar.
Tuhan selalu punya rencana, tapi kenapa harus Hannah yang menjadi penghancur hidupnya tidakkah dia puas mengahancurkannya selama ini, dia akan pergi dan menata kembali hatinya. Dia akan bekerja untuk memenuhi apa yang dia inginkan, keluarga bukan satu-satunya tempat nya kembali di dunia ini, dan Alex sudah merasakan itu jauh sebelum ini terjadi...
__ADS_1