
Sambil merebahkan tubuh mereka diatas tempat tidur tidak lantas membuat kedua sahabat itu tertidur , masih ada perbincangan diantara keduanya.
“ ton..kita sahabatan udah lama banget ya , nggak terasa sudah lebih dari 23 tahun , elo emang sahabat gue yang masih gue kenal sangat baik , dulu si wawan dan fatur juga sahabat kita tapi sayangnya mereka sudah pergi jauh entah kemana “ cerita dhika
“ yah itulah gue, selain ganteng gue juga ramah dan baik hati hehehe “ ucap anton agak sedikit narsis
“ ton kalau nanti suatu sa’at gue mati , apa elo mau nemenin gue ? “ Tanya dhika perlahan
“ elo ngomong apaan sih dhik, udah kaya orang mau mati aja , nggak boleh ngomong kaya gitu “ ujar anton sambil memegang kepala dhika.
“ udah jawab aja ton “ Tanya dhika lagi.
“ yaaa kalau elo mati gue pasti seneng dong hahahaha ..
“ kan jadi cowok terganteng posisinya jadi gue yang pegang “ canda anton
Dhika terdiam..tangannya meraih selimut dan menutup wajahnya.
“ duuh gitu aja marah nih “ kata anton sambil membelakangi dhika
Beberapa sa’at mereka terdiam , anton yang sa’at itu sudah sangat mengantuk mencoba memejamkan mata , namun sepertinya tidak bisa.
Dipandanginya tubuh dhika yang berselimutkan kain putih membelakanginya.
“ dhik…dhika…elo udah tidur ya “ anton mencoba menggoyangkan tubuh dhika
“ dhik….hmm…beneran udah tidur nih anak dasar *****..skali nempel langsur molor “ seloroh anton.
Sayup sayup terdengar suara televisi yang masih menyala diruang tamu.
Anton bergegas bangun dan kembali keruang tamu.
“ perasaan tadi gue udah matiin nih TV ? kok bisa nyala lagi ya ? gumam anton masih penasaran.
Ketika sampai diruang tamu anton segera mencari remote TV dan berusaha mematikan tv tersebut .
“ kok dimatiin ton , gue masih nonton tau “ tiba2 dhika sudah ada diruang tamu terduduk sambil memegang kaleng berisi kue.
Anton tergidik kaget “ loh…kan tadi elo dikamar sama gue udah tidur ? kok udah ada disini ? “ anton penuh keheranan
“ eh anton gue tuh daritadi disini nonton TV , kebetulan gue suka banget sama acara film action dari transtv “ ucap dhika
“ jangan bercanda lo dhik , bikin gue jadi bingung aja “ anton masih terheran heran.
“ hehehe sebenernya gue tadi belum tidur , waktu elo ke ruang tamu gue ngikutin elo dari belakang..emang nggak berasa ya ? “ timpal dhika
__ADS_1
“ duh bikin jantung gue deg deg-an aja lo dhik “ hentak anton
“ hehe sory sory bro bikin elo jadi ketakutan , tapi gue nggak mirip setan kan hihi “ gurau dhika
“ auah elap..ya sudah setel aja berita..biasanya jam segini ada berita malam deh ..tuh kan udah jam satu dini hari “ hardik anton sambil memegang remote control TV dan mencari chanel berita.
Sementara anton duduk dibawah sofa..dhika duduk diatas sofa mereka kembali bercanda.
Sa’at mereka berbincang Anton kembali terpaku dengan sebuah berita kecelakaan . “ lah inikan berita yang tadi sore..kebetulan gue tadi belum rampung liat gara-gara elo matiin dhik “ ucap anton sambil memegang erat remote control tv nya. Dari dalam tv terdengar berita “Selamat malam pemirsa berita kecelakaan hari ini , telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara pengendara sepeda motor dan truck bermuatan pasir ..pengendara sepeda motor masuk kebawah truck dan terlindas lalu tewas seketika , setelah di identivikasi bahwa pengendara itu bernama andhika yang beralamat dijalan tawes 4 bekasi .” suara tv membahana
“ kok namanya Andhika pas banget sama nama elo dhik “ Tanya anton kepada dhika.
“ dhik…dhika..kemana lo ? “ anton menoleh tapi dhika sudah tak ada
“ kemana nih anak , cepet banget ngilangnye “ gumam anton
Bergegas anton ke kamar dan mendapatkan dhika tertidur pulas “ woi..enak bener ninggalin gue diruang tamu “ hardik anton kepada dhika
Dhika tak bergeming sedikitpun..anton mencoba membangunkan dhika namun dhika tetap saja terdiam . sa’at anton hendak membuka selimut dhika tiba tiba ..
