
Di Indonesia....
Tinggallah 2 orang remaja, yang satu laki laki berparas tampan dan yang satunya lagi perempuan berparas cantik dan tidak lupa dengan oppai nya yang pas digenggam di tangan. Mereka tinggal di atap yang sama, alasannya belum jelas kenapa mereka tinggal bersama padahal mereka belum muhrim. Ya, siapa lagi kalo bukan MC kita dan Heroine utama dalam cerita ini.
“Beel bangun lah." panggil nya
“Beel bangun LAH!."
“BEEL BANGUN LAH!!."
“Waaa, iya iya aku sudah bangun!." jawabnya
“CEPAT TURUN DAN MAKAN! AKU SUDAH MENYIAPKAN NYA!!."
“iya iya, ini aku mau turun!."
Tapi sebelum Beel ingin berdiri....
Gubrak!
“Aw, aw sakit sekali." ucap Beel dengan nada meringis.
“Kaki ku lemas dan pinggang ku sakit karena kejadian semalam."
“Aku harus berusaha untuk menuju ke meja makan sebelum dia marah."
“Saat dia marah, benar benar menakutkan." gumam Beel sambil mengingat kejadian semalam yang sangat brutal. Lalu dia pun menuruni tangga dan menuju ke meja makan.
Sesampainya di meja makan....
“Hei, kenapa kau lama sekali? ini sudah mau jam 8 loh dan juga, kau belum makan, terus juga kalo telat bagaimana?."
“Ma-maaf kan aku. Aku telat bangun karena kecapean karena kejadian semalam." jawab Beel dengan nada takut.
“Tapi, kata maaf tidak berguna bagi ku loh. Bagaimana kalo kau menebusnya?." dengan seringai nya.
“Me-menebusnya?." jawab Beel karena merasakan ada yang tidak beres.
“Yaps. Menebusnya." perjelasnya sambil tersenyum.
“Tapi, bagaimana caraku menebusnya?."
“Kita akan melakukan kegiatan seperti kemarin malam lagi. Tapi bedanya, kita akan melakukan nya sampai pagi? bagaimana?."
“Apa?! sampai pagi?! ka-kau gila ya?." jawab Beel dengan nada terkejut.
“Eh? aku tidak gila kok." dengan senyumannya.
“Kumohon, apapun jangan itu, jika kau melakukannya aku akan benar benar mati lumpuh. Aku akan mengabulkan apapun yang kau minta asalkan jangan itu, ya?."
“Baiklah. karena aku juga kasian kepada mu, Aku akan meminta mu untuk menjadi budak ku selama 1 Minggu, apa kau mau?."
“Ha~...kukira apaan ternyata budak toh. Baiklah aku akan menjadi budak mu selama seminggu."
“Deal?." ucap perempuan tersebut sambil menuju ke kursi tempat duduknya Beel.
“Deal!." jawab Beel dengan nada senang.
“Ha~...leganya, oh iya aku baru kepikiran, budak apa yang dimaksud dirimu?." tanya Beel dengan gelisah.
*Mendekatkan wajahnya ke telinga Beel dan berkata...
“Budak S.E.G.S" jawabnya sambil menjilati leher Beel yang terdapat keringat dan meninggalkan tanda disana.
Setelah mendengar itu Beel terdiam.
“A-apa?. Tapi bukankah itu melanggar kesepakatan?."
“Siapa bilang? bukan kah kau bilang aku boleh meminta apapun itu?." jawab Nisha sambil memakan makanan yang di atas meja dan.
“Ta-tapi...." sebelum menyelesaikan perkataannya ada sesuatu yang menempel di bibirnya Beel.
“Emmm!!."
Puah!!
“Tidak ada tapi tapian lohh." dengan wajah mesum nya.
“Ta-tapi..."
__ADS_1
“Kalo kau menawar lagi, aku akan tambah sampai 1 bulan." dengan nada mengancam.
“Hehe. Sekarang, kau harus menjawabnya dengan memanggil ku Tuan."
“Ugh. Baiklah Tu-tuan." dengan nada terpaksa.
“Ngomong ngomong. Berapa kali pun aku mencicipinya, air liur mu sangat manis. Sekarang, aku ingin mencobanya lagi." dengan wajah mesum.
“Tu-tunggu. Kita lakukan itu sehabis pulang sekolah saja, oke?."
“Dan juga, kita belum sarapan pagi, terus juga waktu semakin mepet."
“Baiklah. Tapi, aku maunya disuapin seperti apa yang ku lakukan padamu." dengan senyum nya.
“Ugh, baiklah."
Beberapa menit kemudian....
“Akhirnya selesai." ucap Beel.
“Saatnya berangkat!."
“Ya!." jawab Nisha yang menempel di lengan kanannya Beel.
Sesampainya di sekolah....
*suara bel masuk berbunyi
“Hah, hah, hah. Permisi." ucap Beel sambil masuk kedalam kelas dengan ngos-ngosan.
“Yo, Beel. Tumben telat."
“Biasa. Angkot nya nyari penumpang dulu, padahal udh jam 8 masih aja nyari pelajar atau emak emak."
“Oooo."
Yaps. Dia adalah teman SMK ku, yang bernama Hafidz, dia sangat pintar tapi juga menyesatkan.
“Oi, oi ,oi. Cepat duduk ada Bu Ningsih." ucap siswi dikelas kami dan semua orang pun duduk.
“Permisi dan selamat pagi anak anak." ucap Bu Ningsih.
