
Xing Xing sedang asyik duduk sambil menonton televisi kesukaannya terlihat Xing Xing tertawa dengan bahagia.
Tak terasa Xing Xing akhirnya tertidur karena kelelahan.
Chenle yang keluar dari kamarnya untuk minum dimalam hari pun melihat televisi yang masih hidup dimana Xing Xing tertidur di depan televisi.
Chenle pun mendekati Xing Xing dan berusaha membangunkannya
“Xing Xing…Bangun…”
Xing Xing pun tidak bangun dari tidurnya malah dia terlihat seperti mengoceh dalam mimpinya
Yang membuat Chenle tersenyum
Chenle memandang wajah Xing Xing yang tanpa ia sadari Xing Xing tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik.
“Xing Xing….”Chenle berusaha membangunkan Xing xing
Tapi tangan Xing Xing malah memukul wajah Chenle dan ia pun terguling sehingga tubuh Chenle ditindih oleh Xing Xing.Dan tidak sengaja bibir mungil Xing Xing mencium pipi Chenle.
Yang membuat Chenle terkejut tapi ia tidak bisa mendorong Xing Xing yang sedang menimpa tubuhnya.
Dengan pelan pelan Chenle bangun dan mendorong tubuh Xing Xing.
Tubuh Xing Xing pun diletakan disamping chenle yang berusaha berdiri tapi lagi lagi Xing Xing meletakan kepalanya dileher Chenle.dan tidak sengaja bibir mungil Xing xing jatuh dileher Chenle
Yang membuat Chenle terkejut,Chenle memandang wajah Xing Xing yang tertidur dengan pulas dan tidak sadar dengan apa yang ia lakukan
“Hmmm benar benar seperti Koala”Chenle berkata
Chenle pun mengendong Xing Xing dan membawanya masuk kedalam kamar Xing Xing
“Xiaoye…kamu ingin masak apa hari ini”Xing Xing terlihat mengingau
Chenle pun tersenyum dengan ucapan Xing Xing
“Xiaoye tenang saja aku tidak akan memberitahu siapapun tentang hubungan kita.Tapi bisakah kamu tidak pergi ke Swiss?Bisakah aku terus bersamamu”
Chenle sangat terkejut dengan ucapan Xing Xing.Chenle pun membelai rambut Xing Xing sambil tersenyum.
...****************...
Keesokan harinya Chenle terbangun agak pagi dan ia melihat dirinya masih ada dikamar Xing Xing ternyata ia ketiduran dikamar Xing Xing.
Wajahnya sangat panic,karena dia tidak ingin Xing Xing tahu ia dikamarnya dengan buru buru Chenle pun kembali kekamarnya tapi kaki Chenle bertabrakan dengan kursi yang ada diruangan tengah
“Auhhh…”
Chenle menahan kesakitannya dan kembali ke kamarnya
Sementara Xing Xing terbangun dari tidurnya dan ia sangat terkejut karena dia ada didalam kamarnya.
“Kenapa aku ada didalam kamar?”Xing Xing masih bingung
Xing Xing keluar dari kamarnya dan membuat sarapan kesukaan Chenle.Toast Bread,Omellete telur,serta sereal ada juga tersedia susu dan teh hangat untuk Chenle.Xing Xing pun mengetuk pintu kamar Chenle
“Xiaoye….bangun…sudah pagi…”
__ADS_1
Xing Xing pun masuk ke kamar mandi untuk bersiapkan diri.Kira kira 15 menit Xing Xing selesai bersiapkan diri,Chenle tidak keluar juga dari kamarnya.
“Xiaoye…bangun sudah pagi dan sarapannya sudah siap”
Chenle masih terdiam dikamarnya menahan sakit akan kakinya yang tadi tertabrak oleh kursi.
“Xiaoye…”Xing Xing pun masuk kedalam kamar Chenle,Xing Xing melihat Chenle yang kesakitan.
“Xiaoye…ada apa?apakah Xiaoye sakit”Xing Xing mendekati Chenle
“Aku tidak apa apa hanya kakiku sakit”Chenle merintih kesakitan
Xing Xing pun melihat kaki Chenle yang terluka
“Kenapa kaki Xiaoye bisa terluka seperti ini?”
“Tadi aku…”Chenle teringat dia tertidur dikamar Xing Xing
“Tadi aku kekamar mandi dan tidak sengaja menabrak kaki wastafel yang ada dikamar mandiku”Chenle berkata
Chenle memandang Xing Xing sangat cantik dan sangat wangi karena dia baru dari kamar mandi.
