Strongest Race That Ever Existed

Strongest Race That Ever Existed
Menjadi Guru?


__ADS_3

Arthuria tumbuh tanpa memiliki ingatan masa lalunya sebagai raja Arthur yang dibawa ke bukit keramat oleh 3 peri.


Tapi, Arthuria memiliki bakat dan keterampilan milik raja Arthur dalam hal berpedang.


Dalam sihir, dia harus berusaha untuk menggunakannya karena raja Arthur tidak memiliki bakat sihir, berbeda dengan raja Arthur yang legenda nya dirubah oleh kotak Pandora menjadi kesatria sihir terkuat.


Arthuria sangat berbakat dalam berpedang dan membuatnya bisa mengalahkan semua orang di Dojo Ryuuoh.


Aliran pedang Ryuuoh bisa dibilang kuat dalam segala aspek.


Serangan, kelincahan dan ketetapan dalam menyerang ada di dalam aliran pedang Ryuuoh.


Sejak berumur 7 tahun, Arthuria sudah di ajari berpedang.


Tentu, Arthuria yang berbakat seperti raja Arthur yang mampu menguasai dasar-dasarnya dengan sangat mudah.


Hal itu bahkan membuat orang tuanya terkejut karena hanya mempelajari dasar dari teknik berpedang aliran Ryuuoh butuh waktu sekitar 1 tahun, tapi Arthuria melakukan nya dalam waktu kurang dari 1 Minggu.


Akhirnya, karena semua dasar dari teknik berpedang sudah Arthuria kuasai, ayahnya tidak punya pilihan lain selain langsung mengajarinya teknik berpedang aliran Ryuuoh.


Ayah Arthuria memulainya dengan mengajari Arthuria melakukan gerakan-gerakan dalam aliran tersebut.


Setelah itu, Arthuria dengan mudah menguasai nya dan membuat semua murid di Dojo sangat terkejut.


Ayahnya tidak terkejut lagi karena dia sudah melihat apa yang bisa dilakukan Arthuria yang berumur 7 tahun.


Setelah itu, ayahnya menyuruh Arthuria berduel dengan murid terkuat di Dojo.


Bahkan saat duel pertamanya melawan murid terkuat, Arthuria dengan mudah mengalahkan nya walau butuh beberapa taktik dan waktu yang agak lebih.


Dan saat ini, dia menjadi yang terkuat di Dojo ayahnya dan bahkan melebihinya.


Arthuria juga memiliki seorang adik perempuan yang bernama Modred Ryuuoh.


Tidak seperti kakaknya, Modred tidak berbakat, tapi usahanya adalah bakat yang sangat langka.


Walau kurang berbakat, Modred mampu menandingi murid terkuat di Dojo Ryuuoh dengan usaha keras.


Dia selalu berusaha mengasah teknik berpedang nya dengan caranya sendiri.


Dan sekarang, Modred satu tingkat dibawah Arthuria.


Modred senang bisa menjadi kuat bersama kakaknya dan kakaknya juga sama.


Mereka berdua selalu berlatih bersama dan saling mengajari satu sama lain.


Saat mereka berduel, Arthuria akan selalu menjadi pemenang sedangkan Modred selalu kalah.


Tapi, mereka berdua menang dan kalah bukan tanpa alasan dan tanpa pelajaran berharga.


Kemenangan Arthuria bisa membuat nya mempelajari gerakan adiknya yang acak dan sulit untuk dibaca dan itu bisa membuatnya meningkatkan kecepatan dan ketepatan nya.


Sedangkan Modred yang mengalami kekalahan berulang ulang terus berusaha untuk melampaui kakaknya.


Dia berusaha keras untuk melawan kakaknya saat mereka berdua melakukan spar.


Dari pertarungannya melawan Arthuria, Modred selalu bisa mendapatkan beberapa teknik yang bisa ia pelajari dan asah sambil melatih dirinya sendiri.


