story

story
Masa Perkuliahan


__ADS_3

Seorang teman saya bernama Ramli, seorang lulusan pesantren di daerah jombang-pasuruan langsung merangsek masuk diantara kami semua yang sedang sekuat tenaga menahan yang kesurupan. Ramli langsung menekan jempol tangan yang kesurupan sambil mulutnya komat kamit terus-menerus membaca doa-doa. Kejadian tersebut sungguh mencekam, yang kesurupan sampai teriak-teriak, panas!! panasss!!! dan berteriak jika doa tidak dihentikan si wanita akan dibawa lari nyawanya oleh sang makhluk!!


Namun Ramli tak bergeming! Mulutnya terus mengeluarkan ayat-ayat doa, hingga akhirnya batas desa mulai terlihat, dan ketika mendekati batas desa tersebut, satu fenomena yang tidak akan saya lupakan terjadi!! Teman yang kerasukan tadi berteriak keras dan dari ubun-ubunnya keluar asap putih tipis!! Disertai bau sangit seperti daging yang hangus terbakar. Ia pun akhirnya lemas dan kemudian tak sadarkan diri.. setelah sedikit sadar lalu diminumkan air mineral yang sudah ditiupkan berisi doa ..air doa itupun diusapkan ke wajah teman tadi…sejurus kemudian dia benar-benar sadar dan bingung serta merasakan kelelahan, mengapa dirinya sudah ada di atas truk. Ketika diceritakan apa yang terjadi dirinya malah nggak percaya.


Dan sebagaimana yang dikatakan oleh pemuka adat sebelumnya, teman-teman yang mengalami kerasukan tersebut benar-benar sadar dan pulih dari kerasukannya setelah truk kami melintasi batas desa….

__ADS_1


Sungguh pengalaman yang luar biasa bagiku kawan. Jika kalian sempat menemukan cerita ini di Blog lain tentang ceritaku ini, maka itulah ceritaku yang diceritakan ulang oleh kawanku yang sesama blogger. Disitu kalian sedikit menemukan jawaban tentangku kawan.


Hari-hari berikutnya kulalui sebagaimana mestinya seorang mahasiswa baru, mulai beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan juga jam kuliah yang diadakan mulai sore jam 5 hingga jam 10 malam. Tak terasa satu semester telah berlalu, nilai IPK ku cukup lumayan dan disemester berikutnya aku diberikan tawaran oleh Papaku jika dibiayai 4 tahun sudah harus lulus tapi jika mau santai lebih baik kuliah aku bayar sendiri dan aku lebih memilih kuliah sambil kerja. Tak tanggung-tanggung langsung kuambil cuti 2 semester, berkelana dari satu tempat kerja ke tempat lainnya. Aku lebih sering tidak betah kerja disuatu tempat, mungkin karna aku belum mandiri dan hidupasih bersama orang tua jadi timbul Penyakit malas?? Entahlah..... Yang jelas saat memasuki tempat kerja baru. Aku cepat akrab dengan para senior tapi entah mengapa ditempat kerja aku merasa singup dan gerah seperti ada yang tidak beres ditempat itu.


Padahal tiket masuk per orang 50rb sudah dapat beer ukuran large kala itu, namun mereka menyogok security agar dengan 50rb bisa masuk 2 orang walaupun tidak dapat Free Drink yang penting bisa masuk. Kalo lagi bosan biasanya kami biasanya bertiga kesana, aku, Arab dan Adi cuman sekedar nongkrong di monumen Bom Bali satu yang saat itu belum beepagar seperti sekarang. Naaahh..... Adi ini orangnya santai sekali kawan, dia ini orang kepercayaan ditempat kerja Papaku jadi aman kalo aku pergi sama Dia. Anehnya saat nongkrong di monumen bekas bom Bali pertama ada saja kawan dari Si Adi ini yang datang obrol basa-basi kemudian pergi dan balik lagi sudah membawa beberapa botol beer terkadang juga hanya rokok dari kawan Adi yang lain bahkan tak jarang minuman merk mahal sebotol penuh masih tersegel kami dapatkan Free tanpa mengeluarkan uang. Cukup berangkat motor ada bensin buat Pergi Pulang saja sampai lokasi sudah ada yang menyuguhkan. Bahaya ini jika si Arab mampir Thread ini bisa abis dikupas aib ku, lebih baik tak kulanjutkan bagian masa silamku yang buruk ini.

__ADS_1


Aku sebenarnya masih ngeri dengan kejadian Bom Bali pertama dan Kedua, takut kejadian lagi dan agak ngeri dengan penunggu disana. Memang di Bom Bali pertama sudah diadakan upacara mecaru besar-besaran untuk menenangkan arwah yang penasaran dan mengembalikan mereka ke alamnya. Anehnya aku merasa mereka itu masih ada disana, namun sudah tenang karna mendapatkan tempat yang layak. Masih ingat betul ketika kejadian Bom Bali pertama.... kami paginya datang ke lokasi bekas pengeboman malah disodori sarung tangan latex ukuran besar dan satu kresek besar warna merah. Kata petugas yang membantu disitu, daripada cuman lihat-lihat tapi tak ada gunanya mending ikut bantuin. Ingat betul...aku langsung kembalikan saja semua peralatan yang diberikan lalu balik arah pulang sambil bilang ke kawanku, nanti malam mereka akan penasaran jadi lebih baik nggak usah ikut daripada nanti malam dicariin ke rumah.


Kembali ke kampus, saat itu bangunan masih bangunan lama dan akan direnovasi. Dapat aku rasakan kuatnya hawa makhluk gaib disitu. Mulai kuliah ini malah aku jarang sekali melihat penampakan, bahkan hanya seperti orang awam yang tiba-tiba bulu kuduk merinding disko jika lewat tempat yang wingit atau angker. Aku sudah jarang melakukan Wirid dan puasa malah sholat lima waktu sering bolong nggak karuan. Disini saya merasa sedikit aneh, dimana penglihatanku terhadap makhluk astral ini berubah jadi ada suara aku sendiri dari dalam hatiku, yang memberitahukan dimana letak posisi makhluk astral dan seperti apa rupanya. Ada untungnya.....jadi tak perlu melihat mereka, hanya yang mengganjal hati dan pikiranku sedari dulu adalah apa untungnya??.... kalo cuman bisa lihat doang??? Kecuali, apa yang aku miliki ini ada manfaatnya maka akan kugunakan menolong mereka yang membutuhkan sebisa yang aku mampu. Tapi kalo cuman lihat doang dan nggak ada manfaatnya ya lebih baik tidak usah.


Dimasa perkuliahan ini kehidupan kami sekeluarga ditempa kembali dengan suatu ujian yang teramat berat bagi kami kawan. Ujian itulah yang akhirnya merubah jalan hidup dan membentuk karakterku serta kepribadianku seperti sekarang ini. Sangat berat sebenarnya untuk mengulang kembali ke masa itu kawan, tiap kisah yang kuceritakan dalam aksara ini. Aku merasa sebagian dari diriku kembali ke masa itu dan cukup menguras tenagaku terutama kisah yang akan aku ceritakan ini. Bersiaplah kawan.......

__ADS_1


__ADS_2