Chenle pun teringat dimana Xing Xing mencium 2kali di pipi dan dilehernya
Wajah Chenle pun memerah
“Aku akan mengambilkan obat penghilang rasa sakit”Xing Xing ingin berdiri saat itu matanya bertatapan dengan Chenle
“Xiaoye…apakah kamu demam,wajahmu memerah?”Xing Xing meletakan tangannya didahi Chenle
Chenle pun menepis tangan Xing Xing
“Oh baik Xiaoye”Xing Xing pun keluar dari kamarnya
Xing Xing mencari obat untuk Chenle,dan akhirnya dia melihat telepon rumah.Ia menekan telepon
“Halo Pak Yan,bisakah kamu beritahu sekolah hari ini.Jika aku dan Xiaoye tidak bisa masuk sekolah karena Xiaoye sepertinya demam,Aku harus menjaganya.Tapi jangan beritahu Nyonya,aku tidak ingin nyonya khawatir.Baiklah terimakasih”Xing Xing menutup teleponnya.
Xing Xing masuk lagi kekamar Chenle dan memberikan obat penghilang rasa sakit kepada Chenle.
Xing Xing menyemprotkan penghilang rasa sakit kepada Chenle
Chenle terus memandang Xing Xing yang peduli padanya
“Xing Xing…”
“Ya….”Xing Xing yang memandang Chenle
“Kamu baik padaku karena kamu benar benar peduli atau karena tugasmu”
Xing Xing tersenyum kepada Chenle
“Mamaku bilang aku harus menjaga Xiaoye karena Xiaoye adalah keluargaku”
Chenle tersenyum dengan ucapan Xing Xing
“Walaupun kita tidak memiliki satu darah tapi Xiaoye adalah keluargaku dan sangat penting untukku”Xing Xing menyelesaikan pekerjaannya
__ADS_1
“Baiklah sudah selesai sekarang Xiaoye harus sarapan.Apakah Xiaoye ingin aku bawakan sarapan kesini atau…”
“Aku keluar saja dikamar sungguh tidak menyenangkan”
Xing Xing pun memapah tubuh Chenle yang lebih tinggi darinya.Xing Xing membawa Chenle untuk sarapan
Chenle melihat sarapan yang disajikan oleh Xing Xing dan ia pun melihat yang disiapkan oleh Xing Xing sangat sama dengan Mama Xing Xing buat setiap pagi
Chenle memakan masakan Xing Xing dan masakannya sangat mirip dengan Mama Xing Xing.
“Rasa masakanmu sama dengan Ayi Ruyi”Chenle memakannya dengan semangat
Xing Xing tersenyum
“Setiap hari tentu akan sama karena aku yang selalu membuatkan sarapan untuk Xiaoye”
Chenle terkejut dengan ucapan Xing Xing
“Ha…?”
“Setiap pagi mama sangat sibuk dengan pekerjaannya yang harus mempersiapkan barang barang untuk tuan Yi Han jadi aku membantunya dengan membuatkan sarapan untuk Xiaoye..”
Chenle tersenyum pasih dengan ucapan Xing Xing
“Kenapa Xiaoye?apakah tidak enak?”
Chenle menganggukan kepalanya
“Lumayan…”
Xing Xing tersenyum dengan ucapan Chenle
“Syukurlah jika Xiaoye menyukainya”Xing xing pun pergi kekamarnya dan menganti bajunya.Tak lama ia keluar dari kamarnya
Chenle bingung karena Xing Xing menganti pakaian sekolahnya
“Kamu tidak sekolah”
Xing Xing pun mulai menyapu rumah Chenle
“Tidak karena Xiaoye sedang sakit jadi aku tidak mungkin meninggalkan Xiaoye sendirian”
Chenle sangat terkejut dengan ucapan Xing Xing
“Xiaoye jangan khawatir aku sudah menyuruh Pak Yan untuk mengizikan kita tidak masuk sekolah hari ini.Xiaoye istrirahat saja,aku akan membereskan rumah”
Chenle pun masuk kedalam kamarnya sambil melihat Xing Xing yang telah sibuk membereskan semua sarapannya.
...****************...
Yuk Jangan lupa love,like and comment
dan jangan lupa baca cerita
__ADS_1