Yaps. Dia adalah wali kelas kami. Pertamakali kulihat, dia seperti guru yang baik tapi setelah berbulan-bulan dia tampak menakutkan saat marah. Dan juga dia mengajar materi kimia.
“Baiklah anak anak kita akan melanjutkan materi Minggu kemarin....
Setelah beberapa jam bel pun berbunyi....
“Oh iya anak anak, ibu lupa memberitahu bahwa Minggu depan kelas 1 akan libur dikarenakan Kaka kelas kalian akan ulangan.
“Baiklah, ibu pamit undur diri."
“YEY!!." teriak semu murid.
“Eh? libur seminggu?." ucap Beel.
“Hmm, apa kau tidak senang?."
“Ti-tidak, aku senang kok. Btw, bolehkah aku mampir ke rumah mu?."
“Boleh, tapi emang nya mau apa mampir kerumahku?."
“Mau ngelamar adikmu! ya main lah, bodoh."
“Ah~baiklah." jawabnya sambil berjalan ketempat parkiran motor.
“Hei, Beel ayo pulang bersamaku!." ucap perempuan tersebut. dengan tersenyum?
“Eh? Ni-nisha? apa yang kau lakukan disini?."
“Ohh ternyata kau mempunyai pacar."
“Tidak, bukan pacar tapi teman." dengan panik.
“Sudah sudah jangan mengelak, sana pulang bersamanya bukankah kau diajak? kalau kau menolak mungkin dia akan menangis." ucap hafidz.
‘Ti-tidak, kau salah Hafidz. Yang dimaksud dia itu “Ayo ngesegs bersamaku sampai pagi!.' ucap Beel didalam hati.
“Ba-baiklah, ayo pulang Nisha."
__ADS_1
“Ya." jawab Nisha dingin.
‘Ugh, mati aku!.' dalam hati.
Sesampainya didalam rumah....
“Ha~akhirnya sampai dirumah."
“Aku ingin tidur tapi badanku lengket." ucap Beel sambil membuka bajunya dan mengambil handuk dikamar nya lalu menuju ke kamar mandi. Tapi Beel didorong dan jatuh ketempat tidur.
Bruk!
“Aduduh. Siapa sih yang mendorong ku?!."
“Aku memangnya kenapa, hah?!."
“O-oh, ternyata Nisha GK apa apa kok." dengan nada takut karena sekarang wajah Nisha sangat dingin dan itu menakutkan.
“Ke-kenapa kau terlihat marah?." tanya Beel dengan takut.
“Ka-kau masih bertanya kenapa aku marah? bukankah dirimu yang menganggap ku teman? padahal aku sangat sangat menyukai mu tapi kenapa kau menganggap ku teman?." dengan menangis.
“Eh, baiklah maaf kan aku, aku tidak tau kau menyukai ku, kukira kau hanya memainkan ku saja, jadi aku tidak tau bahwa kau menyukai ku."
“Aku tidak akan memaafkan mu sebelum ngesek dengan ku."
“Ugh, baiklah. Lakukan sepuas, tapi aku tidak tahu apakah aku akan kuat melayani nafsu buasmu itu."
“Hehe baiklah. Tongkat sakti ayo datang ke mama." sambil melepaskan celananya Beel.
“Walaupun aku sering melihatnya, ini memang sangat besar dan berurat, sampai masuk ke rahim ku. Baiklah Itadakimasu." ucap Nisha.
Slurpee~
Puah!
Beberapa menit kemudian...
“Baiklah, sampai sini saja pemanasan nya. Saatnya aku bersatu lagi dengan mu." sambil memasukkan tongkat sakti nya kedalam gua yang basah.
“Pelan pelan."
“Emm!."
“Ah~itu masuk sampai ujung. Bagaimana rasanya, Beel?."
“Yah. Ini sangat sempit seperti biasanya."
Time skip
“Tunggu Nisha, aku lupa membeli obat kuat."
“Jika diteruskan aku akan pingsan, karena sudah lebih dari 4jam kita melakukannya."
“Tapi, aku tidak peduli mau kau pingsan ataupun lumpuh. Yang penting aku puas." jawab Nisha sambil menjilati tongkat sakti nya.
“Ugh, aku janji tidak akan kabur dari mu dan kembali secepatnya kemari setelah membeli nya, oke?."
“Baiklah, tapi awas saja kalau berbohong ku tambah sampai 3 bulan."
“Ugh, baiklah."
Skip, di jalan menuju toko
“Akhirnya aku bisa istirahat sejenak."
“Oh, itu dia tokonya ada di sebrang jalan. Baiklah aku akan kesana." ucap Beel sambil berjalan menuju ketoko tersebut.
Saat Beel ingin menyeberang, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak nya dan Beel pun terpental jauh.
“Ugh, apa yang terjadi padaku? kenapa tubuhku berlumuran darah?."
“Ahh, begitu ya. Aku tertabrak oleh mobil dengan kecepatan tinggi saat ingin menyeberang. Tulung rusuk ku patah semua, aku jadi tidak bisa menggerakkan badanku."
“Entah kenapa aku merasa senang bahwa sebentar lagi aku akan mati. Haha aneh, baiklah selamat malam diriku."
Dan Beel pun mati.
Time skip sesudah menguburkan jasadnya Beel.
__ADS_1
“Cih, dasar budak kotor, katanya kau tidak akan lari dari ku tapi kau malah meninggalkan ku sendirian disini. Awas saja kalau ketemu lagi, akan ku siksa dirinya." ucap Nisha.