
Malam Kakak.... Sudah punya kartu kredit??? Kami ada penawaran Kartu Kredit ****** nya??? Kali aja kakak berminat??....... Begitulah aku mengawali pembicaraan dengan Riyanti. Boleh mas..... Jawab Riyanti membalas tawaranku. Lalu aku pun membalas ucapan Riyanti..... Kalo gitu, bisa mampir ke stand kami sebentar??? Untuk isi data diri..... Nanti kekurangan persyaratannya, biar saya ambil di rumah kakak. Kita Isi data diri dulu ya kakak....
Saya: nama kakak siapa??
Riyanti: Riyanti..... Mas
Saya: boleh pinjam KTP nya Kak?? Untuk isi data formulir
Riyanti: (mengambil KTP dari dalam dompetnya) ini KTP saya, Mas.....
Saya: kakak.... Bekerja disuatu perusahaan atau punya usaha sendiri??
Riyanti: saya buka usaha sendiri mas....
Saya: boleh tahu jenis usahanya Kakak apa??.....
Riyanti: Bikin Pastry mas....
__ADS_1
Saya: ada NPWP dan SKU nya Kakak??
Riyanti: ada di kost saya mas....
Saya: oke gpp kakak..... Besok saya ambil kopiannya ke kost kakak ya??
Riyanti: alamat kost saya ini mas.... (Sambil menulis dikertas yang aku buat ngisi formulir)
Saya: makasih kakak.... Besok, jam berapa saya bisa mampir ke kost kakak??
Riyanti: siang aja mas.... Jam 1an bisa mampir ke kost saya
Esoknya..... Seperti yang sudah dijanjikan, ku telepon Riyanti terlebih dulu untuk memastikan. Setelah itu aku jadi makin sering menyempatkan waktu untuk mampir ke kostnya, hanya sekedar ngobrol dan mencicipi pastry buatannya sembari minum teh, tak lebih kawan. Hingga suatu ketika, aku dihubungi Riyanti meminta untuk menjenguk ke kost. Karna kecapean terlalu banyak order pastry dan diminta tolong dicarikan tukang pijat. Aku pun mengiyakan permintaan Riyanti dan kupikir daripada manggil tukang pijet. Kenapa nggak aku sendiri aja yang mijet??? Kuambil minyak untuk urut dan minyak zaitun di meja dan berkata pada
Diri sendiri..... Biasanya cewek agak rewel soal minyak buat mijet, mending kubawa dua-duanya aja.
Bisa dikatakan, memijat adalah salah satu keahlian yang kumiliki. Dimana aku mendapatkan keahlian itu karna diajari oleh mamaku, jadi dulu sering kali diminta memijat mamaku dikala kecapean dan diarahkan bagaimana memijat dengan benar serta bagian mana saja yang dipijat. Alah bisa karna terbiasa, hingga akhirnya aku paham bagian mana saja yang harus dipijat??? Ketika seseorang kecapean atau masuk angin.
__ADS_1
Seesampainya di kost Riyanti..... Mana tukang pijetnya Mas... Kata Riyanti menanyakan padaku. Udah..... Sini aku yang pijetin!!!! Kataku membalas ucapan Riyanti. Emangnya mas bisa mijet??? Kembali Riyanti menanyakan padaku. Bisalaahh!!!! Udah aku pijetin dulu.... Nanti kalo nggak sesuai ekspektasi, aku panggilin tukang pijetnya.... Membalas pertanyaan Riyanti. Ya udah.... Kalo gitu mas.... Riyanti menimpali ucapanku.
Dari awal pertemuan kami, dapat kulihat dari sorot matanya. Kalo Riyanti ini menyimpan banyak kegetiran dalam hidupnya. Mau pake minyak urut biasa atau pake minyak zaitun??? Kataku pada Riyanti. Pake minyak zaitun aja mas, kalo minyak urut malah mual.... Riyanti membalas pertanyaanku. Dugaanku benar adanya, tanpa kupancing. Riyanti mulai menceritakan kisahnya padaku.... Kisah hidup yang jauh lebih pahit dan tragis dibandingkanku. Sungguh.... Aku bersyukur, nasibku???.... masih jauh lebih baik dibanding Riyanti.
Riyanti: mas.... Kok aku malah curhat ya??
Saya: hehehehe..... Gpp, nyante wae.... Aku bukan orang yang suka menyebarkan rahasia orang lain
Riyanti: halaaahh!!!!..... Bohong, awas kalo cerita kemana-mana!!!!
Saya: mau cerita ke siapa coba??? Teman-temanmu aja aku nggak ada yang kenal....
Riyanti: ternyata kamu pinter mijetnya mas.... Udah kayak terapis spa beneran aja
Saya: haaiiyaaahh!!!!..... Memuji berlebihan, jangan lupa.... Ntar aku cobain pastrynya dikit, buat tester
Riyanti: siap boss.... Itu ada di meja, udah aku siapin buat mas
__ADS_1
Satu jam telah berlalu, memijat sembari mendengarkan kisah hidup Riyanti. Makasih mas!!!....(tersenyum sumringah) enak banget pijetannya tadi, badan jadi lebih enteng sekarang...., (Aku beranjak dari kasur menuju meja, mengambil kue yang sudah disiapkan Riyanti) heemm....(sambil mulai melahap kue buatannya) Udah nyante wae, makasih mulu daritadi. Btw..... Enak kuenya, makasih ya.... Sudah menyiapkan kue untuk ku kataku pada Riyanti.
Obrolan ringan pun mengalir begitu saja.... Tanpa terasa hari sudah mulai menjelang sore, beruntungnya hari itu aku libur kerja. Eeehhh!!!!.... Aku balik ke kost dulu ya Yanti, kataku pada Riyanti. Iya.... Makasih ya mas.... ntar kalo aku pegal-pegal lagi pijetin ya... Riyanti membalas ucapanku. Yeee!!!! Itu sich maunya kamu Yanti (sambil kujulurkan lidahku, tanda mengejek). Ketika kubuka pintu dan akan melangkahkan kaki keluar dari kamar Riyanti, langkahku terhenti sejenak. Kupandang Riyanti yang sedari kedatanganku, telah memikat dengan jumpsuit model kemben motif kembang, aksen lipatan dipadukan celana pendek hotpant. Entah setan mana yang merasuki saat itu??!!.... Berbalik badan, kututup pintu dan kukunci, kemudian mendekati Riyanti yang hanya memandangku. Kulingkarkan kedua tanganku dipinggang Riyanti, tak ada sepatah kata terucap dari bibir kami. Hanya saling memandangi satu sama lain, lalu kuarahkan badan Riyanti ke kasur. Kurebahkan badannya, Riyanti sama sekali tak melakukan perlawanan. Bahkan sudah siap dengan apa yang akan terjadi. Kini posisiku telah berada diatas Riyanti, wangi parfum bercampur minyak zaitun ternyata memberi sensasi tersendiri bagiku. Degup jantungku mulai kencang tak beraturan dan kerekatkan badan hingga wajahku berjarak dekat sekali dengan wajah Riyanti serta bersiap untuk memberikan kecupan dibibir mungilnya yang merona.