Singkat cerita, Arthuria sudah berumur 16 tahun dan seumuran dengan Merlin sedangkan Modred berumur 15 tahun.


Arthuria dan Merlin masuk ke akademi Pedang Sihir Tokyo bersamaan dan mereka berada di tahun yang sama.



Merlin



Modred (GK nemu pict yang mirip atau pas)


Saat melakukan seleksi, mereka berdua memenangkan nya dengan mudah.


Mereka berdua terus meraih kemenangan dan menjadi yang terkuat diantara anak kelas 1 lainnya.


Bisa dikatakan mereka berdua adalah rival karena kekuatan mereka setara.


Tidak, sebenarnya Arthuria lebih kuat dalam teknik, tapi Merlin menyeimbangkannya menggunakan salah satu aspek penting dalam pertarungan yaitu, pikiran.


Saat hari pertama masuk akademi mereka sampai dijuluki sebagai Dewi pedang.


Mereka berdua memang cantik dan kuat, karena itu mereka berdua dijuluki Dewi pedang.


Mereka menjalani hari bersama di kelas lanjutan karena mereka terlalu kuat untuk orang orang yang seumuran dengan mereka.


Merlin bisa datang dan menyamar sebagai siswa biasa karena informasi tentang sekretaris kekaisaran Pendragon sangat tertutup dan bahkan tidak diketahui keberadaannya oleh masyarakat.


Jadi, dia bisa dengan bebas pergi kemanapun tanpa ada yang mengetahui identitas nya.


Sudah 6 bulan sejak mereka di satu kelas, mereka menjadi teman dekat dan sering melakukan spar.


Dalam hal kekuatan, Arthuria tentu adalah yang terkuat dan setelah itu ada Merlin dan siswa lain yang berjumlah 8 orang saja.


Kelas lanjutan berisi orang orang yang kuat namun sombong akan kekuatan mereka.


Arthuria dan Merlin tentu tidak mengikuti mereka dan tetap menjadi rendah hati.


Sudah sekitar 2 guru yang diganti selama 6 bulan ini karena sikap dan sifat para siswa di kelas lanjutan yang buruk.


Ada yang menaiki meja, berkumpul, tidur dan sebagainya sampai ruang kelas tidak terlihat seperti ruang kelas pada umumnya.


Lebih seperti terlihat rumah karena barang barang berserakan dimana-mana dan tempat itu selalu kotor setelah sekolah selesai.


Itu karena siswa didalamnya tidak menjaga kebersihan sama sekali dan tidak bertanggung jawab terhadap kelakuan mereka yang menyebabkan guru guru keluar karena sikap mereka yang menyebalkan atau tidak sopan.


Arthuria dan Merlin Bahkan berpikir untuk meminta pemindahan kelas karena disana mereka berdua tidak bisa belajar dengan tenang.


Saat ini, seperti biasa ruang kelas kotor dan ada beberapa sampah yang berserakan.


Dan saat mereka didalam kelas mereka menunggu guru mereka datang.


Tapi, setelah beberapa dalam ditunggu, guru mereka masih belum datang, oleh karena itu Arthuria akan pergi ke ruang guru untuk melihat gurunya.


Tapi, sebelum dia pergi, seorang guru yang bukan mengajar dikelasnya masuk ke dalam .


“Semuanya, duduk tenang, ibu memiliki informasi yang akan saya sampaikan kepada kalian."


Arthuria duduk kembali dan mendengarkan.


“Tooru-sensei keluar dari akademi karena ada beberapa urusan penting yang mengharuskannya pergi dari akademi."


“Ehh, guru lagi?." -siswa 1.


“Ada lagi? apa mereka ingin sekali keluar?." -siswa 2.


“Ehhh, kalau dia lemah akan kehancurkan." -siswa 3.


Arthuria mengabaikan mereka semua bersama dengan Merlin.