“ ton…aku mulai kedinginan nih..” ucapan lirih terdengar dari mulut dhika
“ dingin apanya , kan AC nya udah gue matiin “ balas anton
“ dingin banget tau, mana kepala gue berdarah nih…sakit banget hik.hik “ lirihan dhika kembali sambil menangis
“ kepala gue berdarah ton…sakiiiit banget..rasanya mau pecah “ imbuh dhika sambil terus menutupi kepalanya dengan selimut
“ tadi perasaan elo nggak kenapa kenapa ?” ucap anton lagi
“ iya ton..gue emang nggak kenapa kenapa tapi kepala gue perih bangets..” kata dhika
“ coba gue liat kepala lo , sebenarnya sakit apa sih “ anton keheranan
Sa’at anton akan membuka selimut yang menutup wajah dhika tiba tiba listrik padam dan ruangan menjadi gelap gulita.
“ duh pake acara listrik mati lagi , kacau dah “ teriak anton sambil mencoba keluar dari kamarnya untuk mencari korek api.
Ketika anton mencari korek api , mendadak spertinya anton menabrak sesuatu..” duh siapa sih nih “ teriak anton
“ gue yang elo tabrak ton “ jawab dhika
“ elo cepet banget keluarnya dhik , gue jadi heran “ ketus anton
“ kepala gue sakit ton…darahnya terus terusan keluar nih “ ratap dhika menghiba
__ADS_1
“ ya udah bentar gue mau ambil korek api di dapur , elo tunggu aja disini “ kata anton lagi
Sekembalinya dari dapur dan mendapatkan korek api beserta lilin anton lalu menyalakannya di ruang tamu.
“ toon…kepala gue makin sakit dan perih nih , elo bisa tolongin gue nggak “ ucapan dhika yang mulai melemah
“ elo dimana sih dhik , gue nggak liat elo dimana ? “ Tanya anton
“ gue dikamar elo ton , kesini dong “ sahut dhika mengajak
Lalu anton ke kamarnya dengan membawa lilin , didapatinya dhika tengah berbaring sambil memegangi kepalanya.
“ iya kepala elo berdarah kenapa dhik ? ya ampun..darahnya banyak banget “ anton mulai panic
“ gue perih banget ton, badan gue dingin banget..kepala gue aduuh sakitnya minta ampun “ lirih dhika lagi.
“ coba lihat kepalanya yang berdarah..” ucap anton sambil mencoba mengangkat lilinnya tepat mengarah kewajah dhika.
Ketika dhika melepaskan tangannya , tampak jelas kepalanya yang penuh darah merah mengental dan bola mata yang hamper copot keluar , bagian otaknya pun mulai terlihat dengan bintik putih cairan otak yang berdarah.
Anton kaget bukan kepalang, bulu kuduknya berdiri dan menjerit sejadi jadinya..seketika tubuhnya lunglai lemas tak berdaya tergeletak di samping tempat tidurnya.
Keesokan harinya anton mendapatkan dirinya berada dirumah sakit dengan kepala terikat perban putih dan disampingnya pun berdiri ayah dan ibunya.
Ayah : “ kamu kenapa ton , kamu sakit apa ? “
Ibu : “ iya ton. Ma’afin ibu ya yang tidak menjaga kamu sepenuhnya “
Anton: yah ..bu..anton kok ada dirumah sakit ? emang anton kenapa ?
Ibu : “ anton , tadi pagi ibu menemukanmu pingsan di sebelah tempat tidur..kepala kamu membentur lantai dan ada darah .. sebenarnya kamu habis main apa sih di kamar sampai jatuh begitu..?
Anton : anu bu..anton semalem habis..
Belum selesai bicara mata anton tertuju pada sebuah berita yang ada di sebuah Koran yang sa’at itu di pegang sang ayah.
Anton : yah coba lihat berita itu , siapa yang kecelakaan ?
Ayah : iya ton ..baru mau papah ceritakan bahwa temanmu si dhika kemarin sore meninggal akibat kecelakaan lalulintas , tubuhnya terpelanting dan masuk ke kolong mobil truck .siang ini jenazahnya akan dikebumikan di TPU pondok kelapa . beritanya sudah ada ditelevisi dari kemarin malam dan hari ini sudah ada beritanya di Koran Koran , tragis ya. Padahal ayah tau anak itu baik sekali.itulah takdir kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita.
Anton terdiam membisu dan mancoba mengingat peristiwa semalam dimana ketika dia hendak ke kamar mandi tiba-tiba dhika sudah mengejutkannya dari belakang padahal tidak terdengar langkah kaki dhika , dan ketika mencari anton diluar rumah tiba tiba ketika menoleh sudah ada dibelakangnya..lalu ketika menonton berita kecelakaan dhika berusaha mematikan TV , begitupun ketika hendak menonton tv ketika dhika sudah tidur tiba tiba sudah ada dibelakang dan duduk di atas sofa dan terakhir melihat wajah anton dengan wajah penuh darah dan kepala pecah.
“ maaf pak..ibu..ada dokter yang akan memeriksa kondisi kesehatan anton , jadi ibu dan bapak bisa keluar sebentar “ sapa sang suster kepada ayah dan ibu anton
Tak lama sang dokterpun datang untuk memeriksa , sambil membalikan badannya sang dokter menyiapkan obat obatan diatas meja.
__ADS_1
Dan ketika sang dokter berbaik badan dengan jarum suntik ditangan tampak wajah dhika yang tersenyum sinis sambil berkata “ kamu juga harus mati anton….”
TAMAT