‘Sudah 2 kali kami Menganti guru.....apa ini akan menjadi yang ketiga kalinya?.' dalam hati Arthur.

__ADS_1


Arthuria memasang wajah yang agak sulit karena memikirkan betapa buruk nya kelas mereka.


“Arthuria?." ucap Merlin.


Arthuria tidak mendengarkan ucapan Merlin.


Merlin terpaksa menggoyangkan bahunya agar Arthuria mendengarkan nya.


“Nee, kau mendengarkan ku?." ucap Merlin kepada Arthuria.


Arthuria langsung kembali kek kenyataan sambil terkejut.


“Maaf, apa yang kau bilang tadi?." jawab Arthuria.


“Apa yang sedang kau pikirkan? sepertinya terlihat berat."


“Aku hanya mengkhawatirkan kelas kita yang sudah mengganti guru untuk ketiga kalinya."


“Huh? yah, itu wajar sih, apalagi kelas kita penuh dengan orang-orang yang risih."


Guru bertepuk tangan agar semua diam.


Setelah itu, semua murid diam dan melihat guru itu.


“Baiklah, silahkan masuk."


Suara yang agak berat datang dari luar bisa terdengar di ruang kelas.


Setelah itu, seorang lelaki tampan? masuk ke kelas dengan rambutnya berwarna putih.


Matanya berwarna ungu ke hitaman dengan tinggi yang sama dengan anak berumur 17 tahun.


Dia berjalan menuju meja guru dan berdiri disamping guru itu.


“Perkenalkan dirimu."


“Oke."


“Ehem....salam kenal, aku adalah Beel, guru kalian yang baru."


“Dan disamping ku adalah asisten ku, yang bernama Emily."


“Salam kenal." ucap Emily dengan acuh.


Seketika semua orang terdiam.


Mereka terdiam kerena melihat wajah mereka berdua.


“Tampan sekali...." -Arthuria


“Dia tampan sekali, bukankah begitu Arthuria?." tanya Merlin.


“Hemm, ya...." dengan malu malu.


Semua siswa langsung berteriak.


“CANTIK SEKALI!." 1


“HEI DIA MILIKU!." 2


“TIDAK DIA MILIKU!." 3


“Hah, aku tidak peduli dia lemah atau tidak, aku akan mendapatkan nya untuk ku."


“WOAH PEREMPUAN CANTIK!"


Rasanya dia ingin sekali merobek semua mulut siswa ini menggunakan tangan nya.


Setelah itu, salah satu siswa mau kedepan Emily.


Dia adalah siswa tampan yang menjadi idola disekolah nya.


“Hmm? ada apa?." ucap Emily acuh.


“Oh, Emily-san, kau cantik sekali, mau kah kau menikah dengan ku."


Seketika, semua orang terdiam bahkan Beel pun.


Setelah itu, guru itu berkeringat dengan wajah yang sulit.


“Ra-Raymond san."


“Kau diam saja, aku sedang berbicara dengan pujaan hati ku."


Emily terlihat memasang wajah sulit.


Orang orang berpikir kalau dia malu malu, tapi sebenarnya dia sedang menahan tawa.


Berpikir kalau ada seseorang yang melamarnya adalah hal yang aneh dan sangat lucu baginya, apalagi saat orang tampan yang alay.


Emily mencoba menahan tawanya dan mulai bicara.


“Maaf, aku tidak bisa."


“Tidak, kau harus."


“Sudah kubilang aku tidak bisa."


“Ada apa dengan mu?."


“Apa kau tidak mau memiliki suami yang tampan seperti ku?."


‘Pfftt dibandingkan tuan ku, ketampanannya melebihi mu.'


‘Jangan ketawa dan jawab.' lanjut Emily.


“T-tidak bisa, aku ini sudah menikah."


Seketika semua orang di kelas terdiam dengan mata terbuka lebar.


“Ahahah, kau pasti ingin menolaku dengan candaan seperti itu."


“Tidak. Aku benar benar serius, aku ini sudah menikah, lihat ini."


Emily menunjukkan selembaran kertas yang berisi identitas nya.


Raymond lalu mengambil nya dan membacanya.


Saat dia membacanya, dia terlihat marah lalu membakar kertas itu dengan apinya.


“Berani nya kau mempermainkan ku."


Raymond lalu mengeluarkan pedangnya yang berapi menggunakan sihirnya.


Setelah itu, dia mencoba menebas leher Emily dengan cepat, tapi sayangnya yang dia lawan adalah Emily, Dewa tertinggi yang jatuh.


“Emily-san."


“Tenang saja." ucap Beel.

__ADS_1


“Emily yang melihat Beel sudah bosan dia memutuskan untuk berhenti bermain main, lalu ia mengambil sebuah pensil dari kotak pensil yang ada didepan meja guru dan dengan kecepatannya yang menyamai suara, dia mengerahkan ujung pensil itu ke pedang Raymond yang menuju ke lehernya dengan jarak satu sentimeter.


Emily juga mengalirkan sedikit sihirnya di tempat dimana pedang Raymond akan mengenai ujung pensilnya dan seketika, pedang Raymond yang sangat cepat dan berapi mengenai ujung pensil Emily dan mengeluarkan api.


Api itu mengenai kepala Emily dan guru mencoba mengehentikannya beserta dengan Arthuria dan Merlin.


“Hentikan."


“Jangan lakukan itu."


“Tidak."


Seketika, semua kelas terdiam dan berpikir kalau Emily sudah mati dengan kepala terbakar.


“Heh, itulah akibatnya jika bermain main dengan ku."


Saat api yang mencoba membakar Emily menghilang sedikit demi sedikit, seketika semua orang melebarkan mata mereka seolah tidak percaya apa yang terjadi.


Arthuria dan Merlin juga melebarkan mata mereka.


Guru yang jatuh karena takut juga melebarkan matanya saat melihat wajah Emily tanpa luka.


“Hey hey, itu tidak boleh tau, menyerang seseorang yang tidak kau kenal, huh....jadi teringat seseorang." sambil melirik ke arah Beel.


“Hah?." Beel pun keheranan.


“A-apa yang kau lakukan sialan."


“Kau tidak tau? coba lihat apa yang pedangmu tebas?."


“Apa masuk-!!!."


Seketika Raymond langsung berkeringat saat melihat pedang nya hanya mengenai pensil Emily dan tidak berhasil menebasnya.


‘P-pensil? dia melawan Raymond hanya dengan pensil?.'


‘Jika istrinya saja sekuat ini, bagaimana dengan suaminya?.'


‘Ugh, membayangkan nya saja mengerikan.' lanjut Arthuria.


‘Siapa dia sebenarnya? jika ada ahli pedang sihir yang sekuat dia, kenapa tidak diketahui sampai sekarang?.' ucap Merlin dalam hati.


Arthuria benar benar berkeringatan saat melihat Emily menahan pedang Raymond hanya dengan pensil saja.


Di sisi lain, Merlin berpikir sulit tentang Emily dan Beel.


Dia berpikir kalau Emily adalah orang yang sangat kuat, dan mungkin suaminya juga demikian. Tapi, kenapa dia tidak tau itu?.


Padahal dia bisa langsung mendapatkan informasi tentang orang orang kuat dengan mudah tapi Emily dan Beel muncul secara tiba-tiba dan menunjukkan keterampilannya yang sangat hebat walaupun dia belum melihat Beel melakukan sesuatu tapi dia yakin bahwa Beel setara dengan Emily atau lebih tinggi.


Setelah itu, Emily berbicara.


“Hmm, kekuatan tebasan mu terlalu acak dan sihir api milikmu tidak kau gunakan secara benar."


Raymond merasa sangat marah kepada Emily karena telah menghinanya.


“JANGAN MEREMEHKAN KU!!."


Lalu Raymond menarik pedang nya dan mencoba menusuk perut Emily menggunakan pedangnya dengan api didalamnya.


“Aku tidak meremehkan mu."


Emily mengayunkan pensil nya dengan sangat cepat dan kuat sampai sampai Raymond tidak bisa melihatnya.


Tapi, Arthuria menggunakan sihir untuk melihat apa yang dilakukan Emily karena sebelum itu saat Emily menahan serangan Raymond menggunakan pensil, dia tidak melihat tangannya bergerak sama sekali dan tiba tiba berada disana.


Begitu juga dengan Merlin, dia mencoba melihat seberapa jauh kekuatan Emily dan menggunakan sihir untuk mengamatinya.


Mereka bahkan bisa melihat sesuatu berkecepatan suara saat menggunakan sihir mereka untuk melihat.


Lalu, saat ujung pedang Raymond sedikit lagi menyentuh Emily, Emily langsung menghalaunya menggunakan pensil lagi dan membuat pedang Raymond terlempar dan menghancurkan dinding kelas.


Setelah itu, dalam sesat, saat Emily ingin menyelesaikannya dengan menjotos perut Raymond, sesuatu terjadi.


Buk!


“Ugh." dan Raymond pun pingsan.


“Eh?."


“Hei Emily, kau membuang waktu yang sangat banyak, sebagai gantinya kau akan ku hukum."


“Hii!, t-tidak! maaf kan aku tuan, aku tidak akan mengulanginya lagi."


“Hukuman tetap hukuman."


“K-kumohon."


“(Tersenyum puas)."


‘S-sial aku lupa, bahwa dia itu sangat menikmati ekspresi memohon ku.'


“Memohon berarti mau." dengan tersenyum sambil memberikan jari jempol.


‘Selamat tinggal, kewarasan ku. hiks."


“Tapi, tenang saja, dihukuman itu aku akan mengikat mu dengan rantai dan menampar pantat mu sampai merah, bukan kah itu yang kau mau? E.M.I.L.Y.?"


“H-haha, jangan ngaco, aku tidak masokis seperti yang kau kira."


“Tapi kenapa nafasmu sangat berat? apakah kau terangsang hanya dengan memikirkannya?."


“Dasar mesum."


“!!!"


‘Kau lah yang membuat ku jadi begini, sialan.'


Disamping itu, saat Beel memukul tengkuk Raymond, Arthuria berkeringat dingin saat melihat kecepatan tangannya Beel.


Tangan Beel seolah olah bergerak dengan kecepatan melebihi cahaya dan itu tidak meninggalkan jejak bayangannya di lintasan saat tangan Beel bergerak.


Merlin juga sangat terkejut dan tidak percaya apa yang dilihatnya.


Dia cukup percaya diri dengan kemampuan pengamatan nya terhadap sesuatu yang sangat cepat secepat suara, tapi Beel ini benar-benar diluar akal sehat mereka.


Seakan akan Beel adalah orang yang mampu bergerak jauh melebihi kecepatan cahaya.


‘C-cepat sekali....aku tidak melihatnya."


‘Siapa dia sebenarnya ini? apa mungkin aku kurang teliti dalam memeriksa informasi seluruh orang kuat didunia ini?.'


‘Tidak, aku cukup yakin aku sudah mengamatinya dan tau setiap orang orang kuat di dunia, tapi dia ini.....apa apaan dia ini?. lanjut Merlin.


Sebenarnya, setelah menyerap energi Void, Beel selalu merasa bahwa dirinya hanya dengan berlari saja dia dapat kembali kemasa lalu. tapi ternyata, itu hanyalah sebuah spekulasi.


...____________________________________________________________...


NOTE: UPDATE SETIAP SABTU....

__ADS_1


__ADS_2